Mengenal Pangkat dan Jabatan Guru PNS

by Shara Nurrahmi
0 comment 48 views
pangkat golongan guru PNS

Untuk seluruh PNS atau juga sering disebut ASN, terdapat golongan yang mengklasifikasikannya, termasuk juga pangkat golongan guru PNS. Ada tingkat atau jenjang kepangkatan yang berbeda dalam profesi guru PNS. Sebagai seorang ASN, tentunya Anda harus mengetahui hal tersebut. Pada bagian berikutnya, akan diuraikan mengenai pangkat golongan guru ASN secara lengkap.

Jabatan Fungsional Guru

Merujuk pada Permen-PANRB Nomor 16 Tahun 2009, jabatan sebagai guru PNS sering pula disebut sebagai jabatan fungsional guru. Maka dari itu, sebelum membahas lebih lanjut, alangkah baiknya untuk mengulas mengenai jabatan fungsional guru itu sendiri terlebih dahulu. Jadi, apa itu jabatan fungsional guru?

Jabatan fungsional guru merupakan sebuah jabatan fungsional yang ketentuannya berdasarkan pada peraturan perundang-undangan tentang Pegawai Negeri Sipil (PNS). Adapun ketentuan yang dimaksud, antara lain ruang lingkup, tugas, tanggung jawab, serta wewenang yang berkaitan dengan tugas-tugas pokok keguruan, misalnya mengajar, membimbing, mendidik, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik.

Berdasarkan uraian tersebut, maka dapat disimpulkan apabila jabatan fungsional guru hanya bisa diterima oleh guru yang telah berstatus sebagai PNS. Sebab, seluruh ketentuannya diatur dalam peraturan perundang-undangan mengenai Pegawai Negeri Sipil.

Pangkat Golongan Guru PNS

Berikutnya, mengenai pangkat golongan guru PNS, terbagi menjadi beberapa kelompok. Penjelasan secara lengkapnya terdapat dalam uraian di bawah ini:

1. Pengatur

Pengatur merupakan pangkat golongan guru PNS yang termasuk dalam golongan II, mulai dari a, b, c, dan, d. Jenjang pangkat dalam posisi ini, berupa Pengatur Muda, Pengatur Muda Tingkat I, Pengatur, hingga Pengatur Tingkat I. Untuk Pengatur Muda, jenjang jabatannya adalah Guru Pratama dengan golongan II/a. Kemudian, Pengatur Muda Tingkat I menduduki jabatan Guru Pratama Tingkat I, golongan II/b. Selanjutnya, untuk Pengatur jabatannya adalah Guru Muda, golongan II/ c. Yang terakhir, yakni golongan II/d dengan pangkat Pengatur Tingkat I jabatan Guru Muda Tingkat I.

Baca :   Perpustakaan Sekolah, Pengertian Tujuan dan Manfaatnya

Pangkat ini diberikan kepada PNS yang telah menempuh pendidikan formal dari SMA sampai pada D3 sederajat. Pada tingkat ini, pekerjaan sudah berkaitan dengan keterampilan yang dipunyai seseorang pada bidang ilmu tertentu. Akan tetapi, pelaksanaannya masih sangat teknis. Dalam artian, pangkat pengatur diisi oleh PNS yang melakukan realisasi terhadap suatu kegiatan yang mana konsep dari kegiatan tersebut telah ditentukan oleh instansi yang menaunginya.

2. Penata

Pangkat golongan guru PNS berikutnya adalah Penata, yakni golongan III/a sampai III/d. Yang mana jenjang pangkat dari dalam klasifikasi Penata, yakni Penata Muda, Penata Muda Tingkat I, Penata, sampai Penata Tingkat I. Yang mana pangkat Penata ini diberikan kepada PNS yang telah menempuh pendidikan formal S1 hingga D4 atau sederajat.

Untuk golongan III/a, jenjang pangkat berupa Penata Muda dengan jabatan Guru Madya. Selanjutnya, yakni golongan III/b berupa Penata Muda Tingkat I, jabatannya Guru Madya Tingkat I. Setelah itu, terdapat Penata golongan III/c, dengan jabatan Guru Dewasa. Yang berikutnya adalah golongan III/d, pangkat Penata Tingkat I, jabatan Guru Dewasa Tingkat I.

