Latar Belakang Sejarah Terjadinya Perang Dunia 2

by Trianilus
0 comment 108 views
Latar Belakang Sejarah Terjadinya Perang Dunia 2

Jangan pernah mengatakan kepada orang lain bagaimana cara melakukan sesuatu. Sebutkan saja apa yang harus dilakukan. Niscaya mereka akan mengejutkan Anda dengan kemampuannya.

George S. Patton

Anda sudah tahu bagaimana latar belakang sejarah perang dunia 2? Negara-negara mana yang terlibat dalam perang dunia 2? Dan seperti apa akhir dari perang dunia 2?

Anda akan menemukan jawaban dari ketiga pertanyaan tersebut melalui penjelasan berikut ini. Yuk, simak dengan seksama.

Perang dunia 2 dapat dikatakan sebagai lanjutan dari perang dunia 1. Jerman yang mengalami kekalahan telak di perang dunia 1 melakukan balas dendam di perang dunia 2. Sebagai pihak yang kalah, Jerman saat itu harus membayar ganti rugi perang dan menyerahkan 13 persen wilayahnya ke sejumlah negeri, seperti Perancis dan Sekutu. Di samping itu, Jerman juga harus membatasi angkatan perangnya, dengan harapan tidak akan terjadi peperangan lagi ke depannya. Kesemuanya itu diatur dalam Perjanjian Versailles.

Adalah Adolf Hitler, pemimpin Jerman tak mengindahkan Perjanjian Versailles. Hitler membangkitkan Jerman dan mulai melakukan balas dendam ke Perancis. Kota Danzig, Polandia menjadi sasaran pertama penyerbuan Jerman, yakni tepatnya pada 1 September 1939. Pada tanggal inilah perang dunia 2 dimulai.

Untuk mengetahui lebih lanjut, simak penjelasan tentang sejarah perang dunia 2 berikut ini.

Sebab-sebab Terjadinya Perang Dunia 2

Sebab-sebab perang dunia 2 diklasifikasikan menjadi dua, yakni sebab khusus dan sebab umum. Sebab khusus berkaitan dengan penyerbuan Jerman terhadap Polandia, tepatnya di Kota Danzig. Sementara sebab umum berkaitan dengan negara-negara Eropa yang saling berlomba memperkuat sektor militernya dan adanya politik aliansi.

Berikut penjelasan lebih lengkap mengenai sebab-sebab terjadinya perang dunia 2.

1. Sebab Khusus

Jerman menyerang kota Danzig

Jerman menyerang kota Danzig

Secara khusus, perang dunia 2 meletus karena Jerman yang dipimpin oleh Adolf Hitler menyerbu Kota Danzig, Polandia. Penyerbuan ini dilakukan pada 1 September 1939.

Hitler menjadikan Kota Danzig sebagai sasaran serbuan karena mayoritas penduduk di sana berkebangsaan Jerman. Namun, Polandia tak ambil sikap diam. Polandia sendiri merupakan negara di bawah pengawasan Liga Bangsa-Bangsa (LBB).

Oleh karena itu, Inggris dan Perancis, sebagai negara pendukung LBB menyatakan perang terhadap Jerman pada 3 September 1939. Sekutu-sekutu dari kedua negara itu kemudian membantunya.

2. Sebab Umum

Selain sebab khusus, meletusnya perang dunia 2 juga terjadi karena sebab umum. Berikut adalah sebab umum terjadinya perang dunia 2:

