Mengenal Lebih Dalam Sistem Pendukung Keputusan (SPK)

by Trianilus
0 comment 115 views
Mengenal Lebih Dalam Sistem Pendukung Keputusan (SPK)

Perusahaan membutuhkan Sistem Pendukung Keputusan (SPK) untuk mengambil suatu keputusan. Keputusan-keputusan ini tentu sangat berdampak pada kemajuan perusahaan ke depannya. Oleh karena itu, suatu keputusan harus dipikirkan secara matang agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan bagi perusahaan.

Pertanyaannya, apa itu Sistem Pendukung Keputusan (SPK)? Untuk mengetahui jawaban dari pertanyaan tersebut, simak ulasan tentang Sistem Pendukung Keputusan (SPK) berikut ini.

Pengertian Sistem Pendukung Keputusan

Sistem Pendukung Keputusan (SPK) atau dalam bahasa Inggris, Decision Support Sistem (DSS) pertama kali dikenalkan oleh Michael S. Scott Morton pada 1970-an. Scott dulu menyebutnya dengan istilah Management Decision Sistem. Sistem ini berbasis komputer yang ditujukan untuk membantu dalam pengambilan keputusan dengan memanfaatkan data dan model tertentu untuk memecahkan persoalan.

Berikut pengertian sistem pendukung keputusan menurut para ahli:

1. Keen

Sistem pendukung keputusan merupakan sistem berbasis komputer yang dibangun melalui proses adaptif dari pembelajaran, pola-pola penggunaan dan evolusi sistem.

2. Hick

Sistem pendukung keputusan merupakan sekumpulan tools komputer yang terintegrasi yang membolehkan pembuat keputusan (decision maker) berinteraksi langsung dengan komputer untuk menciptakan informasi yang berguna dalam membuat keputusan semi terstruktur atau tak tersetruktur yang tidak terantisipasi.

3. Turban & Aronson

Sistem pendukung keputusan merupakan sistem yang digunakan untuk membantu pihak manajemen dalam pengambilan keputusan pada kondisi semi terstruktur dan tidak terstruktur.

Baca :   Memahami Prinsip & Konsep Termodinamika

4. Raymond McLeord

Sistem pendukung keputusan adalah sistem yang menyediakan kemampuan untuk penyelesaian masalah dan komunikasi untuk permasalahan yang bersifat semi-terstruktur.

Dari pengertian di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa sistem pendukung keputusan memiliki peran yang sangat penting bagi perusahaan. Sistem ini akan membantu perusahaan dalam mengambil keputusan atau memecahkan persoalan yang bersifat semi terstruktur maupun tidak terstruktur melalui penggunaan data yang berbasis komputer.

Komponen Sistem Pendukung Keputusan

Sistem pendukung keputusan dibangun oleh tiga komponen dasar, yakni pengelolaan data, pengelolaan model dan pengelolaan dialog. Berikut penjelasan lebih lanjut dari ketiga komponen tersebut:

1. Pengelolaan data

Pengelolaan data (database management) merupakan komponen yang berperan sebagai penyedia data bagi sistem. Data tersebut disimpan dan diorganisasikan ke dalam sebuah basis data. Adapun data di sini dapat diambil dari luar maupun dalam lingkungan yang relevan dengan permasalahan yang hendak diselesaikan.

2. Pengelolaan model

Pengelolaan model (model base) merupakan suatu model yang merepresentasikan permasalahan ke dalam format kuantitatif (misalnya, model matematika) sebagai dasar pengambilan keputusan. Pengelolaan model memungkinkan decision maker melakukan analisis secara utuh dan menyeluruh dengan mengembangkan dan membandingkan berbagai solusi alternatif.

3. Pengelolaan dialog

Pengelolaan dialog merupakan komponen sistem pendukung keputusan yang mampu mengintegrasikan sistem yang terpasang dengan pengguna secara interaktif. Melalui komponen ini, sistem diimplementasikan sehingga pengguna dapat berkomunikasi dengan sistem yang dibuat.

Tahap-tahap Pengambilan Keputusan

Dalam pengambilan keputusan, ada empat tahap yang harus dilakukan oleh decision maker. Tahap-tahap itu di antaranya tahap pemahaman, tahap perancangan, tahap pemilihan dan tahap implementasi. Berikut penjelasan lebih lengkap dari keempat tahap tersebut:

1. Tahap pemahaman

Dalam tahap pemahaman (intelligence phase), decision maker mendeteksi, mengenal dan memahami permasalahan atau problematika yang hendak dipecahkan. Decision maker mulanya memperoleh data masukan, kemudian proses dan diuji dalam rangka memahami permasalahan.

