Biografi Adolf Hitler & Fakta Kehidupannya

by Trianilus
0 comment 103 views
Biografi Adolf Hitler & Fakta Kehidupannya

Biografi Adolf Hitler sangat menarik untuk dibahas. Setidaknya ada dua fakta yang membuat riwayat hidup Hitler menarik untuk diperbincangkan. Pertama, ia menjadi pepolor pecahnya perang dunia 2. Kedua, Hitler remaja adalah seniman jalanan, namun di masa tua menjadi orang yang paling berkuasa di Jerman.

Hitler lahir di Austria pada 20 April 1889 dan meninggal pada 30 April 1945, di usia yang ke-56 tahun. Hitler mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri bersama istrinya, Eva Braun di Berlin.

Berikut pembahasan lengkap mengenai biografi Adolf Hitler dan fakta-fakta kehidupannya.

Masa Kecil dan Remaja Adolf Hitler

Adolf Hitler Hecil

Adolf Hitler Hecil

Sebagaimana disebutkan di atas, Adolf Hitler lahir di Austria pada 20 April 1889. Ia memiliki ayah bernama Alois Hitler dan ibu bernama Klara Polzl. Sang bekerja sebagai pegawai bea-cukai yang memiliki penghasilan yang cukup.

Hitler cilik dikenal sebagai anak yang pintar dan taat agama. Bahkan, ia pernah bercita-cita menjadi biarawan pastur. Akan tetapi, setelah adik kandungnya meninggal pada 1900, Hitler mulai menunjukkan perubahan. Pendidikannya menunjukkan kemunduran dan mulai menjauhi agama.

Hitler mulai malas belajar dan menolak untuk mematuhi peraturan sekolah. Kondisi ini terus berlangsung hingga Hitler SMA.

Perlu dietahui, di Jerman, siswa SMA diharuskan tamat SMA dan lulus SMA. Untuk tamat SMA, siswa harus menyelesaikan studi hingga kelas akhir. Sementara untuk lulus SMA, siswa harus mengambil ujian kelulusan (istilah Jerman-nya ‘abitur). Hitler memang tamat SMA, namun ia tidak pernah lulus SMA karena tidak mengikuti abitur.

Saat menjadi remaja, Hitler bercita-cita ingin menjadi seniman (pelukis). Ia pun ingin merealisasikan cita-citanya itu dengan pindah ke Kota Wina, Austria bersama teman dekatnya, Kubizek. Hitler dan Kubizek ingin menjadi seniman terkenal.

Sayangnya, Hitler tidak bisa menjalani studi di salah satu sekolah seni di Wina karena tidak memiliki sertifikat abitur. Sementara Kubizek diterima di sekolah seni tersebut. Hitler pun kecewa dan marah atas kegagalannya. Ia memutuskan untuk ‘menghilang’.

Hitler sempat menjalani hidup luntang-lantung. Ia bahkan pernah tinggal di tempat penampungan gelandangan. Hitler mencari uang untuk bertahan hidup dengan menjadi seniman jalanan, yakni menjadi pelukis kartu pos.

Kehidupan Hitler mulai membaik setelah menerima uang warisan dari tantenya, pada tahun 1910. Ia pun mendapatkan pekerjaan yang lebih layak, yakni di sebuah perusahaan periklanan. Hingga pada Mei 1913, Hitler memilih untuk berhijrah ke Munchen, Jerman.

Baca :   Biografi Albert Einstein & Fakta Kehidupannya

Ternyata, masyarakat Jerman menghargai karya-karya seni Hitler. Hitler pun mendapatkan penghasilan yang lebih banyak dari sebelumnya. Bahkan, dapat dikatakan penghasilan Hitler si seniman jalanan itu lebih tinggi dari penghasilan pegawai bank Kehidupan Hitler di Munchen mulai terjamin.

Hitler mulai merasakan kenyamanan tinggal di Munchen. Ia semakin mencintai Jerman yang telah membalikkan nasibnya menjadi lebih gemilang. Dan rasa nasionalisme Hitler muda terhadap negara tersebut semakin tak bisa diragukan lagi.

Adolf Hitler Menjadi Kurir Jerman

Adolf Hitler, pada tahun 1914, sudah tidak lagi menjadi seniman jalanan. Hitler yang saat itu sudah menginjak usia 25 tahun mendaftarkan diri menjadi tentara Jerman.

Diketahui, saat itu, Jerman terlibat dalam perang dunia 1. Dalam perang tersebut, Hitler ditugaskan menjadi kurir informasi dan barang karena tidak memiliki latar belakang militer.

Hitler menunjukkan rasa nasionalisme yang tinggi terhadap Jerman. Ia sangat senang menjalankan tugasnya sebagai kurir. Menurutnya, kehidupannya saat ini jauh lebih menantang daripada sebelumnya yang hanya menjadi seniman jalanan.