  • LBB gagal dalam menciptakan perdamaian dunia. LBB bahkan bukan lagi menjadi ‘penengah’ konflik antar negara, lembaga ini justru menjadi alat politik bagi negara-negara besar untuk mencari keuntungan. LBB tak berkutik saat negara-negara besar berbuat seenaknya sendiri, seperti serangan Italia terhadap Ethiopia yang terjadi pada tahun 1935.
  • Negara-negara maju saling menebar kecurigaan. Jerman dan Italia curiga terhadap komunisme Rusia. Sementara Rusia pun curiga tergadap nasionalis-sosialis Jerman dan fasisme Italia. Hal ini membuat negara-negara tersebut berlomba-lomba memperkuat sektor militernya.
  • Negara-negara maju mencari kawan persekutuan (atau biasa kita kenal dengan sebutan ‘politik aliansi’). Alasanya ialah negara-negara maju khawatir akan meletusnya perang besar. Sehingga terbentuklah dua blok besar pada saat itu. Blok Fasis terdiri dari Jerman, Italia dan Jepang dan Blok Sekutu yang terklasifikasi menjadi dua, di antaranya Blok Komunis terdiri dari Polandia, Rusia, Bulgaria, Rumania, Cekoslavakia dan Yugoslavia dan Blok Demokrasi terdiri dari Amerika Serikat, Inggris, Perancis dan Belanda.
  • Adanya politik ekspansi atau perluasan wilayah dengan cara menjajah sehingga menimbulkan pertentangan-pertentangan. Jerman mengumumkan Lebensraum (Jerman Raya) yang meliputi Eropa Tengah. Italia menginginkan Italia Irredenta (Italia Raya) yang terdiri dari seluruh laut Tengah dan Abbesinea. Sementara Jepang mendeklarasikan Kemakmuran Bersama di Asia Tumur Raya. Hal ini menjadi tantangan bagi imperialism Inggris, Perancis dan Amerika Serikat.
  • Adanya pertentangan antara paham fasis, komunis dan demokrasi.
  • Jerman merasa dihina oleh Perancis melalui Perjanjian Versailles pada akhir perang dunia 1. Sehingga Jerman melakukan balas dendam (Recanche Idea) terhadap Perancis.
Baca :   Sejarah Perang Bubat: Latar Belakang-Dampak Perang

Latar Belakang Sejarah Terjadinya Perang Dunia 2

Perang dunia 2 dapat dikatakan sebagai buntut dari perang dunia 1. Perjanjian Versailles dan Konferensi Perdamaian memberikan keuntungan besar bagi negara pemenang (Sekutu). Sementara negara yang kalah, yakni Jerman mendapatkan perlakuan yang tidak adil. Jerman pun menjadi negara yang paling dirugikan akibat perjanjian tersebut. Jerman harus menyerahkan 13 persen wilayahnya kepada negara pemenang. Jerman harus membatasi kekuatan militernya. Jerman pun dituntut membayar ganti rugi akibat perang.

Hitler Membangkitkan Jerman

Adolf Hitler membangkitkan Jerman

Adolf Hitler membangkitkan Jerman

Pada akhirnya, Jerman mengalami keterpurukan baik di bidang ekonomi maupun politik akibat Perjanjian Versailles. Adalah Adolf Hitler dan Partai Nasional Sosialis (Nazi) naik ke tampuk kekuasaan Jerman.

Pada tahun 1933, Hitler dengan sangat cepat mengonsolidasi kekuasaan. Ia bahkan menggelari dirinya sebagai pemimpin tertinggi (Fuhrer) di Jerman.

Hitler mulai membangkitkan Jerman setelah mengalami kekalahan di perang dunia 1 dan penderitaan yang hebat. Melalui Partai Nazi, Hitler membangun kembali Jerman.

Hitler menerapkan paham chauvinisme. Chauvinisme adalah paham yang menganggap ras dirinya lebih unggul dibandingkan ras lainnya. Hitler ingin menjadikan ras murni Jerman, ras Arya sebagai superioritas ras. Menurut pemimpin tertinggi Jerman itu, perang merupakan cara untuk memperluas ruang hidup agar ras dapat berkembang.

Adapun beberapa tindakan yang dilakukan Hitler untuk membangkitkan Jerman dari keterpurukan:

  • Menolak isi Perjanjian Versailles;
  • Mengembangkan militer atau angkatan perang yang gahar;
  • Mendeklarasikan semangat anti-Yahudi dengan mengusir bahkan membunuh orang-orang Yahudi;
  • Melakukan kerja sama politik dengan Italia dan Jepang;
  • Membentuk secret police (polisi rahasia) alias Gestapo.

