Gaya Belajar Siswa / Anak (Pengertian, Jenis dan Faktor yang Mempengaruhi)

by Shara Nurrahmi
0 comment 98 views
Gaya Belajar Siswa

Salah satu kunci dalam mengembangkan kinerja siswa adalah gaya belajar. Setiap siswa mempunyai style mendalami ilmunya masing-masing. Dengan mengetahui seperti apa gaya belajar masing-masing, maka dapat membantu  guru dalam menyampaikan materi di kelas. Lebih lengkap mengenai gaya belajar siswa, simak penjelasannya berikut ini.

Pengertian Gaya Belajar Peserta Didik

Menurut psikolog Dunn dan Dunn dalam buku Psikologi Pendidikan, gaya belajar adalah kumpulan karakteristik manusia yang membuat pembelajaran menjadi efektif. Namun karakteristik ini hanya efektif bagi beberapa orang saja tapi tidak efektif untuk lainnya. berdasarkan pernyataan tersebut dapat disimpulkan gaya belajar memiliki hubungan dengan cara siswa mempelajari ilmu dan cara mempelajari ilmu yang paling digemari.

Gaya belajar  juga dapat diartikan sebagai cara seseorang menerima hasil pendalaman ilmu dengan tingkat penerimaan yang paling optimal dibanding cara-cara lainnya. Pengenalan style mempelajari ilmu ini sangat penting agar tingkat keberhasilan pembelajaran tinggi.

Jenis atau Tipe Gaya Belajar Peserta Didik

Terdapat beberapa jenis gaya belajar yang dimiliki oleh peserta didik, di antaranya:

1. Visual

Style visual atau disebut juga visual learner menitikberatkan penglihatan atau ketajaman mata. Umumnya, visual learner akan melihat atau menangkap informasi menggunakan visual sebelum memahaminya. Orang-orang yang masuk kategori visual learner lebih mudah mengingat hal-hal yang ditangkap mata, seperti bahasa tubuh, ekspresi, diagram, gambar, dan video.

Visual learner mudah memahami posisi atau lokasi, angka, bentuk, dan warna. Mereka cenderung rapi dan teratur serta tidak terganggu dengan kebisingan yang ada. Namun, mereka sedikit sulit menerima instruksi secara verbal. Visual learner memiliki kendala dalam berdialog langsung sehingga sukar mengikuti anjuran lisan. Selain itu, mereka seringkali salah dalam menginterpretasikan ucapan atau kata.

Beberapa ciri visual learner adalah bicara agak cepat, pembaca cepat, tekun, cenderung menyukai demonstrasi dibanding pidato. Selain itu mereka juga mudah mengingat apa yang mereka lihat daripada yang mereka dengar.

Mereka lebih suka membaca dibandingkan dibacakan oleh orang lain. Para visual learner mementingkan penampilan mereka dalam berpakaian atau ketika melakukan presentasi.

Untuk memudahkan visual learner dalam belajar, dapat menggunakan bantuan gambar, diagram, warna, buku berilustrasi, dan  menuangkan ide dalam gambar. Anda juga dapat menggunakan multimedia seperti video untuk membantu siswa belajar.

Baca :   Cara Meresensi Buku dengan Baik dan Benar

2. Auditori

Orang-orang dengan style auditori memiliki kemampuan menyerap informasi melalui indra pendengaran mereka. Siswa auditori dapat belajar lebih cepat dengan metode diskusi verbal serta menyimak penjelasan guru.

Mereka memiliki kepekaan tinggi terhadap musik dan unggul dalam aktivitas lisan. Mereka dapat berbicara menggunakan irama yang terpola, fasih, dan gemar menjelaskan sesuatu secara panjang lebar.

Siswa dengan style auditori dalam mempelajari ilmu mudah merasa terganggu dengan keributan dan memiliki kelemahan dalam kegiatan visual. Pikiran mereka lebih kuat dalam menangkap dan menyimpan informasi berbentuk suara. Ketika mereka membuat suara sendiri dengan bicara, beberapa daerah penting di otak mereka dapat aktif.

Ciri siswa style auditori adalah gemar berbicara dengan dirinya sendiri, gemar membaca dengan keras, gemar mendengarkan, dan fasih dalam berbicara. Mereka memiliki kebiasaan menggerakkan bibir atau mengucapkan tulisan ketika mereka membaca. Mereka memiliki kemampuan mengulang kembali dan menirukan nada, irama, serta warna suara.

