Meneliti Pembuatan Unsur-unsur dan Senyawa Kimia

by Trianilus
0 comment 112 views
Meneliti Pembuatan Unsur-unsur dan Senyawa Kimia

Sudahkah Anda tau proses pembuatan unsur dan senyawa kimia, seperti halogen, oksigen, alumunium hingga tembaga? Jika belum tahu, yuk simak pembahasan berikut ini.

Ilmu kimia merupakan ilmu yang sangat berguna bagi kehidupan manusia sehari-hari. Ya, penerapan ilmu ini memberikan sumbangan yang berarti bagi manusia dalam beberapa sektor, seperti sektor industri, kesehatan, alat transportasi dan lainnya.

Kita mengenal banyak sekali produk-produk yang berbahan dasar kimia. Misalnya, sabun mandi, deterjen, sampo, bahan-bahan pembersih, bahan makanan, alat-alat transportasi, obat-obatan hingga vaksin, termasuk calon vaksin Covid-19. Produk-produk kimia ini sangat bermanfaat dan membuat kehidupan manusia menjadi lebih mudah. Dan dengan produk-produk kimia ini, kehidupan manusia menjadi lebih efektif dan efisien.

Bicara soal ilmu kimia, kali ini kita akan membahas tentang proses pembuatan unsur dan senyawa kimia. Simak pembahasan berikut ini hingga tuntas ya!

Pembuatan Unsur dan Senyawa Kimia

1. Halogen

Halogen merupakan unsur dan senyawa kimia yang terdiri atas fluorin (F), korin (Cl), bromin (Br), iodin (I) dan astatin (At). Pada umumnya, cara membuat unsur-unsur halogen ini dilakukan di laboratorium dengan cara mengoksidasi senyawa halida. Di sisi lain, bisa juga dengan menggunakan cara elektrolisis.

Berikut cara pembuatan unsur-unsur halogen:

a. Fluorin (F)

Pembuatan fluorin pada umumnya dilakukan dengan cara eletrolisis hidrogen fluorida (HF) terlarur dalam leburan KHF2. Berikut reaksinya: 2HF à H2(g) + F2(g).

b. klorin (Cl)

Pembuatan klorin dapat dilakukan dengan tiga cara. Pertama, melalui proses oksidasi (deacon), di mana HCl dicampur udara, lalu dialirkan melalui CuCl2. CuCl2 ini berperan sebagai katalis dan reaksi terjadi pada suhu sekitar 430C dan di bawah tekanan 20 atm. Kedua, melalui proses elektrolisis larutan NaCl dengan menggunakan diafragma. Ketiga, melalui proses elektrolisis lelehan NaCl.

Baca :   Lapisan Litosfer: Pengertian, Penyusun dan Manfaatnya

c. Bromin (Br)

Air laut merupakan sumber utama dari Bromin. Diketahui, setiap 1 m3 air laut mengandung 3 kg bromin. Oleh karena itu, bromin pada skala industri dibuat dengan cara mengekstraksi air laut. Awalnya, pH air laut dibuat menjadi 3,5, lalu direaksikan dengan Cl2(g) untuk mengoksidasi Br- menjadi Br2(g).

d. Iodin (I)

Iodin dibuat dengan NaIO3 yang direaksikan dengan NaHS3 (natrium bisulfit). Kemudian, endapan I2 yang didapat disaring dan dimurnikan.

e. Astatin (At)

Astatin dibuat melalui penembakan Bi dengan partikel a (HE). Astatin memiliki sifat radioaktif dan memiliki waktu paropendek (8,1 jam).

2. Alkali

Alkali merupakan unsur dan senyawa kimia yang terdiri atas litium (Li), natrium (Na), kalium (K), rubidium (Rb), sesium (Cs) dan fransium (Fr). Alkali dapat bereaksi dengan air yang membentuk senyawa hidroksida yang bersifat basa.

Alkali dapat dibuat melalui elektrolisis lelehan NaCl. Mulanya, air asin yang mengandung NaCl diuapkan hingga kering. Dari proses ini akan terbentuk suatu padatan. Padatan ini kemudian dihancurkan dan dilelehkan.

Adapun untuk menekan biaya pemanasan, NaCI (titik lebur 801C) dapat dicampur dengan 1 bagian CaC12. Cara ini dapat menurunkan suhu lebur hingga 580C.

3. Alkali Tanah

Alkali tanah merupakan unsur dan senyawa kimia yang terdiri atas berilium (Be), magnesium (Mg), kalsium (Ca), stronsium (Sr), barium (Ba) dan radium (Ra). Sama seperti alkali, alkali tanah juga dapat bereaksi dengan air yang membentuk senyawa hidroksida yang bersifat basa. Namun, reaksi pada alkali tanah ini lebih lemah dari alkali.

