Cara Menulis Esai yang Baik dan Benar

by Trianilus
0 comment 79 views
Cara Menulis Esai yang Baik dan Benar

Anda sering mendapatkan tugas menulis esai? Tahukah Anda apa itu esai? Dan tahukah Anda bagaimana cara menulis esai yang baik dan benar?

Menulis esai dapat dikatakan sebagai upaya membentuk sekumpulan ide yang saling berkaitan menjadi argumen. Esai harus disusun dengan rapi supaya pembaca dapat memahaminya dengan baik.

Esai merupakan tulisan yang mengandung opini yang bersifat argumentatif dan subjektif. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), argumentatif berarti memiliki (mengandung) alasan yang dapat dipakai sebagai bukti. Oleh karena itu, esai bukan hanya mengandung fiktif belaka dan imajinasi si penulis, melainkan harus didukung oleh fakta.

Sementara itu, subjektif dalam KBBI berarti menurut pandangan sendiri. Oleh karena itu, esai mengandung pandangan atau opini pribadi yang logis dan dapat dipahami dengan baik.

Tujuan Menulis Esai

Secara garis besar, terdapat 2 tujuan menulis esai, di antaranya:

1. Meyakinkan pembaca

Tujuan pertama dari menulis esai ialah meyakinkan pembaca supaya percaya terhadap pendapat atau opini penulis mengenai suatu kejadian atau masalah. Tujuan ini menuntut penulis untuk berpendapat atau beropini sesuai data-data dan fakta di lapangan. Dengan adanya data dan fakta, pembaca akan mudah percaya dengan tulisan tersebut.

2. Menerima pendapat penulis

Tujuan berikutnya dari menulis esai ialah membuat pembaca menerima sudut pandang penulis mengenai suatu kejadian atau masalah. Sekali lagi, adanya data dan fakta yang mendukung di dalam esai akan membuat pembaca mudah menerima pendapat penulis.

Struktur Esai

Sebelum memahami cara menulis esai, Anda terlebih dahulu harus mengetahui struktur penulisan esai. Struktur penulisan esai dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar terdiri dari tiga bagian, yakni pendahuluan (introduction), isi atau pembahasan (content) dan kesimpulan (conclusion).

Berikut penjelasan lebih lengkap terkait struktur esai:

1. Pendahuluan (introduction)

Pendahuluan merupakan bagian pengantar esai yang akan dibaca pembaca untuk memahami topik yang hendak dibahas sehingga pembaca dapat lebih mudah mencerna isi esai. Pendahuluan memiliki struktur dari umum ke khusus. Sehingga paragraf pertama esai biasanya berisi tentang pengenalan topik secara umum dan persoalan yang akan dihadapinya.

2. Isi atau pembahasan (content)

Isi atau pembahasan merupakan bagian inti dari esai yang memuat tentang penjelasan dari topik yang telah dijabarkan dalam pendahuluan. Penulis mengemukakan argumentasi dan analisisnya pada bagian ini. Tentunya, argumentasi dan analisis itu berdasarkan data dan fakta yang akurat.

Baca :   Teori Belajar Sibernetik: Pengertian, Prinsip, Kelebihan & Kekurangan

Pada bagian ini pula, penulis menyampaikan pandangan subjektifnya mengenai topik yang dibahas secara jelas dan meyakinkan. Penulis tidak boleh awur-awuran dalam menyampaikan pendapatnya. Ia harus menjabarkannya secara berurutan, rapi, dan koheren satu paragraf dengan paragraf berikutnya.

3. Kesimpulan (conclusion)

Kesimpulan merupakan bagian penutup dari esai. Oleh karena itu, kesimpulan terletak pada bagian akhir dari esai. Kesimpulan dapat berisi tentang rekomendasi penyelesaian terhadap suatu masalah yang dibahas, prediksi apa yang terjadi di masa yang akan datang atau pertanyaan yang dapat dijadikan topik esai berikutnya.

Di samping itu, kita harus memstikan semua ide dan gagasan yang ada pada bagian isi terangkum dengan baik pada bagian kesimpulan. Dalam kepenulisannya, kesimpulan ditulis dengan singkat, padat dan sesuai dengan topik pembahasan esai.

Cara Menulis Esai dengan Baik dan Benar

Secara garis besar, cara menulis esai dalam bahasa Indonesia terdiri dari tujuh langkah. Melalui tujuh langkah ini, kita akan dipandu dalam menghasilkan esai yang baik dan benar serta menarik untuk dibaca.