Pada tahun 1930, Hitler mulai mempersenjatai angkatan perang Jerman dan melanggar Perjanjian Versailles. Usai membentuk kerja sama politik dengan Italia dan Jepang, pada tahun 1938, Hitler mengirim angkatan perangnya untuk menduduki Austria. Pada tahun 1939, Jerman juga menduduki Cekoslovia.

Di sisi lain, negara-negara yang bersahabat dengan Cekoslovia, seperti Uni Soviet dan Amerika Serikat tengah disibukkan oleh masalah internal dalam negeri. Sehingga, serangan yang dilakukan Jerman terabaikan. Perancis dan Inggris juga memilih untuk diam karena dua negara ini ingin menghindari pertentangan.

Perancis & Inggris Menyatakan Perang dengan Jerman

Perancis & Inggris Menyatakan Perang dengan Jerman

Hitler kemudian memperluas wilayah ekspansinya. Pada 1 September 1939, pasukan perang Jerman menyerbu Polandia bagian barat, tepatnya di Kota Danzig. Dua hari kemudian, Perancis dan Inggris yang menjamin dukungan militer  untuk Polandia menyatakan perang terhadap Jerman. Pada tanggal inilah, perang dunia 2 dimulai.

Pada 17 September 1939, angkatan perang Soviet (negara ini bersahabat dengan Jerman) melancarkan penyerbuan ke Polandia bagian timur. Karena diserang oleh dua pihak dari sisi barat dan timur, Polandia tersungkur dengan cepat.

Kemudian, pasukan Soviet yang dipimpin oleh Joseph Stalin ini memperluas wilayah penyerbuannya dengan menduduki negara Baltik, yakni Latvia, Lithuania dan Estonia. Soviet pun berhasil mengalahkan Finlandia.

Baca :   Sejarah Perang Khaibar Antara Umat Islam dan Kaum Yahudi

Enam bulan setelah Jerman dan Soviet menyerbu Polandia, berita tentang adanya perang masih belum dipercaya banyak orang. Lebih dari itu,warga Eropa justru menyebut penyerbuan itu sebagai perang palsu.

Perang pun meluas hingga Eropa Barat. Pada saat inilah, warga menjadi panik dan mulai menyadari adanya perang.

Perang Dunia 2 Meluas Eropa Barat

Peta perluasan wilayah Jerman

Peta perluasan wilayah Jerman WWII (Warna Merah)

Perang dunia 2 mulai meluas hingga ke Eropa Barat. Jerman memperluas wilayah penyerbuannya hingga ke Norwegia dan Denmark, pada 9 April 1940. Jerman kemudian sukses menduduki Belanda dan Belgia pada 10 Mei 1940.

Tiga hari kemudian, Jerman menyerang angkatan perang Prancis yang berada di Sedan. Sebagai informasi, Sedan menjadi daerah ‘pertahanan yang rumit’ yang dibangun setelah berakhirnya perang dunia 1. Bahkan, Sedan dianggap sebagai daerah penghalang pertahanan yang tidak bisa ditembus oleh angkatan perang manapun.

Akan tetapi, hal itu bukanlah mustahil bagi Jerman. Pasukan Hitler berhasil menerobos daerah itu dengan tank dan pesawat yang terus bergerak maju.

Petinggi fasis Italia, Benito Mussolini tertarik bekerja sama dengan Hitler di tengah keterpurukan Prancis. Jerman menyetujuinya, dan Italia menyatakAn perang terhadap Perancis maupun Inggris pada 10 Juni 1940.

Pada akhirnya, Jerman berhasil menduduki Perancis. Sebagai negara kalah, wilayah Prancis dibagi menjadi dua. Satu di bawah pendudukan angkatan perang Jerman dan lainnya di bawah kepemimpinan Phillippe Petain, yang berpusat di Vichy (Perancis).

