Mengenal Aplikasi Dapodik dan Fungsinya

by Shara Nurrahmi
0 comment 107 views
Aplikasi Dapodik

Bagi Anda yang bekerja di bidang pendidikan, apakah Anda sudah mengenal aplikasi dapodik?  Software yang dibuat oleh Kemendikbud RI ini bertujuan untuk memudahkan sekolah melaporkan data pokok pendidikan secara langsung via online. Hadirnya software ini membuat proses pelaporan menjadi jauh lebih cepat dan mudah. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai pengertian, penggunaan dan user aplikasi dapodik, simak pembahasannya berikut ini.

Mengenal Lebih Jauh Aplikasi Dapodik

Aplikasi dapodik merupakan sistem pendataan yang dimanfaatkan untuk menjaring seluruh data terkait kelembagaan dan kurikulum sekolah, data guru beserta karyawan, serta data siswa. Sistem ini juga digunakan untuk mendata sarana dan prasarana yang dimiliki tiap sekolah di seluruh Indonesia hingga sekolah-sekolah Indonesia di luar negeri.

Sistem pendataan ini mulai dilaksanakan sejak tahun 2006. Namun, pada praktiknya masih terdapat beberapa kendala. Pada tahun 2008 terjadi pengalihan tugas pengelola dari PSP Balitbang Depdiknas menjadi didelegasikan pada masing-masing Dinas Pendidikan. Baik itu di tingkat provinsi, kota, serta sekolah-sekolah di seluruh wilayah Indonesia.

Dalam pelaksanaannya, Dinas Pendidikan dan Sekolah berada di bawah pengawasan Biro PKLN Depdiknas.Setelah terjadi perubahan internal kementerian termasuk perubahan nama menjadi Kemendikbud RI, tahun 2012 sistem ini dilanjutkan oleh PDSP Kemendikbud RI.

Momen ini menjadi titik awal dari reformasi sistem pendataan data pokok pendidikan dan terus berkembang hingga saat ini. Sekarang, data pokok pendidikan telah menjadi acuan data utama yang digunakan oleh Kemendikbud dalam menetapkan kebijakan. Beberapa kebijakan tersebut adalah terkait BOS, bantuan sarpras, hingga tunjangan guru dan kebijakan-kebijakan lainnya.

Jenis dan Fungsi Aplikasi Dapodik yang Perlu Anda Ketahui

Input data pada aplikasi dapodik berdasarkan tiap jenjang pendidikan. Sistem data pokok pendidikan untuk jenjang SD disebut dengan aplikasi dapodikdas. Untuk jenjang SMP, SMA, dan SMK sistem ini dikenal dengan nama aplikasi dapodikmen. Seluruh sistem data pokok pendidikan terintegrasi dengan pusat sehingga data siswa tetap dapat dikonfigurasi ketika siswa pindah sekolah maupun naik jenjang pendidikan.

Selain memahami pengertian, asal usul, dan jenis aplikasi dapodik, Anda juga perlu mengetahui apa saja fungsi yang dimiliki oleh sistem ini. Data pokok pendidikan telah menjadi satu-satunya acuan data bagi Kemendikbud dalam menentukan kebijakan-kebijakan.

Hal ini membuat sistem data pokok pendidikan memiliki peran yang vital dan multifungsi. Setiap tahunnya terdapat perkembangan terkini terkait perubahan kebijakan serta program yang dicanangkan oleh Kemendikbud. Saat ini, data pokok pendidikan memiliki beberapa fungsi, di antaranya:

  1. Memaksimalkan proses alokasi dana Bantuan Operasional Sekolah bagi tiap sekolah sesuai jumlah siswa yang dimiliki.
  2. Memastikan proses alokasi kuota penerima tunjangan guru sesuai syarat yang telah ditetapkan.
  3. Mengalokasikan bantuan sarpras untuk sekolah yang belum memiliki fasilitas memadai.
  4. Mengarahkan proses pengajuan dan perbaikan data terkait kelembagaan sekolah.
  5. Membantu proses pengajuan, verifikasi, dan validasi data beserta NUPTK (Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan).
  6. Melakukan proses pengajuan, verifikasi, dan validasi data Peserta didik beserta NISN (Nomor Induk Siswa Nasional).
  7. Mengoptimalkan proses pengajuan, verifikasi, dan validasi data Satuan Pendidikan beserta NPSN (Nomor Pokok Sekolah Nasional).
  8. Memetakan dan memeratakan tenaga pendidik.
  9. Menjalankan proses Monev (Monitoring dan Evaluasi) kebijakan dan program yang dibuat Kemendikbud.
  10. Mempercepat serta meningkatkan efektivitas pelaporan dari pihak sekolah ke kementerian. Selain itu juga dapat mengurangi risiko pelanggaran atau penyimpangan yang telah ada sebelumnya.
Baca :   Contoh Soal & Pembahasan USBN SD Bahasa Indonesia

