Keterampilan Dasar Mengajar Bagi Guru

by Shara Nurrahmi
0 comment 69 views
Keterampilan Dasar Mengajar Bagi Guru

Keterampilan dasar mengajar atau teaching skill merupakan kompetensi yang harus dikuasai seluruh pengajar. Termasuk di dalamnya seorang guru. Melalui keterampilan dasar mengajar, tugas pokok yang harus dilaksanakan oleh dewan pendidik menjadi bisa terselenggara sebagaimana yang direncanakan. Selain itu, juga menjadi lebih efektif dalam prakteknya di lapangan.

Kemampuan Pokok Dalam Keterampilan Dasar Mengajar

Seorang tenaga pendidik wajib menguasai keterampilan dasar mengajar, termasuk komponen pokok di dalamnya. Hal ini dimaksudkan supaya kegiatan belajar mengajar bisa terlaksana dengan lancar. Adapun dua keterampilan pokok yang menjadi syarat wajibnya, yaitu:

Memahami Sepenuhnya Terkait Materi yang Akan Diajarkan

Dalam kurikulum 2013, mekanisme pembelajaran ditekankan agar siswa senantiasa aktif. Peran guru adalah sebagai fasilitator, bukan pemberi jawaban. Agar dapat melaksanakan tugas yang demikian ini, maka setiap guru harus memahami pokok bahasan yang akan diajarkan. Kesuksesan kegiatan belajar mengajar diawali dengan pemahaman materi sepenuhnya oleh guru.

Mampu Mengimplementasikan Teknik Penyampaian Materi Dengan Benar

Selanjutnya, yang tidak kalah pentingnya yakni seorang guru harus bisa menerapkan model pembelajaran dengan benar. Guru diwajibkan untuk dapat mengimplementasikannya kepada siswa. Semakin baik cara penyampaian yang dilakukan guru, siswa pun menjadi semakin mengerti materi yang diajarkan.

Klasifikasi Keterampilan Dasar Mengajar

Apabila diklasifikasikan, keterampilan dasar mengajar yang penguasaannya merupakan kewajiban dewan pendidik terdiri dari 8 jenis. Mengenai uraian rinci dari keterampilan dasar mengajar tersebut, yaitu:

Baca :   Contoh Soal USBN IPS Tingkat SD dan Jawaban

1. Kompetensi Dalam Menjelaskan

Pada dasarnya, pokok bahasan yang ada harus bisa disajikan dengan baik kepada siswa. Dalam penyajiannya, materi pembelajaran diharuskan bersifat sistematis, sesuai dengan urutan yang telah ditentukan. Layaknya sebuah tata jenjang (hierarki), antara materi yang satu dengan yang lain tidak boleh dibolak-balik dalam penyampaiannya.

Pengajar pun harus memperhatikan mengacu pada prinsip-prinsip tertentu ketika menjelaskan, yakni:

  • Penyampaian materi harus sejalan dengan kompetensi serta ciri khas peserta didik yang diajar.
  • Dalam memaparkan, siswa harus diberi kesempatan untuk bertanya mengenai materi yang belum dipahami.
  • Seorang guru memiliki kewajiban untuk memahami materi pembelajaran yang dijelaskan.
  • Guru sebaiknya memberi contoh konkret dari materi yang dijelaskan, sehingga siswa lebih memahami esensinya.

Selanjutnya, komponen yang wajib diperhatikan ketika menerangkan bahan pembelajaran adalah:

  • Menggunakan bahasa Indonesia sejalan dengan kaidah yang ada.
  • Di akhir, kesimpulan harus ada.
  • Memakai ilustrasi nyata saat memaparkan materi.
  • Guru melakukan pengecekan terhadap penerimaan materi oleh peserta didik melalui pertanyaan evaluasi.

2. Kemampuan Bertanya

Aktivitas bertanya menjadi kegiatan pokok yang ada dalam petunjuk pelaksanaan kurikulum 2013. Yang mana guru harus bisa memberikan pertanyaan kepada siswa guna memancing mereka untuk berpikir kritis. Melalui pertanyaan dari guru, peserta didik akan berpikir untuk memecahkannya dengan jawaban yang paling tepat.

Keterampilan bertanya tentu mempunyai tujuan khusus, yakni:

  • Mendorong siswa untuk aktif dalam pembelajaran.
  • Mengasah kompetensi peserta didik dalam menyampaikan pendapat.
  • Mencapai poin-poin yang terdapat dalam tujuan pembelajaran.

Acuan dalam kompetensi bertanya:

  • Fokus pada satu permasalahan atau topik tertentu.
  • Berbentuk padat, jelas, dan singkat menggunakan kata-kata yang mudah dipahami.
  • Pendistribusian pertanyaan dilakukan secara merata kepada siswa.

3. Kemampuan Memanfaatkan Variasi Stimulus

Hal ini menunjukkan bahwa teknik pembelajaran yang digunakan oleh seorang guru dimaksudkan untuk memberikan stimulus pada peserta didik. Dengan begitu, suasana dari proses belajar mengajar menjadi kondusif, nyaman, dan menarik, sehingga pembelajaran berjalan secara optimal.

Baca :   Pengertian Metode Pembelajaran Tutor Sebaya

Adapun variasi yang bisa digunakan dalam kegiatan belajar mengajar, antara lain:

  • Pola interaksi bertajuk multi arah. Guru menerangkan, siswa memberikan feedback atau respon.
  • Pemanfaatan media pembelajaran yang aplikatif.
  • Pemakaian metode belajar inovatif.