Baca :   Pengertian Gelombang dan Sifat-sifatnya

Alkali tanah dapat dihasilkan melalui proses down. Mulanya magnesium diendapkan sebagai magnesium hidroksida dengan cara menambahkan Ca(OH)2 ke dalam air laut. Selanjutnya, asam klorida ditambahkan untuk memperoleh kloridanya, yang kemudian menghasilkan MgCl.6H2O (kristal magnesium klorida).

Setelah itu, elektrolisis leburan kristal magnesium ini ditambahkan magnesiun klorida yang sudah mengalami hidrolisis sebagian ke campuran leburan natrium dan kalsium klorida. Cara ini dapat menghindari terbentuknya MgO ketika dipanaskannya kristal magenisum klorida. Sehingga, magnesium itu akan terbentuk pada katode.

4. Alumunium

Pembuatan unsur dan senyawa alumunium dapat dilakukan dengan dua proses, yakni proses pemurnian dan proses elektrolisis. Berikut penjelasan tentang kedua proses tersebut:

a. Proses pemurnian

Pada proses ini, mulanya bauksit dicuci dengan larutan NaOH pekat sehingga terbentuk NaAlO2. Kemudian, tambahkan asam pada NaAlO2 sehingga terbentuk Al(OH)3. Al(OH)3 lalu diubah dengan cara pemanasan sehingga menjadi Al2O3.

b. Proses elektrolisis

Pada proses ini, mulanya AI2O3 dengan titik leleh 2.030 C dicampur dengan Na3AIF6 (kriolit). Cara ini dilakukan untuk menurunkan titik leleh dari 2.030 C menjadi 1.000 C. Kemudian, larutan AI2O3 di dalam kriolot dielektrolisis dengan mengguncakan karbon sebagai katode dan anode.

5. Silikon

Unsur dan senyawa silikon dapat dibuat melalui proses pencampuran antara silica dengan kokas sebagai reduktor. Kemudian, panaskan pencampuran silica dan koas itu di dalam tanur listri atau tungku pembakaran dengan suhu sekitar 3000 C. Reaksi yang timbul: SiO2(l) + C(s) à Si(l) + 2 CO(g).

6. Belerang

Pembuatan unsur dan senyawa belerang dapat dilakukan dengan penambangan Frash. Dengan menggunakan pompa Frash, belerang yang terletak di bawah tanah dicairkan dengan uap air yang sangat panas ke dalam deposit belerang di dalam tanah. Proses ini membuat belerang meleleh atau mencair.

Baca :   Memahami Cara Kerja Kromatografi

Belerang yang mencair ini kemudian dipompa dengan udara panas agar keluar ke permukaan tanah. Saat di permukaan tanah, belerang akan membentuk padatan atau membeku. Proses ini menjadikan belereng memiliki kemurnian hingga 99,6 persen.

7. Oksigen

Pembuatan unsur dan senyawa oksigen untuk keperluan industri pada umumnya dilakukan dengan dekomposisi garam yang mengandung oksigen melimpah. Sejumlah senyawa yang mengandung oksigen melimpah seperti kalium permanganate, kalium nitrat, klorat dan lainnya menghasilkan gas oksigen pada pemanasan yang kuat.

8. Nitrogen

Di dalam industri, unsur dan senyawa nitrogen (N2) diperoleh dari udara bersama oksigen. Mulanya, nitrogen dicairkan distilasi fraksional udara. Karena titik didihnya lebih kecil dari oksigen, nitrogen cair terdistilasi lebih dulu. Kemudian, nitrogen dapat dihasilkan dengan reaksi larutan ammonuim klorida (NH4Cl) dan natrium nitrir (NaNO3).

9. Besi

Unsur dan senyawa besi dapat dibuat dengan menggunakan alat tungku sembur (blast furnace). Alat ini terbuat dari batu bata yang tahan terhadap panas. Ada tiga bahan yang harus dimasukkan ke dalam tungku sembur ini untuk proses peleburan yakni bijih besi yang dikotori pasir, CaCO3 (batu kapur) untuk mengikat kotoran dan kokas sebagai zat pereduksi.

10. Nikel

Unsur dan senyawa nikel (Ni) dapat diperoleh melalui bijih yang berupa senyawa sulfida. Proses pembuatannya dilakukan dengan cara pemanggangan lalu direduksi dengan reaksi: 2NiS + 3O2 à 2NiO + 2SO2.

Demikian pembahasan tentang proses pembuatan unsur dan senyawa kimia, mulai dari halogen, alkali, alkali tanah hingga nikel. Semoga pembahasan ini dapat memberikan pengetahuan dan wawasan baru untuk Anda.

You may also like

Leave a Comment