Berikut cara menulis esai yang baik dan benar:

1. Menentukan topik

Langkah pertama yang harus Anda lakukan dalam menulis esai adalah menentukan topik. Usahakan topik yang Anda pilih adalah topik khusus, fokus dan sempit. Sebab, dalam penulisan esai, pemilihan topik yang luas dan terlalu umum tidak disarankan karena akan terkesan bertele-tele dan dapat membingungkan pembaca.

Semakin fokus dan sempit topik yang dibahas maka esai itu akan semakin menarik. Dan ingat, dalam penulisan esai, Anda harus memiliki satu ide saja. Jangan memberikan pandangan yang berbeda-beda karena dapat membuat esai Anda tidak menarik. Misalnya, Anda menyatakan kontra terhadap suatu masalah maka seluruh paragraf tidak boleh berisi pernyataan lain seperti pro atau netral.

Pertanyaannya, bagaimana caranya menemukan topik yang menarik? Anda harus banyak membaca, melakukan pengamatan dan penelitian. Ketiga cara itu akan memudahkan Anda dalam menemukan topik yang menarik.

2. Membuat outline

Langkah berikutnya adalah membuat outline. Outline merupakan gambaran umum yang berisi poin-poin khusus dari topik yang akan dibahas. Pembuatan outline dapat berbentuk peta konsep atau hanya sekadar uraian singkat untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang akan dibahas dalam esai.

Sayangnya, tidak sedikit orang yang melupakan pembuatan outline sebelum menulis esai. Padahal, outline berperan sangat penting sebagai ‘pedoman’ kita dalam menulis esai. Sehingga kita dapat menjaga konsistensi tulisan dan menghindari pembahasan yang bertele-tele.

Adapun manfaat dari membuat online, di antaranya:

  • Menjamin esai bersifat konseptual, menyeluruh dan terarah;
  • Menyusun esai secara teratur;
  • Menghindari penulisan esai yang berlebihan atau memiliki topik dua atau lebih;
  • Memudahkan penulis dalam mencari materi.
Baca :   Supervisi Klinis (Pengertian, Konsep Dasar dan Prosedur)

3. Mengumpulkan materi

Setelah membuat outline yang berisi poin-poin khusus, kita dapat melanjutkannya dengan mengumpulkan materi. Seperti poin terakhir dari manfaat membuat outline, kita akan terbantu dalam mengumpulkan materi setelah merangkai poin-poin khusus tersebut.

Cari materi yang relevan dan mendukung satu gagasan utama esai. Pastikan juga materi-materi tersebut dapat memperkuat ide dan gagasan Anda. Dan jangan lupa untuk melengkapi esai dengan fakta di lapangan. Dengan adanya fakta di lapangan, esai Anda akan menjadi menarik.

4. Menguraikan isi

Setelah mengumpulkan materi, Anda sudah bisa memulai menulis esai. Untuk mempermudah dalam kepenulisan, Anda dapat memulainya dengan menulis bagian isi. Pada bagian ini Anda harus menuliskan sejumlah paragraf, yang mana setiap satu paragraf memiliki satu pokok pikiran yang merupakan argumen yang akan diutarakan.

Setelah mengutarakan pokok pikiran, Anda dapat menjelaskannya ke dalam beberapa kalimat. Sertakan bukti-bukti untuk memperkuat argumen Anda. Kemudian, masukkan pendapat pribadi Anda dalam menyikapi bukti-bukti tersebut serta masalah yang dibahas dalam esai.

Jangan lupa, Anda juga harus memerhatikan urutan-urutan dalam menguraikan paragraf. Sebab, setiap paragraf harus utuh dan padu dalam menguraikan ide dan gagasan pokok.

5. Membuat pendahuluan

Mungkin Anda bertanya-tanya mengapa menulis pendahuluan dilakukan setelah menguraikan isi. Menulis pendahuluan memang sebaiknya dilakukan setelah menguraikan isi. Ini merupakan cara mudah dalam menyusun esai yang tidak disadari banyak orang.

Dengan menulis bagian isi terlebih dahulu, kita akan lebih mudah dalam menulis bagian pendahuluan karena kita telah memahami ‘inti’ dari esai yang kita tulis. Sehingga kita dapat menentukan kalimat pembuka seperti apa yang tepat untuk mendukung isi esai.

