Latar Belakang Sejarah Terjadinya Perang Dunia 1

by Trianilus
0 comment 116 views
Latar Belakang Sejarah Terjadinya Perang Dunia 1

Tidak masalah seberapa banyak kebohongan yang kamu buat, tetapi yang penting adalah bagaimana kamu membuat kebohongan itu menjadi kenyataan.

Adolf Hitler

Anda sudah tahu sejarah perang dunia 1? Perang dunia 1 disebut-sebut sebagai perang yang paling destruktif (atau merusak) dalam sejarah modern. Sebab, dalam peperangan yang mengerikan itu, sebanyak hampir 10 juta serdadu tewas. Lebih lanjut, sebanyak 21 juta orang mengalami luka-luka akibat perang ini. Dan diperkirakan sebanyak 13 juta warga sipil (non-militer) tewas di peperangan ini.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai perang dunia 1, yuk kita simak ulasan berikut ini. Dalam ulasan berikut ini, Anda akan mendapatkan pengetahuan mengenai sebab-sebab, latar belakang hingga kerugian akibat terjadinya perang dunia 1. Langsung saja, kita bahas satu per satu. Yuk, simak dengan seksama.

Sebab-sebab Terjadinya Perang Dunia 1

Sebelum menuju ke latar belakang perang dunia 1, Anda harus mengetahui terlebih dahulu sebab-sebab dari perang ini. Sebab-sebab terjadinya perang dunia 1 diklasifikasikan menjadi dua, yakni sebab khusus dan sebab umum.

Sebab khusus berkaitan dengan terbunuhnya sang putra mahkota Austria bernama Franz Ferdinand pada 28 Juni 1914. Sedangkan sebab umum berkaitan dengan berkembangnya industrialisasi dan militer di negara-negara Eropa. Berikut ulasan lebih lengkap mengenai sebab-sebab terjadinya perang dunia 1.

1. Sebab Khusus

Ilustrasi terbunuhnya putra mahkota Austria Franz Ferdinand

Ilustrasi terbunuhnya putra mahkota Austria Franz Ferdinand

Secara khusus, meletusnya perang dunia 1 disebabkan oleh aksi pembunuhan sang putra mahkota Austria, Franz Ferdinand pada 28 Juni 1914. Pembunuhan ini dilakukan oleh Gavrilo Principle di ibu kota Bosnia Herzegovina, Sarajevo. Gavrilo Principle sendiri merupakan anggota kelompok nasionalis Slavia yang memiliki markas pusat di Serbia.

Karena pembunuhan ini, muncullah pertentangan antar negara yang disusul dengan pernyataan perang. Satu bulan kemudian, tepatnya pada 28 Juli 1914, Austria menyatakan perang terhadap Serbia. Hal ini dikarenakan Serbia tidak menggubris ultimatum dari Austria yang terkenal dengan nama ‘Ultimatum Hasbburg’. Adapun isi ultimatum tersebut adalah meminta Serbia menyerahkan pembunuh sang putra mahkota Austria dalam waktu dekat.

Rusia yang merasa berkepentingan dengan wilayah Balkan, segera membantu Serbia untuk melawan Austria. Austria sendiri memiliki sekutu Jerman untuk membantunya melakukan serangan ke Serbia.

Pada 30 Juli 1914, Rusia melontarkan ultimatum meminta Austria menarik pasukannya yang berada di Serbia. Ultimatum itu tidak digubris. Sekutu Austria, Jerman justru menyatakan perang terhadap Rusia pada 1 Agustus 1914.

Lebih lanjut, sekutu Rusia, yakni Prancis dan Inggris turut membantunya dalam melawan Jerman dan Austria. Prancis dan Inggris kemudian menyatakan perang terhadap Jerman pada 4 Agustus 1914.

Dengan adanya ultimatum dan pernyataan perang dari beberapa negara ini, perang dunia pun meletus. Dengan kata lain, perang, dalam waktu singkat, telah meluas ke seluruh Eropa.