Beberapa strategi untuk mendukung siswa auditori dalam belajar adalah dengan melibatkan mereka dalam sesi diskusi baik di kelas maupun dalam keluarga. Selain itu, dapat juga dengan merekam materi pelajaran dan mendengarkannya sebelum tidur. Dapat pula menggunakan musik untuk membantu siswa memahami materi. Berikanlah dorongan pada siswa untuk membaca materi pelajaran secara keras.

3. Kinestetik

Style belajar kinestetik adalah kegiatan mempelajari ilmu dengan cara bekerja, bergerak, dan menyentuh. Orang-orang dengan tipe kinestetik memiliki keunikan, karena mereka sulit duduk diam dan memiliki keinginan eksplorasi tinggi. Mereka merasa dapat lebih mudah memahami pelajaran disertai aktivitas fisik. Umumnya, siswa dengan style kinestetik kurang rapi dan lemah dalam aktivitas jenis verbal.

Beberapa karakteristik siswa dengan style kinestetik adalah mereka berbicara secara perlahan dan tidak mudah terusik dengan kondisi keributan. Mereka lebih senang mempelajari sesuatu dengan praktik. Karena lebih mudah menghafal materi dengan berjalan dan melihat, seringkali mereka menggunakan bantuan tangan untuk membaca tulisan.

Mereka menggemari permainan yang dapat membuat mereka sibuk. Biasanya mereka menyentuh orang untuk memperoleh perhatian mereka dan menggunakan kata-kata yang memiliki kandungan aksi.

Agar siswa dengan karakteristik kinestetik lebih mudah dalam memahami materi, dapat menggunakan beberapa strategi. Beberapa strategi tersebut di antaranya jangan memaksa siswa belajar hingga berjam-jam lamanya.

Ajaklah siswa untuk belajar sembari mengeksplorasi lingkungan sekitar. Perbolehkan anak untuk mengunyah permen karet ketika mereka belajar. Gunakan warna cerah untuk menandai hal-hal yang penting di dalam bacaan. Izinkan anak untuk mempelajari ilmu sambil mendengarkan musik yang disukai. Jenis metode pembelajaran problem solving juga dinilai oleh peneliti dari berbagai negara bisa memberikan banyak pengalaman yang bermakna bagi mereka.

Baca :   Mengenal Pangkat dan Jabatan Guru PNS

Cara Mengetahui dan Mengenali Lebih Jauh Gaya Belajar Peserta Didik

Beberapa teknik untuk mengetahui dan mengenal lebih jauh tentang gaya belajar siswa yang dikemukakan Wijaya Kusumah adalah sebagai berikut:

1. Menggunakan Observasi

Observasi dapat dilakukan dengan memanfaatkan beragam metode belajar di kelas. Hal ini dilakukan agar dapat mengenal lebih jauh gaya belajar para peserta didik. Misalnya, untuk gaya belajar auditori dapat menggunakan metode ceramah.

Kemudian, catatlah berapa banyak peserta didik yang mampu mendengarkan dengan tekun hingga akhir pelajaran. Berdasarkan teknik tersebut, dapat diklasifikasikan dengan sederhana tipe-tipe siswa yang memiliki style memahami materi yang lebih menonjol.

2. Menggunakan Tugas

Tugas yang diberikan dapat berupa menyatukan bagian-bagian terpisah, misalnya seperti model rumah. melalui metode yang digunakan untuk merangkai model rumah tersebut, dapat diketahui seperti apa gaya belajar yang dimiliki oleh para siswa.

3. Melakukan survey

Untuk dapat mengetahui style siswa dalam mempelajari ilmu, guru dapat melakukan survey atau tes. Dalam hal ini, dapat meminta bantuan dari jasa konsultan maupun psikolog tertentu. Tes yang dilakukan oleh pihak profesional memiliki tingkat akurasi yang tinggi sehingga memudahkan guru untuk mengenali gaya belajar siswanya.

Faktor yang Mempengaruhi Gaya Belajar Peserta Didik

Terdapat beberapa variabel yang mempengaruhi cara peserta didik dalam mempelajari ilmu. Beberapa variabel tersebut di antaranya fisik, sosiologis, emosional, dan lingkungan. Beberapa orang mampu mempelajari ilmu dengan baik dalam kondisi pencahayaan terang.

Namun sebaliknya, ada pula tipe orang yang lebih mudah belajar dalam kondisi pencahayaan redup. Ada golongan orang yang merasa paling baik menyelesaikan pekerjaan secara berkelompok. Ada pula yang cenderung memilih belajar secara mandiri karena lebih efektif.

