4 Alternatif Pengganti UKK yang Ditiadakan di Tahun 2021

by Trianilus
0 comment 66 views
4 Alternatif Pengganti UKK yang Ditiadakan di Tahun 2020

Usai meniadakan Ujian Nasional (UN) untuk siswa SD, SMP, SMA dan Madrasah, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim juga meniadakan Uji Kompetensi Keahlian (UKK) bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di tahun 2020. Karena hal itu, muncul empat cara yang bisa diambil SMK sebagai alternatif pengganti UKK. Apa saja empat alternatif UKK itu?

Perlu Anda ketahui, peniadaan UKK bukanlah tanpa alasan. UKK ditiadakan karena Indonesia tengah menghadapi pandemi virus corona (atau Covid-19). Pandemi ini menuntut semua orang untuk menjaga jarak aman, memakai masker dan menghindari kerumunan.

Sementara itu, kegiatan UKK harus dilakukan secara tatap muka, sehingga sangat sulit dilakukan secara daring atau online. Hal ini berbeda dengan ujian-ujian di SMA, SMP atau bahkan SD serta SBMPTN yang dapat dilakukan secara daring.

Apa itu UKK?

Sebenarnya, pengadaan UKK bagi siswa SMK merupakan satu hal yang sangat penting untuk kelulusan. Namun, kegiatan ini tidak dapat dilakukan karena pandemi virus corona.

UKK merupakan penilaian yang diselenggarakan khusus bagi siswa SMK untuk mengukur pencapaian komptensi siswa atau peserta didik yang setara dengan kualifikasi jenjang 2 atau 3 pada KKNI (Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia). KKNI adalah kerangka pelevelan kualifikasi sumber daya manusia (SDM) yang menjejerkam, menyetarakan dan mengintegrasikan ‘sektor pendidikan’ dengan ‘sektor pelatihan’ dan pengalaman kerja dalam suatu bentuk pengakuan keahlian kerja yang disesuaikan dengan struktur di berbagai bidang pekerjaan.

UKK sejatinya dilaksanakan di akhir masa studi oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) atau satuan pendidikan terakreditasi bersama mitra dunia usaha atau industri. Hasil UKK ini akan menjadi indicator ketercapaian standar kompetensi lulusan bagi peserta didik. Sementara itu, bagi stakeholder, hasil UKK dapat dijadikan sumber informasi atas kompetensi yang dimiliki calon tenaga kerja.

Baca :   Panduan Penyusunan KKM Kurikulum 2013 Revisi 2018

Adapun tujuan dari pelaksanaan UKK di antaranya:

  1. Mengatur pencapaian siswa SMK yang telah menyelesaikan proses pembelajaran sesuai kompetensi keahlian yang ditempuh;
  2. Memfasilitasi siswa SMK yang akan menyelesaikan pendidikannya untuk mendapatkan sertifikat kompetensi dan/atau sertifikat uji kompetensi;
  3. Mengoptimalkan pelaksanaan sertifikasi kompetensi yang berorientasi pada capaian kompetensi lulusan SMK sesuai Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia.
  4. Memfasilitasi kerja sama SMK dengan dunia usaha/industri dalam rangka pelaksanaan Uji Kompetensi sesuai kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

Sementara itu, sasaran yang akan dicapai dalam pelaksanaan UKK di antaranya:

  1. Terlaksananya proses penilaian bagi seluruh siswa SMK kelas XII atau kelas XIII melalui serangkaian kegiatan uji kompetensi yang dilaksanakan secara efektif, efisien dan terukur;
  2. Diterbitkannya sertifikasi kompetensi, sertifikasi uji kompetensi atau yang setara bagi seluruh peserta uji yang dinyatakan kompeten sesuai dengan kompetensi keahlian yang ditempuh.

4 Alternatif Pengganti UKK

Melalui Surat Edaran (SE) Nomor 4 Tahun 2020, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim, penyelenggaraan UKK bagi siswa SMK ditiadakan di tahun 2020. Namun, ada empat alternatif yang dapat dijadikan pengganti UKK. Harapannya, empat alternatif tersebut dapat mencapai tujuan dan sasaran yang mirip dengan pelaksanaan UKK sebagaimana yang telah dijabarkan di atas.

Berikut empat alternatif pengganti UKK:

1. Nilai semester 1-5

Alternatif pertama yang dapat dijadikan sebagai pengganti UKK adalah penggunaan nilai kompetensi praktik siswa yang telah dilakukan pada semester 1 hingga semester 5. Apa alasannya?