2. Sebab Umum

Selain sebab khusus, meletusnya perang dunia 1 juga terjadi karena sebab umum. Ada dua faktor yang mempengaruhi perang dunia 1 jika dilihat dari sebab umum, yakni industrialiasi yang semakin bekembang dan sektor militer di negara-negara Eropa yang mulai menunjukkan kemajuan.

Sejumlah negara di Eropa, yaitu Rusia, Prancis, Jerman, Belanda, Italia dan Austria saling berlomba-lomba di bidang pengembangan industri. Oleh karena itu, mereka saling berebut sumber bahan baku industri, wilayah pemasaran dan tempat untuk menanamkan kelebihan modal di negara-negara jajahan. Ya, saat itu, negara-negara jajahan dijadikan ajang rebutan bagi negara-negara Eropa.

Persenjataan canggih pada perang dunia I

Persenjataan canggih pada perang Dunia I

Keadaan menjadi semakin panas seiring dilakukannya pengembangan militer secara besar-besaran oleh negara-negara Eropa. Setiap negara Eropa memperkuat militernya dengan peralatan canggih, dan bahkan menerapkan wajib militer untuk rakyatnya. Saat itulah, negara-negara Eropa saling bersaing membuat senjata-senjata militer baik dalam segi kualitas maupun kauntitas.

Baca :   Biografi Nikola Tesla & Fakta Kehidupannya

Lebih lanjut, negara-negara Eropa kemudian membentuk persekutuan yang terbagi menjadi dua. Pertama, persekutuan Blok Entente yang terdiri dari Inggris, Prancis, Serbia dan Rusia. Kedua, persekutuan Blok Sentral yang terdiri dari Jerman dan Austria. Ya, perang dunia 1 dapat dikatakan sebagai perang antara persekutuan Blok Entente melawan persekutuan Blok Sentral.

Latar Belakang Sejarah Perang Dunia 1

Perang dunia 1 berlangsung dari 28 Juli 1914 hingga 11 November 1918. Perang diawali dari pertikaian antara Austria dan Serbia. Kemudian, perang semakin meluas karena sekutu-sekutu dari kedua negara tersebut turut membela. Bagaimana cerita lengkapnya? Yuk simak ulasan ini hingga tuntas.

Terbunuhnya Putra Mahkota Austria

Pada 28 Juni 1914, sang putra mahkota Austria, Franz Ferdinand dibunuh saat melakukan kunjungan negara ke ibu kota Bosnia Herzegovina, Sarajevo. Adalah Gavrilo Principle yang membunuh Ferdinand. Gavrilo Principle adalah anggota kelompok nasionalis Slavia yang memiliki markas pusat di Serbia. Ia merupakan bagian dari kelompok teroris Bosnia yang berhubungan dengan Black Hand.

Perlu Anda ketahui, Black Hand adalah perkumpulan rahasia yang revolusioner di Serbia. Kelompok ini memiliki semboyan ‘Union or Death’ (Uni atau Mati). Kolonel Apis Dimitrievich yang merupakan kepala seksi (Intelligence) dari Staf Umum tentara Serbia menjadi pemimpin kelompok ini. Adapun misi utama dari Black Hand adalah teror dan pembunuhan.

Kembali ke cerita. Gavrilo saat itu melepaskan dua tembakan dalam jarak dekat ke mobil sang putra mahkota Austria. Tidak hanya Ferdinand, istrinya juga terbunuh dalam peristiwa tersebut. Dengan membunuh sang putra mahkota Austria, Gavrilo dan kawan-kawan berharap timbul ketegangan di Kekaisaran Hapsburg.