Cara Membuat Akun PTK Data Pokok Pendidikan dan Mengoperasikan Aplikasi Dapodik

Menjadi seorang tenaga pendidik di era sekarang tak hanya sekedar mengajar dan mengevaluasi siswa saja. Teknologi yang semakin berkembang menuntut guru untuk mengikuti perkembangan teknologi informasi. Di dunia pendidikan, terdapat beberapa sistem online yang digunakan. Salah satunya adalah aplikasi dapodik.

Topik yang sedang hangat dibahas oleh kalangan guru dan operator sekolah ialah mengenai akun PTK data pokok pendidikan. Melalui akun ini, guru yang telah memiliki sertifikat pendidik dapat melakukan pengecekan info GTK untuk menampilkan status validasi tunjangan sertifikasi bagi guru.

Untuk dapat membuat akun PTK data pokok pendidikan ini sesungguhnya amat mudah. Namun, hal ini hanya dapat dilakukan oleh operator yang telah ditunjuk pihak sekolah. Operator sekolah memiliki tugas untuk memasukkan data guru, siswa, beserta sarana dan prasarana yang ada di sekolah ke dalam aplikasi dapodik. Aplikasi Dapodikdasmen digunakan khusus untuk sekolah tingkat SD, SMP, dan SMA sederajat. Semantara aplikasi dapodik PAUD digunakan untuk tingkat PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini).

Syarat pembuatan akun PTK dapodik adalah guru yang bersangkutan harus sudah terdaftar dalam sistem dan memiliki email. Jika sudah terdaftar, maka operator dapat memilih nama guru dan memilih penugasan. Kemudian membuat akun baru. Setelah memilih buat akun baru, tahap yang dilakukan adalah mengisi password beserta konfirmasi password dan menyimpannya. Operator perlu mengulangi proses ini hingga semua guru yang terdaftar memiliki akun. Kemudian dapat dilakukan sinkronisasi aplikasi dapodik hingga prosesnya berhasil.

Untuk dapat menggunakan akun yang telah dibuat tersebut, operator terlebih dahulu harus melakukan sinkronisasi dan mengupdate data. Akun PTK juga berguna untuk mengedit perubahan data tenaga pendidik di aplikasi dapodik. Misalnya ketika guru mengalami perubahan pangkat dan perubahan gaji.

Bagi kepala sekolah dan guru yang memiliki jabatan sebagai bendahara BOS, maka pada akun PTK perlu melengkapi sesuai tugas yang diemban.

Lebih detailnya, berikut langkah-langkah yang harus diperhatikan dalam instalasi dan pengoperasian software sistem data pokok pendidikan.

Sertifikasi Minimum

Untuk dapat melakukan proses instalasi, terdapat beberapa spesifikasi yang harus dimiliki oleh komputer yang akan digunakan. Pertama, prosesor komputer atau laptop minimal Intel Core i3 atau yang setara. Kedua, memiliki memori standar sebesar 4 GB DDR3. Ketiga, kapasitas hard drive sebesar 120 GB SSD/500GB HDD. Keempat, menggunakan sistem operasi Windows 10. Kelima, terinstall aplikasi peramban web seperti mozilla firefox atau google chrome.

Memiliki Kode Registrasi dan Akun Operator Sekolah

Sebelum dapat melakukan proses instalasi software sistem data pokok pendidikan, pastikan sekolah telah memiliki kode registrasi akun yang nantinya dipakai dalam proses instalasi. Kode registrasi dapat diperoleh dari admin Dapodikdasmen Dinas Pendidikan di Kabupaten atau Kota untuk jenjang SD dan SMP. Sementara untuk jenjang SMA/SMK/SLB sederajat, kode registrasi dapat diperoleh dari Dinas Pendidikan Provinsi.

Mengunduh Software Sistem Data Pokok Pendidikan

Software sistem tersedia dalam bentuk file installer beserta patch yang telah melalui proses perbaikan dan pembaharuan dari software sebelumnya. Untuk mengunduh software tersebut, Anda dapat menuju laman https://dapo.dikdasmen.kemdikbud.go.id/laman/unduhan. Kemudian klik pada menu unduhan dan klik unduh installer.

