Evaluasi Diri Sekolah dan Rencana Kerja Sekolah

by Shara Nurrahmi
0 comment 63 views
Evaluasi Diri Sekolah

Evaluasi diri sekolah (EDS) merupakan komponen penting yang bersifat internal untuk mengetahui kinerja sekolah secara menyeluruh. Secara umum, evaluasi merupakan proses pengumpulan dan pemrosesan data serta informasi yang akan digunakan untuk menentukan keputusan, pengelolaan dan pengembangan sekolah. Lebih detail mengenai EDS akan dibahas pada artikel berikut.

Pengertian Evaluasi Diri Sekolah

Evaluasi diri atau  self evaluation lebih menekankan pada tahapan untuk membangun budaya mutu di suatu tingkat satuan pendidikan. Proses ini dilakukan secara bertahap serta terus-menerus dan meliputi seluruh komponen dalam pendidikan. Hasil dari evaluasi ini kemudian dijadikan sebagai dasar penyusunan Rencana Kerja Sekolah atau Madrasah serta sebagai masukan untuk merencanakan investasi pendidikan di tingkat kabupaten maupun kota.

Proses evaluasi diri untuk sekolah ini dimulai dari membentuk Tim Pengembang Sekolah (TPS), mengadakan pelatihan penggunaan instrumen, melaksanakan evaluasi diri di sekolah yang bersangkutan dan menggunakan hasilnya sebagai dasar penyusunan RPS atau RKS dan RAPBS atau RKAS.

Umumnya, setiap sekolah akan melaksanakan proses evaluasi diri setiap satu tahun sekali. Tim Pengembang Sekolah (TPS) yang berperan dalam melaksanakan evaluasi diri untuk sekolah terdiri atas: Kepala Sekolah, perwakilan unsur guru, perwakilan Komite Sekolah, perwakilan orang tua siswa, serta pengawas yang berperan sebagai pihak pemberi bimbingan.

Baca :   Mengenal Apa Itu Bilangan Rasional dan Irasional

Keterlibatan pihak-pihak tersebut tidak hanya sekedar pemenuhan tugas dan tanggung jawab semata, tapi agar tercipta kebersamaan serta rasa memiliki bersama. Di samping itu, keterlibatan seluruh pihak diharapkan dapat menyumbang gambaran akan kebutuhan sekolah yang nyata secara menyeluruh.

3 Pertanyaan Kunci EDS

Secara mendasar, proses evaluasi diri untuk sekolah ini harus menjawab tiga pertanyaan kunci, yaitu:

  1. Seberapa baik kinerja sekolah tersebut? Hal ini berkaitan dengan posisi pencapaian kinerja terhadap masing-masing indikator SNP dan SPM.
  2. Bagaimana cara mengetahui kinerja sekolah? Hal ini berkaitan dengan menunjukkan bukti pencapaian yang telah dimiliki selama ini.
  3. Bagaimana cara meningkatkan kinerja? Dalam persoalan ini, pihak sekolah harus melaporkan dan menindaklanjuti hal-hal yang telah ditemukan berdasarkan pertanyaan pertama dan kedua.

Bentuk Instrumen Evaluasi Diri Sekolah

Diharapkan dari proses evaluasi diri ini akan didapatkan masukan dan dasar nyata yang berguna untuk menumbuhkan budaya peningkatan mutu dan berkelanjutan. Adapun beberapa bentuk instrumen di antaranya:

  1. Instrumen untuk sekolah mengacu pada SNP dan SPM.
  2. Instrumen untuk sekolah mencakup beberapa pertanyaan pokok untuk setiap standar yang terkait SNP dan SPM. Sebagai dasar sekolah untuk mendapatkan informasi dan data yang rinci mengenai kinerjanya secara kualitatif.
  3. Masing-masing standar dalam instrumen evaluasi diri untuk sekolah dibagi menjadi beberapa komponen agar dapat memberikan gambaran secara lebih menyeluruh.
  4. Komponen yang terdapat pada pertanyaan di tiap standar memiliki beberapa spesifikasi untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap.
  5. Aspek dari standar yang ada terdiri dari 4 tingkatan pencapaian di mana tingkat 1 artinya kurang, tingkat 2 artinya sedang, tingkat 3 artinya baik, dan tingkat 4 artinya sangat baik.
  6. Setiap tingkat pencapaian memiliki beberapa indikator sesuai tingkat pencapaian, di mana tingkat 2 berarti telah memenuhi kriteria SPM.
Baca :   USBN Matematika tingkat SD dan Pembahasan

Alasan Pentingnya Evaluasi Diri Sekolah

Evaluasi diri bagi sekolah diperlukan karena hingga saat ini belum ada satupun instrumen yang dapat digunakan untuk memberikan gambaran umum aspek SPM dan SNP secara nyata, akurat, serta berdasarkan bukti mengenai seluruh kinerja sebagai dasar penyusunan RPS atau RKS dan peningkatan mutu profesionalisme kerja seluruh pemangku kepentingan .

Meskipun telah terdapat beberapa upaya evaluasi di sekolah, tapi kebanyakan merupakan evaluasi yang dilaksanakan oleh pihak luar sehingga bersifat eksternal dan bertujuan untuk menilai sekolah seperti untuk kepentingan akreditasi, pemberian bantuan, dan lain sebagainya.

Dengan demikian, adanya evaluasi di sangat diperlukan. Sebab evaluasi ini merupakan evaluasi internal yang dilaksanakan oleh dan untuk sekolah sendiri. Fungsinya adalah untuk mengetahui kekuatan serta kelemahan yang dimiliki sekolah. Hal ini diibaratkan sebagai cermin untuk melihat kekuatan dan kelemahan sebagai dasar upaya perbaikan kinerja di sekolah.

Hasil ini juga dapat digunakan oleh pihak pengawas. Fungsinya untuk melaporkan pada pihak Dinas Pendidikan atau Kantor Kemenag di Kabupaten atau Kota melalui kegiatan MSPD (Monitoring Sekolah oleh Pemerintah Daerah). MSPD kemudian dapat dijadikan sebagai masukan untuk dasar Perencanaan Peningkatan Mutu Pendidikan. Itu juga untuk dasar dalam pemberian bantuan maupun intervensi ke sekolah.

You may also like

Leave a Comment