Lapisan Litosfer: Pengertian, Penyusun dan Manfaatnya

by Trianilus
0 comment 81 views
Lapisan Litosfer: Pengertian, Penyusun dan Manfaatnya

Bumi memiliki berbagai lapisan yang menunjang kehidupan dan aktivitas makhluk hidup di atasnya, salah satunya ialah lapisan litosfer. Apa itu lapisan litosfer? Secara umum, lapisan litosfer merupakan lapisan kulit terluar bumi di mana manusia dan makhluk hidup lainnya menjalani aktivitasnya.

Untuk mengetahui lebih lanjut, mari kita mengenal lebih dekat apa itu lapisan litosfer, mulai dari pengertian, komponen penyusun dan manfaatnya bagi kehidupan manusia. Simak ulasan berikut ini.

Pengertian Lapisan Litosfer

Kata litosfer berasal dari bahasa Yunani, yakni lithos yang berarti berbatu dan sphere yang berarti lapisan. Jika dua kata tersebut digabungkan, maka kita dapat menyebut litosfer merupakan lapisan berbatu.

Memang, sebagian besar komponen penyusun litosfer adalah bebatuan dan mineral. Litosfer memiliki ketebalan sekitar 50 hingga 100 kilometer. Hal ini menunjukkan bahwa litosfer merupakan lapisan bumi yang paling tipis.

Adapun letak litosfer ialah berada pada lapisan bumi yang paling luar. Oleh karena itu, litosfer juga sering kali disebut lapisan kulit bumi.

Jadi, secara luas, pengertian litosfer adalah lapisan bumi yang paling luar yang memiliki komponen penyusun bebatuan dan mineral dengan ketebalan sekitar 50 hingga 100 kilometer.

Struktur litosfer cenderung awet dari waktu ke waktu. Bahkan, litosfer disebut-sebut sebagai lapisan yang paling kuat dari struktur bumi. Hal ini tak lain disebabkan letaknya yang berada di bagian paling luar bumi.

Baca :   Mengenal Momentum dan Impuls dalam Fisika

Komponen Penyusun Litosfer

Komponen Penyusun Litosfer

Sebagaimana dijelaskan di atas, sebagian besar komponen penyusun litosfer adalah bebatuan. Adapun bebatuan yang dimaksud terdiri dari batuan beku, sedimen dan metamorf.

Berikut penjelasan lengkap terkait batuan beku, sedimen dan metamorf:

1. Batuan beku

80 persen batuan yang ada di litosfer adalah batuan beku. Batuan beku merupakan batuan yang terbentuk dari magma yang membeku, baik ekstrusi magma maupun intrusi magma. Batuan ini terbagi menjadi tiga jenis, yakni batuan beku luar, batuan beku dalam dan batuan beku korok.

a. Batuan beku luar

Batuan beku luar merupakan batuan yang terbentuk akibat pergerakan ekstrusi magma. Batuan ini disebut juga batuan vulkanik. Adapun contoh dari batuan beku luar di antaranya obsidian, andesit, diorit dan basalt.

b. Batuan beku dalam

Batuan beku dalam merupakan batuan yang terbentuk di bawah permukaan litosfer. Batuan ini disebut juga batuan abisik atau plutonik. Adapun contoh dari batuan beku dalam di antaranya gabro, diorit dan granit.

c. Batuan beku korok

Batuan beku korok merupakan batuan yang terbentuk di antara dapur magma dan litosfer. Oleh karena itu, batuan ini disebut juga batuan gang (gang di sini berarti lorong di antara dapur magma dan litosfer). Adapun contoh dari batuan beku korok di antaranya profit diorit, profit granit dan liparit.

2. Batuan sedimen

Batuan berikutnya yang menjadi penyusun litosfer adalah batuan sedimen. Batuan sedimen merupakan batuan yang terbentuk dari batuan baku atau zat-zat lain yang mengalami sedimentasi atau pengendapan dan mengeras. Berdasarkan proses terbentuknya, batuan sedimen terbagi menjadi tiga jenis, yakni:

a. Batuan sedimen klastis

Batuan sedimen klastis merupakan batuan sedimen yang terbentuk karena pelapukan pada pecahan batuan beku atau mineral lainnya. Pecahan ini mengalami proses pengendapan di tempat tertentu, yang kemudian mengeras. Adapun contoh dari batuan sedimen klastis di antaranya batu pasir, kapur, breksi dan konglomerat.