Baca :   Info Honor Operator Dapodik Tahun 2020

Melakukan Proses Generate Prefill

Tahapan ini berguna untuk mengambil data sekolah dari server sehingga bisa diregistrasi di software sistem data pokok sekolah secara offline. Generate Prefill adalah data yang dimiliki sekolah dari hasil sinkronisasi terakhir. Agar bisa meningkatkan keamanan pengguna, tahap generate prefill dapat dilaksanakan setelah operator menginput username, password, dan kode registrasi dengan benar.

Langkah-langkah melakukan proses generate prefill adalah sebagai berikut. Pertama, membuka laman https://dapo.dikdasmen.kemdikbud.go.id/laman/unduhan. Kedua, memilih menu “DATA PREFILL”. Ketiga, memilih tautan unduh prefill yang tersedia.

Keempat, memasukkan username, password, serta kode registrasi. Pastikan username, password, dan kode registrasi telah benar dan terdaftar di server pusat. Jika pada proses ini Anda menemukan ketidaksesuaian data, Anda dapat melakukan konfirmasi pada admin Dapodikdasmen Dinas Pendidikan di tingkat Kabupaten atau Kota untuk tingkat SD/SMP. Bagi tingkat SMA/SMK/SLB, Anda dapat melakukan konfirmasi pada admin di tingkat Provinsi.

Langkah kelima, setelah Anda berhasil memasukkan username, password, dan kode registrasi, Anda dapat klik “Generate” dan tunggu hingga proses selesai. Keenam, klik “Download” untuk menyimpan data prefill di drive C:\ di dalam folder “prefill_dapodik”.

Kode Registrasi

Kode registrasi yang digunakan pada software sistem data pokok pendidikan diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah. Sekolah dapat mendapatkan kode registrasi dari dinas kabupaten atau kota. Selain itu, juga dapat diperoleh dengan login pada laman https://sdm.data.kemdikbud.go.id.

Dengan syarat, sekolah telah memiliki NPSN dan terdaftar di PDSP-K. Jika sekolah belum mempunyai akun, Operator Sekolah harus segera melakukan registrasi dengan melampirkan surat tugas sesuai jabatan Operator Sekolah. Setelah memiliki kode registrasi sekolah, pastikan kode tersebut tersimpan dengan baik dan dijaga kerahasiaannya.

Pengaturan Waktu Pada Laptop atau Komputer

Agar proses sinkronisasi dapat berjalan lancar, maka perlu dilakukan pengaturan waktu. Anda dapat mengatur setting waktu menjadi “Set time zone automatically” dan “Set time automatically” agar waktu di komputer lebih akurat. Selain itu, penting pula untuk memastikan zona waktu sesuai daerah setempat. Misalnya, untuk zona WIB, Anda dapat menggunakan UTC+07.00 Bangkok, Hanoi, Jakarta.

Menonaktifkan Program Pengaman

Ketika proses instalasi software data pokok pendidikan, Anda perlu menonaktifkan beberapa program pengaman agar proses dapat berjalan lancar. Beberapa program tersebut adalah:

  • Deep Freeze

Jika di komputer atau laptop terdapat program deep freeze, maka Anda terlebih dahulu harus menonaktifkannya sementara.

  • Antivirus

Beberapa program antivirus yang dapat membuat service tidak berjalan lancar di antaranya Avira, Avast, dan Symantec. Program antivirus ini harus dinonaktifkan terlebih dahulu atau dihapus. Anda disarankan menggunakan Microsoft Essentials atau Windows Defender. Anda dapat mengunduh antivirus ini di laman resmi milik Windows secara gratis.

Jika Anda ingin menggunakan entri data dengan jaringan, maka Anda perlu menonaktifkan Windows Firewall. Caranya yakni dengan memilih menu Firewall & Network Protection. Kemudian pilih Network yang ingin Anda nonaktifkan. Misalnya, klik menu public network untuk dapat menonaktifkan firewall. Lalu pada bagian Windows Defender Firewall, klik ke mode off. Anda dapat klik yes untuk menyimpan perubahan.

Melakukan Instalasi Software Data Pokok Pendidikan

Setelah Anda mengunduh installer, Anda dapat melakukan proses instalasi. Pada tahap ini terbagi menjadi dua teknik. Pertama, proses instalasi menggunakan installer dan kedua, yakni menggunakan patch. Untuk dapat melakukan instalasi menggunakan patch, komputer harus sudah terinstall software data pokok pendidikan versi sebelumnya. Namun, jika belum pernah menginstall software data pokok pendidikan, maka dapat menggunakan installer.