Prinsip yang harus menjadi acuan:

  • Variasi yang digunakan tidak boleh berlebihan, sehingga materi tersampaikan seutuhnya.
  • Peralihan dari variasi satu ke jenis berikutnya harus dilakukan dengan efektif.
  • Pertimbangan mengenai karakter peserta didik sebelum menerapkan variasi belajar.

4. Keterampilan Untuk Menguatkan

Yang dimaksudkan dari memberi penguatan disini berarti tanggapan terhadap suatu perilaku tertentu, sehingga kualitasnya semakin meningkat di masa mendatang. Tujuannya, untuk menumbuhkan inisiatif pribadi siswa, menarik peserta didik untuk berpikir dengan benar, serta mengubah sikap negatif menjadi positif. Prinsip yang harus dipegang:

  • Menciptakan kesan positif dari peserta didik.
  • Menghindari tanggapan yang bersifat negatif.
  • Dilaksanakan dengan dilandasi prinsip hangat, juga semangat.

5. Kompetensi Terkait Pembukaan dan Penutupan Pembelajaran

Dalam membuka pembelajaran, guru harus mengkondisikan siswa supaya siap memperoleh pelajaran. Ketika guru membuka kelas, siswa harus mengerti apa saja tujuan yang akan dituntaskan, sekaligus tahapan yang akan dijalani.

Kemudian, kompetensi menutup kegiatan belajar merupakan  kecakapan guru untuk mengakhiri kegiatan belajar. Dapat diisi dengan penarikan kesimpulan dari pokok bahasan yang diajarkan dan evaluasi terhadap pemahaman siswa.

Tujuan dari keterampilan ini adalah untuk meningkatkan minat serta perhatian dari siswa mengenai materi yang akan dibahas. Juga menciptakan situasi yang kondusif melalui kesiapan peserta didik menerima pelajaran.

Pedoman kompetensi membuka dan menutup kegiatan pembelajaran:

  • Saat membuka pembelajaran, guru harus mampu menciptakan makna yang baik melalui cara yang relevan agar tujuan tersampaikan.
  • Melakukan pengenalan terhadap materi yang akan diajarkan dengan mengaitkannya terhadap pengetahuan yang sudah dimiliki siswa.
Baca :   Tata Krama Siswa: Pengertian, Perwujudan, Komunikasi dan Jenis-Jenis

6. Kemampuan Mengajar Kelompok Kecil dan Siswa Perseorangan

Kelompok kecil terdiri dari 3 sampai lima orang yang disusun untuk saling berdiskusi. Guru harus bisa membentuk pemahaman yang seragam dari semua orang dalam kelompok ini. Tujuannya, agar kegiatan pembimbingan bisa diselenggarakan secara optimal sama dengan yang direncanakan

7. Kompetensi Dalam Mengelola Kelas

Artinya, seorang guru harus dapat mewujudkan suasana kondusif dalam belajar sekaligus mempertahankannya. Tujuan dari kompetensi mengelola kelas, yaitu:

  • Mereduksi hambatan serta pelanggaran terkait kedisiplinan yang menghambat interaksi dalam pembelajaran.
  • Mempertahankan kondisi stabil dalam kelas, sehingga gangguan bisa diminimalisir.
  • Memberikan pelayanan serta pembimbingan siswa dengan karakter yang berbeda.
  • Melakukan pengaturan terhadap seluruh kelengkapan yang mendukung perkembangan intelektual, emosional, dan sosial siswa.

Prinsip yang digunakan sebagai acuan untuk mengelola kelas, yakni:

  • Keluwesan, melalui penambahan strategi pembelajaran ketika dibutuhkan.
  • Disiplin, memotivasi peserta didik untuk selalu mengimplementasikan sikap disiplin.
  • Penekanan pada hal positif, sehingga konsentrasi terhadap hal negatif bisa dihindari.

Yang harus dihindari dari kegiatan pengelolaan kelas adalah ketidaktepatan dalam memulai serta mengakhiri pembelajaran, terlalu bertele-tele, dan pengulangan penjelasan yangs seharusnya tidak perlu disampaikan.

8. Keterampilan Membimbing Diskusi Dalam Kelompok Kecil

Tujuan dari diskusi kelompok kecil adalah untuk meningkatkan pemahaman siswa dalam mengkaji topik tertentu. Mereka pun bisa saling bertukar pemikiran. Agar kegiatan diskusi dapat berjalan dengan baik, dibutuhkan peran guru untuk mengarahkan jalannya diskusi.

Prinsip yang harus menjadi acuan:

  • Menciptakan suasana diskusi menjadi menarik.
  • Memberikan waktu kepada siswa untuk saling berdiskusi.
  • Membimbing siswa dalam diskusi.

Ketika seorang guru memahami mengenai keterampilan dasar mengajar, maka materi bisa disampaikan dengan baik. Tidak hanya persoalan materi, melainkan mengenai teknik penyampaiannya pula. Melalui keterampilan dasar mengajar, guru dapat mengimplementasikan teknik dan model pembelajaran yang benar sesuai standar. Dengan demikian, tingkat pemahaman siswa pun meningkat.

You may also like

Leave a Comment