Hingga pada 1918, Hitler si kurir terkena serangan gas dan membuatnya buta sementara. Ia kemudian dikirim ke rumah sakit untuk menjalani perawatan. Pada saat itu, ia mendengar kabar bahwa Jerman telah menyerah di perang dunia 1. Pasukan Amerika, Prancis dan Inggris berhasil menumbangkan pasukan Jerman, Austria dan Ottoman.

Hitler mengaku tidak percaya dengan kenyataan ini. Adalah tidak mungkin, kata Hitler, Jerman yang memiliki kegaharan militer ditumbangkan oleh pasukan negara lain.

Adolf Hitler Menjadi Pimpinan Nazi hingga Kanselir Jerman

Adolf Hitler Pimpinan Nazi

Menginjak usia ke-30 tahun, tepatnya pada tahun 1919, Adolf Hitler bergabung dengan Partai Buruh Nasionalis Jerman (Nazi). Menariknya, karier Hitler dengan cepet meroket tinggi, hanya dalam tempo dua tahun, ia telah menjadi pemimpin mutlak (sebutan Jerman-nya: Fuhrer).

Partai Nazi mulai menunjukkan kekuatannya di bawah kepemimpinan Hitler. Pada November 1923, Partai Nazi melakukan percobaan kudeta yang dikenal dengan sebutan ‘The Munich Beer Hall Putsch’, namun gagal. Tindakan itu membuat Hitler ditangkap, dituduh makar dan pengkhianat.

Hitler harus menjalani hukuman penjara selama kurang lebih setahun. Setelah bebas dari penjara, Hitler terus ‘membangkitkan’ Partai Nazi. Kebetulan, pada 1928, rakyat Jerman merasa tidak puas dengan partai-partai besar dan sudah mapan. Sementara Partai Nazi, saat itu, masih tergolong partai kecil.

Reputasi Hitler terus meroket. Di usia ke-40 tahun, tepatnya pada Januari 1933, Hitler menjadi Kanselir Jerman. Ia dengan cepat membentuk kediktatoran. Lawan-lawan politik dan pihak yang memosisikan dirinya sebagai oposisi langsung dilabrak, bahkan tidak sedikit yang dibunuh langsung di tempat.

Baca :   Biografi Salahudin Al Ayubi & Fakta Kehidupannya

Kendati demikian, Hitler masih mendapatkan dukungan sebagian besar rakyat Jerman. Sebab, ia mampu memperbaiki sektor ekonomi dan mengurangi jumlah pengangguran yang sebelumnya mengalami keterpurukan akibat perang dunia 1.

Adolf Hitler Pelopor Perang Dunia 2

Persenjataan canggih pada perang dunia I

Adolf Hitler disebut-sebut sebagai biang keladi meletusnya perang dunia 2. Ia melanggar perjanjian Versailles yang disepakati pada akhir perang dunia 1. Adapun salah satu isi dari perjanjian tersebut adalah Jerman tidak boleh membangun kekuatan militer. Namun, Sang Diktator justru dengan berani membangun Angkatan Bersenjata Jerman.

Mulanya, Hitler dengan mudah mencaplok sejumlah wilayah tanpa melibatkan peperangan sama sekali. Pada 1936, Hitler memperkokoh benteng di Jerman yang sebelumnya menjadi zona bebas militer (demiliterisasi) yang tercantum dalam perjanjian Versailles. Hitler kemudian menduduki Austria, pada Maret 1938. Benteng pertahanan di Cekoslowakia, Sudetenland juga dicaplok dengan mudah. Beberapa bulan kemudian, sebagian wilayah Cekoslowakia berhasil dikuasai Hitler.

Hitler kemudian bergerak ke Polandia dan langsung menyerangnya. Polandia pada akhirnya ditaklukkan oleh Hitler. Sementara di pihak lain, yakni Inggris dan Perancis tak rela melepas Polandia ke pangkuan Jerman. Pada Agustus 1939, tercapailah perjanjian untuk saling tidak menyerang dan kesepakatan untuk membagi wilayah Polandia menjadi dua.

Adolf Hitler Menyerbu Perancis, Belanda, Denmark dan Uni Soviet

Puncak Kehebatan Hitler mulai dipertontonkan pada tahun 1940. Tepatnya pada bulan April 1940, Hitler melancarkan serangan ke Norwegia dan Denmark. Bulan berikutnya, giliran Belgia, Belanda dan Luxemburg yang menjadi sasaran serangan Hitler. Pada Juni 1940, Hitler membuat Perancis menyerah kepadanya.

Target Hitler selanjutnya adalah Inggris. Pasukan Hitler menyerang Inggris melalui sebuah operasi militer yang bernama Operasi Singa Laut (Operation Seelowe). Akan tetapi, Inggris bukanlah negara yang mudah menyerah. Paukan Inggris melakukan perlawanan terhadap Jerman melalui pertempuran udara. Pertempuran ini dikenal dengan sebutan ‘Battle of Britain’ yang disebut-sebut sebagai pertempuran udara paling dahsyat sepanjang sejarah.