Baca :   Riwayat Perkembangan Kurikulum Pendidikan di Indonesia

Instalasi Menggunakan Patch

Pertama, siapkan file patch yang telah berhasil diunduh. Sebelum melanjutkan proses, disarankan Anda menutup program lain yang masih terbuka.

Kedua, double klik file patch. Apabila muncul peringatan keamanan, klik yes atau run anyway. Setelah muncul jendela instalasi software, klik lanjut.

Ketiga, klik “Pasang” pada jendela persiapan instalasi. tunggu hingga proses instalasi selesai.

Keempat, untuk mengakhiri proses instalasi, klik “Selesai

Instalasi Menggunakan Installer

Pertama, siapkan file installer. Sama halnya dengan proses menggunakan patch, tutuplah program-program yang masih terbuka sebelum melanjutkan proses instalasi.

Kedua, double klik file installer hingga muncul peringatan keamanan. Pilih “Yes” atau “Run Anyway”. Kemudian klik lanjut pada jendela instalasi software.

Ketiga, pilih “saya setuju” pada jendela perjanjian dan klik “lanjut

Keempat, pilih lokasi tujuan penyimpanan file instalasi. Kemudian klik “lanjut”.

Kelima, pilih folder start menu dan klik “Lanjut”. Sistem akan secara otomatis mengisi folder “Dapodik”.

Keenam, klik “pasang” pada jendela instalasi software. tunggu hingga proses instalasi selesai.

Ketujuh, untuk mengakhiri proses instalasi, klik “Selesai”. Kini software sistem data pokok pendidikan telah berhasil terpasang di komputer Anda.

Anda dapat mengoperasikan software sistem tersebut dengan double klik icon yang terdapat di halaman desktop. Kemudian isi data pada sistem sesuai kebutuhan.

Pengguna Aplikasi Dapodik

Dalam mengoperasikan sistem data pokok pendidikan, mulanya tugas tersebut diberikan pada Tenaga Administrasi atau Guru yang memiliki tugas tambahan sebagai Operator Data Pokok Pendidikan.

Namun, seiring berkembangnya zaman, agar pekerjaan pelaporan dapat berjalan efektif dan efisien, perlu bantuan banyak aplikasi komputer lainnya. Oleh sebab itu, akhirnya Operator Data Pokok Pendidikan kini disebut sebagai Operator Sekolah. Posisi ini tak lagi hanya sebagai tugas tambahan, melainkan menjadi jabatan yang diamanahkan pada tenaga tersendiri.

Namun, meski demikian, tupoksi Operator Sekolah ini sangat banyak yakni meliputi hampir seluruh aspek data sekolah. Di samping itu, Operator Sekolah juga bertanggung jawab terhadap segala wujud pelaporan dengan basis komputer yang bersifat mandiri bagi PTK atau global. Hal ini membuat Operator Sekolah mendapat julukan sebagai Pejuang Data Pendidikan oleh Kemendikbud RI.

Sebenarnya, cara pengoperasian sistem data pokok pendidikan terbilang cukup mudah. Meski terlihat mudah, tapi jumlah instrumen data yang banyak dapat membuat Operator Sekolah menjadi kewalahan. Oleh sebab itu, dalam bekerja diperlukan keikhlasan dan semangat agar dapat mengubah sistem pendidikan Indonesia menjadi lebih baik.

Pihak yang Berwenang Mengelola Aplikasi Dapodik

Software sistem data pokok pendidikan diluncurkan oleh Kemendikbud, sehingga secara menyeluruh pengelolaannya adalah tanggung jawab pihak pemerintah. Namun, dalam penggunaannya di lapangan, Kemendikbud mempunyai direktorat jenderal untuk membantu menjalankan tugas dan fungsinya. Beberapa direktorat jenderal tersebut adalah ditjen guru dan tenaga kependidikan (ditjen GTK) serta Ditjen PAUDNI.

Di tingkat sekolah, harus terdapat orang yang bertanggung jawab secara khusus untuk mengelola sistem data pokok pendidikan. Orang tersebut harus kompeten dalam dunia IT agar dapat mengikuti perkembangan teknologi komunikasi dan bersinergi dengan data pokok pendidikan.

Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan manfaat dan fungsi dapodik amat vital, khususnya di era modern saat ini. Dengan adanya data pokok pendidikan, dapat meminimalisir double entry melalui sistem yang bersinergi. Semoga kekurangan yang terdapat pada sistem data pokok pendidikan dapat terus diperbaiki dan ditingkatkan agar pendidikan di Indonesia semakin maju.

You may also like

Leave a Comment