Ilustrasi terbunuhnya putra mahkota Austria Franz Ferdinand

Ilustrasi terbunuhnya putra mahkota Austria Franz Ferdinand

Austria betul-betul marah dan ingin menyatakan perang dengan Serbia. Namun, Austria membutuhkan persetujuan dari sekutunya, yakni Jerman. Jerman pun merespons dengan cepat, ia menyetujui Austria mengangkat senjata melawan Serbia. Kedua negara itu pun menginginkan serangan yang cepat agar Serbia kewalahan sebelum negara-negara lain ikut campur dalam perang ini.

Pada 23 Juli 1914, Austria melontarkan ultimatum kepada Serbia, yang salah satunya berisi tuntutan penyelidikan si pembunuh sang putra mahkota. Austria meminta Serbia merespons ultimatumnya dalam waktu 40 jam.

Serbia pun dengan cepat menjawab ultimatum tersebut. Serbia setuju dengan semua tuntutan Austria kecuali satu hal. Ialah Serbia tidak akan memberikan izin kepada Austria memasuki wilayahnya untuk menyelediki pembunuhan tersebut.

Terbentuknya Blok Sentral & Blok Entente

Merespons penolakan itu, Austria, pada 28 Juli 1914 menyatakan perang terhadap Serbia. Seiring berjalannya waktu, perang menjadi besar karena para sekutu turut membantu kedua negara tersebut. Austria dibantu oleh Jerman yang membentuk persekutuan Blok Sentral. Sementara Serbia dibantu oleh Inggris, Prancis dan Rusia yang membentuk persekutuan Blok Entente.

Peta persekutuan Blok Sentral & Blok Entente WWI

Peta persekutuan Blok Sentral & Blok Entente WWI

Jerman yang membantu Austria pun menyatakan perang terhadap Prancis. Tepatnya pada tanggal 4 Agustus 1914, Jerman menerobos Belgia untuk melancarkan serangan ke Prancis. Inggris dan Rusia tak ingin tinggal diam, ia bantu Prancis dalam perang melawan Jerman itu. Dengan demikian, selain Austria dan Serbia, terdapat empat negara Eropa yang juga terlibat perang.

Baca :   Sejarah Perang Salib 2: Latar Belakang-Puncak Perang

Lebih lanjut, perang Austria melawan Serbia hanya dijadikan empat negara tersebut sebagai ‘alasan’ untuk saling membalaskan dendam. Di samping itu, keempat negara itu juga memanfaatkan kesempatan ini sebagai ajang saling menunjukkan kekuatan.

Perang kemudian terjadi di dua front, yakni di front timur dan front barat. Jerman yang hanya ‘sendirian’ tak gentar menghadapi serangan dari Prancis dan Rusia. Di front timur, Jerman menghadapi Rusia. Sedangkan di front barat, Jerman menghadapi Prancis. Saat itu, Jerman memutuskan untuk menumbangkan Prancis terlebih dahulu sebelum membidik Rusia.

Pada September 1914, Jerman sudah masuk ke sungai Marne dan menebar ancaman ke Paris. Ancaman Jerman kemudian dibalas dengan perlawanan sengit dari Prancis. Di sisi lain, Jerman harus menghadapi Rusia yang sudah masuk ke Prusia (wilayah perbatasan antara Jerman dan Rusia).

Jerman saat itu dapat dikatakan sudah terkepung. Sebab, Prancis dapat menahan serangan Jerman di sungai Marne. Sementara Rusia masih bisa tetap bertahan di Prusia. Pasukan perang kedua belah pihak pun mengambil posisi dalam parit-parit perlindungan yang memanjang sejauh 78 km dari laut Utara hingga perbatasan Swiss.

Seiring berjalannya waktu, perang antara Inggris, Prancis dan Rusia melawan Jerman mulai melambat. Ketiga negara itu memanfaatkan keadaan untuk memperkuat diri di luar Eropa dengan memperluas daerah jajahannya. Inggris dan Prancis pun memasuki daerah jajahan Jerman di Kamerun, Togoland dan Afrika Timur. Inggris dan Prancis melancarkan serangan ke daerah jajahan Jerman tersebut.