Baca :   5 Hal yang Akan Terjadi di Era Revolusi Industri 4.0

2. Tahap perancangan

Dalam tahap perancangan (design phace), decision maker melakukan pencarian dan pengembangan alternatif solusi atau model yang bisa diambil untuk memecahkan masalah. Decision maker perlu melakukan proses validasi dan verifikasi untuk mengetahui keakuratan model dalam meneliti masalah yang ada.

3. Tahap pemilihan

Setelah mencari dan mengembangkan alternatif solusi, dalam tahap ini decision maker melakukan pemilihan alternatif solusi yang cocok untuk memecahkan masalah. Decision maker perlu memerhatikan kriteria-kriteria berdasarkan tujuan yang akan dicapai.

4. Tahap implementasi

Dalam tahap implementasi (implementation phace), decision maker melakukan penerapan terhadap rancangan sistem. Selain itu, decision maker juga mengimplementasikan alternatif solusi yang telah dipilih pada tahap sebelumnya.

Tipe-tipe Keputusan

Terdapat tiga tipe keputusan yang biasa diterapkan di perusahaan, di antaranya keputusan terstruktur, keputusan semi terstruktur dan keputusan tidak terstruktur. Berikut penjelasan lebih lengkap dari ketiga tipe keputusan tersebut beserta contohnya.

1. Keputusan terstruktur

Keputusan terstruktur adalah keputusan yang dilakukan secara berulang-ulang, bersifat rutin dan terprogram. Selain itu, tipe keputusan ini bersifat spesifik, terjadwal, sempit, real time, internal dan detail. Adapun prosedur yang dilakukan untuk pengambilan keputusan sangat jelas. Biasanya, manajemen tingkat bawah yang berperan mengambil keputusan ini.

Contohnya, manajer produksi dari PT Jaya Abadi setiap awal bulan belanja bahan baku untuk persediaan perusahaan selama sebulan ke depan.

2. Keputusan semi terstruktur

Keputusan semi terstruktur adalah keputusan yang sebagian bisa diprogram, sebagian berulang-ulang dan rutin, dan sebagian tidak terstruktur. Tipe keputusan ini membutuhkan perhitungan-perhitungan dan analisis yang detail.

Contohnya, Budi adalah seorang manajer keuangan di PT Rezeki Nomplok. Pekerjaan pada bagian keuangan menuntut Budi untuk cermat dalam menginvestasikan dan mengolah keuangan PT Rezeki Nomplok. Pada suatu waktu, PT Rezeki Nomplok butuh membeli suatu mesin baru karena mesin yang biasa dipakai sudah rusak.  Budi harus dengan cermat melakukan perhitungan sebelum melakukan investasi pada mesin yang hendak dibeli agar perusahaan tidak rugi. Maka, Budi harus melakukan keputusan untuk menginvestasikan keuangan perusahaan secara cermat.

Baca :   Memahami Apa Itu Kriptografi & Fungsinya

3. Keputusan tidak terstruktur

Keputusan tidak terstruktur adalah keputusan yang tidak terjadi berulang-ulang atau tidak selalu terjadi. Keputusan ini bersifat rumit, tidak mudah didapatkan dan biasanya berasal dari lingkungan luar. Keputusan ini pada umumnya terjadi pada manajemen tingkat atas.

Contohnya, Badu adalah seorang Direktur Utama PT Rezeki Lancar. Badu bisa mengambil keputusan dengan cepat di tengah pandemi Covid-19 yang tiba-tiba tejadi ini. Akibat pandemi, PT Rezeki Lancar mengalami penurunan produktivitas sehingga mengalami kemunduran. Badu harus bisa membuat keputusan untuk menyelesaikan persoalan ini.

Pihak yang Berperan dalam Pengembangan Sistem Pendukung Keputusan

Secara umum, terdapat lima pihak yang berperan dalam pengembangan sistem pendukung keputusan, yakni:

  1. Manajer, ialah pihak yang terlibat langsung dalam pengambilan keputusan, yang memutuskan suatu tindakan atau aksi dan bertanggung jawab atas konsekuensi dari tindakan dan aksi tersebut;
  2. Intermediary (penghubung), ialah pihak yang membantu manajer yang bertugas sebagai pemberi informasi dan saran. Intermediary biasanya dilakukan oleh staf pimpinan;
  3. Developer (pengembang), ialah pihak yang mengembangkan sistem pendukung keputusan di mana manajer dan intermediary berinteraksi atau berkomunikasi secara langsung.
  4. Technical supporter, ialah pihak yang bertugas mengembangkan dan menambah komponen sistem pendukung keputusan jika diperlukan, seperti pengelolaan data, pengelolaan model atau pengelolaan dialog;
  5. Pengembang peralatan, ialah pihak yang mengembangkan teknologi baru berupa software maupun hardware dan meningkatkan efisiensi hubungan antar komponen dalam sistem pendukung keputusan.

Demikian ulasan tentang sistem pendukung keputusan (SPK). Semoga bermanfaat untuk kita semua.

You may also like

Leave a Comment