Baca :   Contoh Soal Penjaskes Tingkat SD

Alasan pengunaan nilai semester 1 hingga 5 sebagai pengganti UKK ialah karena kurikum SMK terdapat komposisi praktik dengan proporsi 60 hingga 70 persen.

2. Praktik industri

Alternatif kedua pengganti UKK adalah penilaian dari praktik industri, sebab siswa SMK melaksanakan praktik industri minimal selama tiga bulan, yakni pada sementer 5 menjelang semester 6.

Praktik industri merupakan kegiatan pendidikan, pelatihan dan pembelajaran yang dilaksanakan di dunia industri atau usaha dalam upaya meningkatkan mutu siswa SMK dengan kemampuan yang sesuai dengan bidangnya. Praktik industri ini merupakan bekal bagi siswa SMK setelah lulus dan memasuki dunia kerja yang persaingannya semakin hari semakin ketat.

Dalam pelaksanaannya, praktik industri ini diharapkan setiap siswa dapat mengikuti dan memahami kegiatan kerja di dunia usaha atau industri yang sesungguhnya. Siswa juga diharapkan mendapatkan sesuatu yang baik dan berguna bagi dirinya selama mengikuti praktik industri. Diharapkan pula siswa dapat menunjukkan kinerjanya secara maksimal sesuai dengan apa yang dipelajarinya di dalam sekolah atau mengimplementasikan materi-materi pelajaran yang didapatkan dari sekolah ke dunia usaha atau industri yang sesungguhnya. Sehingga kemampuannya dapat diperhitungkan di dunia usaha atau industri.

Praktik industri mengenalkan dan mengajarkan siswa SMK terhadap dunia kerja sesungguhnya. Di samping itu, praktik kerja juga menjadi ‘uji coba’ ilmu yang dikuasai oleh siswa untuk diterapkan di dunia kerja. Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan dapat memahami tata dan aturan di dunia industri atau usaha. Sehingga, di saat sudah lulus, mereka benar-benar siap bekerja dan matang secara keilmuan dan kejiwaan serta mental. Pada akhirnya, siswa lulusan SMK memiliki semangat kerja yang baik yang bermanfaat untuk perkembangan dunia industri maupun dunia usaha.

Baca :   Materi Dan Contoh Soal Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas 8 Kurikulum 2013

3. Uji sertifikasi

Alternatif ketiga pengganti UKK adalah uji memakai nilai uji sertifikasi keahlian siswa. Uji sertifikasi memiliki banyak kemiripan dengan ujian kompetensi keahlian (UKK).

Oleh karena itu, catatan nilai uji sertifikasi keahlian bisa digunakan untuk menggantikan nilai uji kompetensi keahlian (UKK).

4. Sertifikasi profesi

Alternatif keempat pengganti UKK adalah melakukan uji sertifikasi kompetensi. Uji sertifikasi kompetensi ini akan dilakukan dengan menggaet Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). Namun, pelaksanaannya harus menunggu pandemi Covid-19 berakhir.

Pelaksanaan uji sertifikasi profesi ini tentunya sangat bermanfaat bagi siswa SMK. Sertifikasi ini jelas akan mempengaruhi mereka yang siap terjun ke dunia kerja setelah lulus.

Berikut manfaat sertifikasi profesi bagi siswa SMK usai lulus:

  1. Kredibilas dan kepercayaan dirinya akan meningkat;
  2. Mempunyai bukti (berupa sertifikat) bahwa kompetensi yang dimiliki telah diakui;
  3. Bertambahnya nilai jual dalam rekrutmen tenaga kerja;
  4. Kesempatan berkarier yang lebih besar;
  5. Mempunyai parameter yang jelas akan adanya keahlian dan pengetahuan yang dimiliki.

Di samping itu, sertifikasi profesi juga dapat mengurangi tenaga kerja asing yang masuk Indonesia. Apa hubungannya?

Saat ini, kelemahan utama dari lulusan SMK adalah belum memiliki sertifikasi profesi. Sementara perusahaan dan industri biasanya membutuhkan sertifikasi profesi sebagai bukti bahwa dikuasainya suatu bidang pekerjaan. Akibatnyanya, tenaga kerja asing kerap didatangkan ke Indonesia karena tenaga kerja dalam negeri tidak memiliki sertifikasi profesi.

Demikian empat alternatif pengganti UKK yang telah ditiadakan di tahun 2020. Selain itu, Plt Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan dan Pembukuan (Balitbang), Totok Suprayitno merekomendasikan satu alternatif pengganti UKK. Kata Totok, SMK dapat menggunakan nilai semester genap tahun terakhir sebagai tambahan nilai kelulusan.

You may also like

Leave a Comment