Beberapa orang memilih mendalami ilmu dengan iringan musik, tapi ada juga yang lebih menyukai suasana sunyi. Terdapat golongan orang yang memilih lingkungan kerja rapi dan teratur. Di samping itu, ada golongan orang yang memilih bekerja dengan menggelar segala perlengkapannya agar lebih mudah terlihat.

Hal-hal yang Mempengaruhi Gaya Belajar

Style mempelajari ilmu dipengaruhi oleh tipe kepribadian dan kebiasaan yang dimiliki peserta didik serta dapat berkembang seiring waktu dan pengalaman. Terdapat beberapa faktor yang menjadi pengaruh dalam gaya belajar peserta didik, di antaranya:

Faktor Internal

Faktor internal dibagi lagi menjadi beberapa klasifikasi, yaitu:

  • Faktor Jasmaniah

Terdapat dua bagian yang mencakup faktor jasmaniah, yaitu kesehatan dan cacat tubuh. Proses mempelajari ilmu dapat terganggu jika kesehatan peserta didik tidak dalam kondisi baik.

Kesehatan tubuh yang buruk juga berdampak pada tubuh cepat lelah, mudah pusing, kurang bersemangat, mudah mengantuk, dan gangguan alat indera serta tubuh. Sementara cacat tubuh merupakan hal yang mengakibatkan tubuh peserta didik kurang sempurna.

Baca :   Download Dokumen 1 Kurikulum 2013 KTSP Revisi 2018

Cacat tubuh dapat berupa tuli, setengah tuli, buta, setengah buta, lumpuh, patah kaki, dan sebagainya. Cacat tubuh ini dapat mempengaruhi kegiatan mempelajari ilmu peserta didik.

  • Faktor Psikologis

Terdapat 7 faktor yang masuk dalam golongan faktor psikologis. Beberapa di antaranya adalah perhatian, intelegensi, bakat, minat, kematangan, motif, dan kesiapan.

  • Faktor Kelelahan

Kelelahan yang dialami manusia meski sukar dipisahkan, tapi dapat dikategorikan menjadi dua jenis, yakni kelelahan jasmani dan kelelahan psikis. Kelelahan jasmani dicirikan dengan daya tahan tubuh yang menurun. Sementara kelelahan psikis ditandai dengan berkurangnya semangat belajar, merasa lesu, dan bosan dalam mempelajari ilmu. Kelelahan ini membuat style mempelajari ilmu tiap orang berbeda.

Faktor Eksternal

Pengaruh eksternal dibagi lagi menjadi beberapa kategori berikut.

  • Faktor Keluarga

Seorang peserta didik yang mempelajari ilmu akan mendapatkan pengaruh dari cara didik orang tua di rumah. selain itu, relasi antara peserta didik dengan anggota keluarga, suasana tempat tinggal, serta kondisi ekonomi juga berpengaruh dalam style mempelajari ilmu.

  • Faktor Sekolah

Beberapa hal yang mempengaruhi adalah metode guru dalam mengajar, kurikulum di sekolah, hubungan guru dengan siswa. Di samping itu, hubungan antar siswa, tata tertib di sekolah, suasana belajar, kondisi gedung, dan beberapa faktor lain juga dapat mempengaruhi. Dari sisi guru, kepribadian dan kemampuan guru juga turut mempengaruhi style mempelajari ilmu siswa.

  • Faktor Masyarakat

Faktor-faktor masyarakat yang juga memberikan pengaruh terhadap style siswa mempelajari ilmu. Faktor-faktor tersebut meliputi mass media, kegiatan siswa dalam masyarakat, bentuk kehidupan di masyarakat, dan teman bergaul peserta didik.

Demikian pembahasan tentang style siswa dalam mempelajari materi. Dengan mengetahui style tersebut, guru dapat memilih metode mengajar seperti apa yang cocok diterapkan di kelas. Dalam hal ini guru dituntut memiliki kreativitas dalam memvariasikan metode belajar dan memilih media pembelajaran.

Dengan demikian, diharapkan perbedaan style siswa dalam mencerna materi dapat diakomodir dengan baik. Namun, dalam praktiknya tidak ada satu metode guru dalam mengajar yang lebih unggul dibandingkan metode lainnya.

DePorter dan Hernacki mengemukakan bahwa memahami gaya belajar yang berbeda dapat membantu guru mendekati hampir atau semua murid. Hal ini terjadi karena informasi disampaikan melalui style yang berbeda-beda.

Dari sisi orang tua, dengan memahami style belajar anak, maka akan lebih mudah dalam memfasilitasi mereka sesuai style masing-masing. Dari sisi peserta didik, mereka dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Hal ini dapat membuat motivasi belajar dan prestasi menjadi meningkat.

You may also like

Leave a Comment