Inggris yang melakukan perlawanan ini membuat Htler tidak sanggup menduduki wilayahnya. Kendati demikian, pasukan Jerman telah membumihanguskan sebagian wilayah Inggris.

Pada tahun 1941, tepatnya pada bulan April, pasukan Hitler juga mencaplok Yugoslavia dan Yunani. Dua bulan kemudian, Hitler melancarkan serangan ke Uni Soviet.

Pasukan Hitler memang tidak bisa menduduki wilayah Uni Soviet yang amat luas secara keseluruhan. Namun, ia berhasil menduduki sebagian wilayah tersebut.

Pada Desmber 1941, Hitler dengan gagahnya memaklumatkan perang terhadap Amerika Serikat. Beberapa hari kemudian, Jepang berhasil memporakporandakan kekuatan Amerika Serikat dengan mengebom pangkalan Angkatan Lautnya di Pearl Harbor, tepatnya pada 7 Desember 1941.

Baca :   Biografi Nikola Tesla & Fakta Kehidupannya

Kekalahan Hitler dan Kematiannya

Pada tahun 1942, Jerman yang berada di bawah kepemimpinan Hitler telah menguasai sebagian besar wilayah Eropa. Capaian ini hanya terjadi di masa Hitler dan belum terulang kembali hingga sekarang.

Namun, pada paruh kedua tahun 1942, Jerman kalah dalam peperangan di El Alamein di Mesir dan Stalingrad di Uni Soviet. Kekuatan pasukan Jerman, pada akhirnya, mengalami kemunduran.

Kendati begitu, Hitler masih tidak ingin menyerah. Hingga pada 30 April 1945, Hitler dan istrinya, Eva Braun memilih untuk bunuh diri. Hitler dan istrinya meninggal saat itu juga. Tujuh hari kemudian, Jerman yang kehilangan Sang Pemimpin menyerah kalah.

Pembunuhan Besar-besaran Terhadap Kaum Yahudi

Genosida Terhadap Yahudi oleh Nazi

Genosida Terhadap Yahudi oleh Nazi

Selain dikenal sebagai pelopor perang dunia 2, Adolf Hitler juga dikenal sebagai tokoh yang pernah melakukan pembunuhan besar-besaran terhadap kaum Yahudi. Sejatinya, Hitler telah membenci kaum Yahudi sejak ia masih muda. Hal ini sebagaimana disampaikan oleh teman dekatnya, Kubizek.

Kubizek menyebut Hitler sudah membenci sejak ia tinggal di kota Wina. Rakyat Wina, saat itu, memang memusuhi kaum Yahudi karena dianggap sebagai kaum yang serakah, licik, hidup eksklusif, suka berkelompok dan lain sebagainya. Saat itu juga terjadi perkembangan Kristen di negara-negara Eropa, termasuk Jerman, sehingga muncullah gesekan dengan kaum Yahudi.

Selama menjadi diktaktor Jerman, kaum Yahudi adalah salah satu golongan yang menjadi korban Hitler. Saat itu, Nazi mendirikan sejumlah kamp yang dilengkapi dengan kamar gas. Dengan kebenciannya yang membara, Hitler dengan berani mengumumkan akan membunuh orang-orang Yahudi di dunia.

Di setiap wilayah kekuasaan Hitler, mereka yang tak bersalah, dimasukkan ke dala kamp yang dilengkapi kamar gas itu untuk dibunuh. Sejarah mencatat hanya dalam waktu beberapa tahun, sekitar 6 juta jiwa kaum Yahudi terbunuh. Pembunuhan massal ini merupakan peristiwa genosida yang paling besar sepanjang sejarah.

Hitler, dalam sebuah pernyataannya, pernah mengaku bahwa ia bisa saja membunuh semua umat Yahudi di dunia ini. Namun, ia tak ingin melakukan hal itu. Kata dia, akan disisakan sedikit umat Yahudi agar mereka tahu apa alasan dirinya membunuh umat Yahudi.

Sebenarnya, tidak hanya kaum Yahudi saja yang menjadi korban dari kediktatoran Hitler. Orang-orang Rusia juga pernah dibabat oleh pasukan Hitler. Selain itu, pihak-pihak yang melakukan perlawanan terhadap pemerintah atau menjadi musuh-musuh negara juga dibunuh.

Demikian pembahasan tentang biografi Adolf Hitler dan fakta-fakta kehidupannya. Biografi Adolf Hitler akan dikenang orang selama-lamanya, baik mereka yang memujinya maupun yang mencacinya.

Semoga pembahasan tentang biografi Adolf Hitler ini bermanfaat untuk Anda.

You may also like

Leave a Comment