Nasib buruk kembali menimpa Jerman. Di Asia Pasifik, daerah jajahan Jerman di Karolina, Mariana dan Kepulauan Marshall telah dikuasai (atau diambil alih) oleh Jepang.

Amerika Ikut Terlibat

Amerika ikut bergabung dalam perang dunia I

Amerika ikut bergabung dalam perang Dunia I

Pada 31 Januari 1917, Jerman melancarkan serangan besar-besaran kepada Inggris melalui perang kapal selam. Melalui perang ini, Jerman menenggelamkan 5 kapal dagang dan kapal penumpang Amerika Serikat. Padahal, Amerika saat itu tidak terlibat perang. Namun, pada akhirnya Amerika menyatakan perang terhadap Jerman pada 10 April 1917 karena peristiwa penenggelaman kapal tersebut.

Keterlibatan Amerika dalam perang ini pun memberikan keuntungan bagi Blok Entente. Di sisi lain, Blok Sentral juga mendapatkan keuntungan dari peristiwa revolusi buruh di Rusia.

Rusia saat itu (pada awal tahun 1917) dalam keadaan kisruh. Pada Februari 1917, pengelolaan perang yang tidak bagus oleh pemerintah Tsar mengakibatkan munculnya pemberontakan yang meluas dalam revolusi buruh. Revolusi ini pun berhasil menggulingkan kekuasaan Kaisar Nicolas II. Hal inilah yang membuat Blok Sentral mendapatkan keuntungan.

Namun, sejak Amerika mulai masuk ke benua Eropa pada tahun 1918, Blok Sentral mulai kewalahan. Pasukan perang Blok Entente memukul mundur pasukan perang Jerman di sungai Marne. Blok Entente pun terus merangsek maju ke garis pertahanan Jerman di Front Barat. Akibatnya, Blok Sentral mulai menyerah.

Jerman digempur habis-habisan oleh Amerika dan kawan-kawan. Akibatnya, pasukan Jerman mulai rontok dan rakyatnya menderita kelaparan. Lebih lanjut, Jerman juga mengalami masalah internal, yakni meletusnya pemberontakan rakyat di negara tersebut. Gerakan-gerakan kelompok komunis di Munchen pada akhirnya menggulingkan kekaisaran Wilhelm II, sehingga terbentuklah negara republik.

Jerman Menyerah

German surrender

Pada akhirnya, perang dunia 1 berakhir pada 11 November 1918. Pada 28 Juni 1919 Jerman ‘dipaksa’ untuk menyerahkan 13 persen wilayahnya dan membatasi angkatan perangnya melalui Perjanjian Versailles.

Baca :   Sejarah Perang Salib 3: Latar Belakang-Akhir Perang

Perjanjian Versailles adalah perjanjian damai yang secara resmi mengakhiri perang dunia 1 antara Jerman dan Blok Entente. Setelah 6 bulan bernegosiasi melalui Konferensi Perdamaian Paris, perjanjian ini akhirnya disetujui oleh seluruh pihak, termasuk Jerman.

Satu hal penting dari Perjanjian Versailles adalah Jerman bersedia bertanggung jawab penuh sebagai penyebab peperangan. Jerman dituntut melakukan perbaikan fasilitas-fasilitas di negara-negara tertentu sebagai akibat dari perang.

Melalui Perjanjian Versailles, Jerman harus memenuhi beberapa hal, yakni menyerahkan sebagian wilayahnya ke sejumlah negara tetangganya. Jerman juga harus melepaskan koloni seberang lautan dan Afrika. Jerman pun harus melakukan pembatasan pasukan militer yang diharapkan ke depannya tidak akan terjadi peperangan lagi.

Perjanjian Versailles juga menciptakan keadaan menjadi lebih kondusif karena didirikannya Liga Bangsa-Bangsa (LBB). LBB ini memainkan peran sebagai ‘penengah’ dalam konflik-konflik internasional sehingga dapat mencegah terjadinya kembali peperangan antar negara.