Baca :   Pengertian Gelombang dan Sifat-sifatnya

b. Batuan sedimen organis

Batuan sedimen organis merupakan batuan sedimen yang terbentuk akibat pengendapan sisa-sisa makhluk hidup di tempat tertentu, misalnya sisa-sisa bangkai binatang yang tertimbun di dasar laut. Adapun contoh dari batuan sedimen organis di antaranya batu karang, fosil dan batu bara.

c. Batuan sedimen kimia

Batuan sedimen kimia merupakan batuan sedimen yang terbentuk dari batuan beku atau mineral yang mengalami pengendapan kimiawi. Contoh batuan sedimen kimia adalah stalagmite dan stalaktit yang terbentuk dari pengendapan kimiawi air pada dinding-dinding gua. Ya, stalagmite dan stalaktit dapat Anda temui di gua-gua.

Di samping itu, batuan sedimen juga terbagi menjadi tiga jenis jika dilihat berdasarkan tempat terjadinya, yakni:

a. Batuan sedimen marine

Batuan sedimen marine merupakan batuan sedimen yang proses pengendapannya terjadi di laut. Contohnya adalah lumpur biru dan lumpur merah di pantai.

b. Batuan sedimen lakustre

Batuan sedimen lakustre merupakan batuan sedimen yang proses pengendapannya terjadi di danau. Contohnya adalah tanah liat danau dan tuf danau.

c. Batuan sedimen kontinental

Sama seperti batuan sedimen marine, prose pengendapan batuan sedimen kontinental juga terjadi di laut. Contohnya adalah tanah los dan tanah gurun pasir.

3. Batuan metamorf

Selain batuan beku dan sedimen, litosfer juga tersusun oleh batuan metamorf. Batuan metamorf merupakan batuan beku atau batuan sedimen yang mengalami metamorfosis atau perubahan karena tekanan dan suhu yang sangat tinggi. Berdasarkan proses terbentuknya, batuan metamorf terdiri dari tiga jenis, yakni:

a. Batuan metamorf dinamo

Batuan metamorf dinamo merupakan batuan metamorf yang terbentuk akibat tekanan tinggi disertai panas dan tumbukan. Contohnya adalah batu sabak.

Baca :   Jenis Penyakit pada Sistem Peredaran Darah Manusia

b. Batuan metamorf kontak

Batuan metamorf kontak merupakan batuan metamorf yang terbentuk secara berurutan akibat suhu tinggi yang disebabkan batuan berdekatan dengan magma aktif. Contohnya adalah batu marmer yang dapat Anda temui di Tulung Agung, Jawa Timur.

c. Batuan metamorf kontak pneumalitis

Batuan metamorf kontak pneumalitis merupakan batuan metamorf yang terbentuk akibat adanya zat-zat lain yang masuk ke dalam batu selama proses perubahan. Contohnya adalah batu kuarsa.

Manfaat Litosfer Bagi Kehidupan Manusia

Litosfer yang juga disebut lapisan kulit bumi ini memiliki banyak manfaat yang menguntungkan bagi kehidupan manusia di bumi. Apa saja manfaatnya?

Berikut manfaat litosfer bagi kehidupan manusia:

  1. Litosfer merupakan tempat manusia melakukan aktivitasnya;
  2. Batuan-batuan yang menjadi komponen penyusun litosfer dapat dimanfaatkan untuk pemenuhan kebutuhan industri, seperti besi dan alumunium;
  3. Bantuan-batuan litosfer juga bisa digunakan perhiasan dan berbagai aksesoris, seperti emas, perak, intan dan mineral;
  4. Litosfer yang menyimpan banyak cadangan minyak bumi dan batu bara dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi;
  5. Kandungan uranium yang terdapat di dalam litosfer (walau jumlahnya sangat sedikir) dapat dimanfaatkan sebagai bahan peledak;
  6. Kadungan nitrogen dan fosfat yang terdapat pada lapisan kulit bumi ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pupuk atau penyubur tanaman;
  7. Litosfer merupakan tempat air tawar disimpan, yang mana sebagian besar ada di bawah tanah, sungai, danau dan sungai bawah tanah. Air ini bermanfaat untuk kebutuhan hidup manusia.
  8. Litosfer yang digabungkan dengan hidrosfer dan atmosfer akan memainkan peran penting dalam pertumbuhan tanaman dan hewan dalam hal pemenuhan nutrisi. Tanaman dan hewan ini dapat dijadikan sumber makanan untuk manusia.

Itulah ulasan lengkap tentang lapisan litosfer mulai dari pengertian, komponen penyusun dan manfaatnya bagi kehidupan manusia. Semoga ulasan ini dapat memberikan pengetahuan dan wawasan baru bagi kita semua.

You may also like

Leave a Comment