Usai menduduki Perancis, Hitler tertarik untuk mencaplok Inggris. Inggris saat itu memiliki pertahanan yang kuat di Selat Inggris. Sehingga, pasukan Jerman melakukan penyerangan melalui udara untuk membuka jalan Selat Inggris.

Di tengah pertempuran Jerman dengan Inggris, angkatan udara Britania Raya, Royal Air Force (RAF) berhasil memukul mundur angkatan udara Jerman, Luftwaffe dalam pertempuran Britania. Kekalahan ini membuat Hitler tak lagi menyerang Inggris. Inggris pun dapat sedikit bernapas lega.

Jerman Serang Uni Soviet Melalui Operasi Barbarossa

Operasi Barbarossa

Pada tahun 1941, Jerman berhasil menduduki kawasan Balkan (Eropa bagian tenggara). Penaklukan ini, bagi Hitler, merupakan langkah awal yang baik untuk melakukan serangan ke Uni Soviet Socialist Republics (USSR).

Hitler berharap berhasil mencaplok Uni Soviet karena wilayahnya yang sangat luar. Hal ini, menurut dia, dapat menjadikan ruang hidup untuk perkembangan ras murni Jerman, ras Arya.

Di sisi lain, bagi Hitler, pendudukan kawasan Balkan merupakan strategi untuk melenyapkan Yahudi di Eropa. Sebab, menurutnya, Yahudi menjadi penyebab sektor ekonomi dan politik di Eropa mengalami ketidakstabilan. Ia pun merencanakan gerakan genosida atau pembunuhan secara besar-besaran dan mempercayakan ‘misi’ ini kepada kepala polisi Jerman, Heinrich Himmler. Selama tiga tahun berikutnya, lebih dari 6 juta orang Yahudi dibunuh di kamp-kamp konsentrasi yang didirikan oleh Austria dan Polandia.

Pada 22 Juni 1941, Jerman mulai melakukan penyerangan ke Uni Soviet melalui Operasi Barbarossa. Uni Soviet mengerahkan kekuatan militer yang luar biasa untuk menghadang Jerman. Namun, tank, pesawat dan persenjataan yang dimiliki Uni Soviet itu sudah kuno, sehingga meski kalah jumlah kekuatan, militer Jerman yang sudah modern berhasil mendekati Moskow pada Juli 1941.

Akan tetapi, Hitler menunda melanjutkan invasi ke Uni Soviet karena dua hal. Pertama karena musim dingin yang melanda Uni Soviet, dan kedua karena adanya kesalahpahaman dengan petinggi Jerman di lapangan.

Gejolak di Asia Pasifik

Jepang Menyerang Pangkalan Militer AS Pearl Harbor

Jepang Menyerang Pangkalan Militer AS Pearl Harbor

Perang dunia 2 tidak hanya terjadi di belahan Bumi bagian Eropa saja. Perang juga berlangsung di Asia Pasifik. Jepang yang merupakan negara sahabat Jerman menyerang pangkalan laut utama  Amerika Serikat di Pearl Harbor, Hawaii pada 7 Desmber 1941. Akibatnya, sebanyak 2.300 tentara Amerika tumbang.

Baca :   Sejarah Perang Salib 2: Latar Belakang-Puncak Perang

Rakyat Amerika pun marah dengan kejadian tersebut. Mereka mendesak pemerintahan Amerika ikut terlibat dalam perang dunia 2. Permintaan tersebut terkabulkan, pada 8 Desember 1941, Amerika menyatakan perang terhadap Jepang.

Jerman sebagai negara sahabat Jepang merespons pernyataan tersebut. Hitler pun menyatakan perang terhadap Amerika.

Amerika berhasil memukul mundur Jepang dalam serangkaian serangan. Di salah satu daerah Kepulauan Solomon selatan, Guadalcanal, pada Agustus 1942 hingga Februari 1943, Amerika mengalahkan pasukan Jepang. Pada pertengahan 1943, Amerika melakukan serangan amfibi di pulau-pulau utama yang diduduki Jepang di Pasifik.