Perlu Anda ingat, pendahuluan idealnya berisi tentang pengenalan topik secara umum. Oleh karena itu, tuliskan secara umum ide yang akan Anda ambil.

6. Menulis kesimpulan

Setelah menulis pendahuluan dan isi, langkah selajutnya adalah menutup esai dengan kesimpulan. Pada bagian kesimpulan ini Anda harus merangkum semua ide dan gagasan yang Anda kemukakan pada bagian isi.

Anda juga dituntut untuk memberikan ‘penyelesaian terakhir’ terhadap kejadian atau masalah yang dibahas dalam esai. Jangan lupa untuk menyertakan saran pada bagian ini.

7. Self editing

Setelah Anda selesai menulis esai, yang terdiri dari pendahuluan, isi dan kesimpulan, Anda disarankan untuk membaca ulang kembali esai tersebut. Sayangnya, langkah ketujuh ini sering diabaikan. Tidak sedikit orang yang menanggap menulis kesimpulan sebagai langkah terakhir dalam penulisan esai, sehingga setelahnya mereka dapat berleha-leha.

Baca :   Inflasi: Pengertian, Penyebab, Dampak & Cara Mengatasi

Padahal, membaca ulang esai dan dilanjutkan dengan self editing dapat membuat esai Anda menarik. Perhatikan setiap kata, kalimat dan paragraf. Baca ulang semuanya dengan cermat. Jika ada salah ketik, salah ejaan, salah tanda baca dan lain sebagainya, segera perbaiki. Jika ada kalimat atau paragraf yang tidak koheren dengan ide dan gagasan pokok, segera revisi. Jika ada kalimat yang membingungkan, segera tata ulang.

Sentuhan terakhir ini akan membuat esai Anda menarik. Tujuan esai, yakni meyakinkan pembaca akan tercapai.

Contoh Esai

Berikut kami sertakan satu contoh esai singkat berjudul ‘Maraknya Kasus Korupsi di Indonesia’:

Kasus korupsi dari waktu ke waktu tak kunjung mengalami penurunan. Bahkan masih ada sejumlah nama pejabat, baik yang masif aktif maupun sudah berstatus sebagai mantan, terseret dalam kasus tersebut. Hal ini membuat rakyat kecewa, sebab mereka telah memilihnya dengan harapan akan memberikan jasa-jasa terbaiknya untuk Indonesia.

Lebih lanjut, tersiar kabar para koruptor ‘hidup mewah’ selama berada di sel tahanan. Terdapat AC, TV, alat fitness dan lain sebagainya di dalam sel tahanan para koruptor itu. Bahkan ada beberapa koruptor yang bisa keluar dari sel tahanan, jalan-jalan ke mall, hingga ke luar negeri.

Rakyat tentu tidak setuju dengan peraturan ini. Oleh karena itu, kami berpendapat pemerintah harus merevisi peraturan dan kebijakan sehingga para koruptor mendapatkan balasan yang setimpal atas perbuatan yang dilakukan.

Kami membutuhkan payung hukum untuk membuat para koruptor jera terhadap segala perbuatan tercelanya. Sistem pemerintahan kita dapat dikatakan buruk karena ketidakmampuannya dalam mengatasi korupsi yang semakin membabi buta ini. Sehingga, harapan rakyat terhadap pemerintah mengalami penurunan.

Demikian contoh esai singkat yang berjudul ‘Maraknya Kasus Korupsi di Indonesia’. Anda dapat mengurai kembali esai singkat tersebut sehingga menjadi esai yang lebih panjang dan semakin menarik.

Jadi, itulah pembahasan tentang cara menulis esai yang baik dan benar. Cara menulis esai di atas dapat Anda jadikan pedoman untuk menampilkan tulisan yang berbobot, memiliki ide dan gagasan yang menarik dan tentunya disukai pembaca.

Ingat, karena kita menulis esai berbahasa Indonesia, maka kita harus mematuhi Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI). Hal ini dapat menghindari kesalahan persepsi pembaca. Pembaca pun dapat memahami dengan mudah serta menikmati tulisan esai kita dengan baik.

Ide dan gagasan yang baik, namun ditulis dengan tidak memerhatikan PUEBI, maka tetap saja tulisan tersebut akan sangat mengganggu pembaca. Lebih ‘gawat’ lagi bila si penulis tidak peduli dan tidak merasa bersalah dengan tulisannya yang kacau tersebut.

You may also like

Leave a Comment