Namun, di sisi lain, tidak sedikit warga Jerman yang menganggap perjanjian Versailles sebagai penghinaan atas kekalahan Jerman di perang dunia 1.

Berikut adalah isi dari Perjanjian Versailles secara lengkap:

  • Jerman menyerahkan Alsace-Lorraine kepada Perancis;
  • Jerman kehilangan semua daerah jajahannya yang diambil alih oleh Jepang, Perancis dan Inggris;
  • Angkatan perang Jerman dikurangi (atau diperkecil);
  • Jerman wajib membayar ganti rugi perang senilai 132 miliar mark (satuan mata uang Jerman) emas;
  • Inggris menguasai kapal perang dan kapal dagang milik Jerman;
  • Sekutu menduduki daerah Jerman bagian barat, Sungai Rhijn (Rhein) selama 15 tahun.

Kerugian Akibat Perang Dunia 1

Kerusakan yang di timbulkan perang Dunia I

Kerusakan yang di timbulkan perang Dunia I

Perang dunia 1 telah membuat banyak kerugian di berbagai bidang. Di bidang sosial, perang ini merenggut korban jiwa yang sangat banyak.

23 Juta Jiwa Melayang

Ya, perang dunia 1 menewaskan hampir sepuluh juta serdadu dalam pertempuran. Sementara  yang terluka dalam pertempuran diperkirakan mencapai 21 juta orang. Jumlah ini jauh lebih banyak dari jumlah kematian militer di seluruh perang pada 100 tahun sebelumnya. Tidak heran, jika perang dunia 1 disebut sebagai perang paling merusak dalam sejarah modern.

Pada 1 Juli 1916, adalah tanggal dengan korban jiwa terbanyak dalam satu hari. Militer Inggris diperkirakan tumbang hingga 57 ribu jiwa. Adapun Rusia dan Jerman menderita jumlah kematian militer terbanyak saat itu, yakni sekitar 1.773.700 jiwa untuk Rusia dan sekitar 1.700.000 jiwa untuk Jerman.

Di samping itu, perang dunia 1 juga menewaskan warga sipil atau non-militer. Adapun jumlahnya, menurut para pakar, mencapai 13 juta jiwa.

Jumlah kematian penduduk militer maupun non-militer kemudian melesat jauh setelah wabah flu Spanyol merebak ke seluruh dunia. Ya, flu Spanyol saat ini menjadi wabah influenza yang paling mematikan dalam sejarah.

Krisis Ekonomi

Perang dunia 1 juga menjadi penyebab terjadinya krisis ekonomi. Kemiskinan merajalela karena tenaga manusia tercurah untuk keperluan perang. Warga yang negaranya berperang pun kehilangan tempat tinggal. Perang mengerikan ini juga membuat industri-industri di berbagai negara over produksi. Hal ini disebabkan perdagangan internasional terhenti sehingga distribusi barang macet.

Perang dunia 1 juga membuat kekacauan pembayaran. Saat itu, terjadi perbedaan nilai mata uang yang sangat besar antara Jerman dan Austria terhadap dolar Amerika (USD). Bahkan, pada puncak krisisnya, mata uang Jerman betul-betul sangat lemah di mata dolar Amerika, yakni 4.000.000.000 Mark jerman sama dengan 1 USD.

Kerusakan yang Sangat Besar

Di samping itu, perang dunia 1 juga telah merusak berbagai sarana dan pra-sarana fisik maupun non-fisik. Industri di Eropa mengalami kemunduran. Angka pengangguran pun meningkat di mana-mana. Sektor pertanian ikut ‘hancur’ sehingga mengakibatkan kepalaran di mana-mana.

Itulah ulasan tentang latar belakang sejarah perang dunia 1 dan kerugian yang terjadi akibat peperangan tersebut. Semoga ulasan ini memberikan pengetahuan dan wawasan baru untuk Anda.

You may also like

Leave a Comment