Sekutu Bangkit

Pertempuran Bulge

Amerika bersama Inggris kemudian menyerang Jerman dan Italia pada tahun 1943. Sekutu berhasil menghabisi Italia dan menyebabkan pemerintahan Benito Mussolini runtuh.

Pada 6 Juni 1944, Sekutu melancarkan serangan besar-besaran ke Eropa. Sebanyak 156.000 tentara gabungan dari Amerika, Inggris dan Kanada dikerahkan. Sebagai respons, Jerman mengerahkan seluruh kekuatan perangnya yang tersisa di Eropa Barat.

Hitler berusaha mengalahkan Amerika dan Inggris dalam Pertempuran Bulge pada Desember 1944 – Januari 1945. Inilah serangan besar terakhir yang dilakukan Jerman di perang dunia 2.

Namun, serangan Jerman tidak membawa hasil, Sekutu justru melakukan pemboman udara secara intensif pada Februari 1945. Pasukan Hitler tak bisa membendung serangan tersebut, bahkan Berlin sudah terkepung.

Kondisi Jerman kemudian semakin tidak karuan. Adolf Hitler, sang pemimpin tertinggi Jerman memilih bunuh diri pada 30 April di bunker-nya (tempat perlindungannya) di Berlin. Pada 8 Mei, Jerman secara resmi menyatakan menyerah.

Pasca Perang Dunia 2

Perang dunia 2 dapat dikatakan sebagai perang terdahsyat sepanjang sejarah. Berbeda dengan perang dunia 1 yang merenggut nyawa sekitar 10 juta serdadu dan 13 juta warga sipil, perang dunia 2 lebih banyak lagi, yakni merenggut nyawa hingga 60 juta jiwa, termasuk 6 juta orang Yahudi yang dibantai secara besar-besaran oleh pasukan Hitler. Jutaan orang lainnya pun mengalami terluka dan tidak sedikit orang yang kehilangan rumah dan hartanya karena peperangan dahsyat tersebut.

Korban Perang Dunia 2

Korban Perang Dunia 2

Akhir perang dahsyat ini ditandai dengan disetujuinya perjanjian damai melalui Konferensi Postdam dan Perjanjian San Francisco. Konferensi Postdam merupakan perjanjian antara Sekutu dan Jerman yang digelar pada 2 Agustus 1945. Melalui konferensi ini, disepakati pembagian Jerman menjadi empat wilayah pendudukan, bagian barat dikendalikan Amerika Serikat, Inggris dan Prancis dan bagian timur dikendalikan oleh Uni Soviet. Tentara Jerman juga harus dikurangi jumlah pasukan dan peralatannya. Dan tokoh-tokoh Nazi dan penjahat perang dihukum di bawah kendali internasional. Jerman pun dituntut membayar ganti rugi perang kepada Sekutu.

Kemudian, Perjanjian San Francisco antara Sekutu dan Jepang. Perjanjian ini digelar pada 8 September 1951. Melalui perjanjian ini disepakati bahwa pulau-pulau Jepang harus tunduk terhadap pengawasan Amerika Serikat. Kemudian, Kepulauan Sakhalin Selatan dan Kuriil dikendalikan oleh Uni Soviet. Penjahat perang dihukum di bawah pengawasan internasional. Dan Jepang, sebagaimana Jerman, dituntut untuk membayar ganti rugi perang kepada Sekutu.

Pasca perang, paham komunis dan liberal pun menyebar ke seluruh dunia. Penyebaran dua ideologi ini disertai dengan kemunculan dua negara adidaya, yakni Amerika Serikat dan Uni Soviet. Kedua negara tersebut bersaing memperebutkan pengaruh dunia.

Itulah penjelasan tentang latar belakang sejarah perang dunia 2, mulai dari sebab-sebab terjadinya, latar belakang hingga akhir dari perang dunia 2. Semoga penjelasan ini memberikan pengetahuan dan wawasan baru untuk Anda.

You may also like

Leave a Comment