Dalam jenjang pangkat ini, seorang PNS diharuskan untuk mempunyai keahlian pada bidang rumpun ilmu tertentu serta memiliki pemahaman ilmu yang mendalam terkait rumpun bidang ilmu tersebut. Dengan pemahaman yang bersifat komprehensif tersebut, menjadikan Penata tidak hanya bertugas sebagai pelaksana, tetapi juga bertanggung jawab atas jaminan kualitas proses sekaligus juga hasil kinerja dari PNS dalam golongan Pengatur.

Baca :   Subsumptive Sequence: Teori Belajar Kognitif

3. Pembina

Pangkat golongan guru PNS setelah Penata adalah Pembina, dengan golongan IV/a sampai IV/e. Jenjang pangkat pada golongan ini berupa Pembina, Pembina Tingkat I, Pembina Utama Muda, Pembina Utama Madya, dan Pembina Utama. Dalam pangkat guru PNS, Pembina merupakan pangkat tertinggi.

Dalam pangkat Pembina, terdapat 5 jenjang pangkat. Pertama, golongan IV/a pangkat Pembina dengan jabatan Guru Pembina. Kemudian, golongan IV/b, merupakan Pembina Tingkat I dengan jabatan Guru Pembina Tingkat I. Selanjutnya, yakni golongan IV/c, pangkat Pembina Utama Muda, jabatan Guru Utama Madya. Setelahnya, adalah golongan IV/d pangkat Pembina Utama Madya, jabatan Guru Utama Madya. Yang terakhir, yaitu golongan IV/e dengan pangkat Pembina Utama, jabatan berupa Guru Utama.

Jabatan ini bisa diperoleh melalui karir yang tergolong panjang sebagai seorang ASN. Dalam artian, seorang Pembina tidak hanya diharuskan untuk mempunyai pemahaman serta keahlian, tetapi juga memiliki kematangan dalam bekerja. Tugas dari Pembina, yakni sebagai model bagi jenjang pangkat lain yang berada di bawahnya.

Selain itu, yang juga penting, Pembina pun bertugas dalam melakukan pembinaan serta pengembangan berbagai sumber daya yang ada guna mendukung kemajuan instansi yang menaunginya.

Gaji Guru PNS Sesuai Dengan Pendidikan Formal dan Masa Kerja

Pangkat golongan guru PNS menentukan tugas yang harus dilakukan sekaligus tanggung jawab dari masing-masing guru PNS. Selain itu, juga menjadi pedoman untuk menentukan gaji pokok. Yang mana gaji pokok ini disesuaikan berdasarkan pendidikan formal dan masa kerja. Sebagai gambaran untuk Anda, pada bagian berikutnya akan diuraikan seputar gaji guru PNS berdasarkan pendidikan formal.

Pertama, untuk lulusan D3 atau sederajat, maka termasuk sebagai golongan II/a dengan gaji pokok masa awal menjadi PNS berkisar Rp1.926.000. Kemudian, untuk lulusan S1, masuk dalam golongan III/a dengan gaji pokok awal menjadi ASN sekitar Rp2.456.700. Sedangkan untuk lulusan S2, akan termasuk dalam golongan III/b dengan gaji pokok sekitar Rp2.560.600. Dengan syarat, pada golongan tersebut, harus telah mengambil jurusan magister yang sifatnya linier seperti jurusan sarjana yang telah diambil.

Baca :   USBN TIK/Tikom Tingkat SMP dan Pembahasan

Tunjangan Jabatan Fungsional Sesuai Pangkat Golongan Guru PNS

Bukan hanya gaji pokok, tetapi terdapat pula tunjangan untuk setiap pangkat golongan guru PNS. Adapun jenis-jenis tunjangan yang bisa diterima oleh PNS, antara lain tunjangan keluarga, tunjangan anak, tunjangan kinerja, tunjangan profesi, dan tunjangan daerah.

Pertama, untuk tunjangan keluarga hanya akan diberikan kepada ASN yang telah berkeluarga. Lalu, untuk tunjangan anak hanya untuk ASN yang telah mempunyai anak. Sedangkan tunjangan kinerja akan diterima oleh ASN atas kinerja yang dipunyainya. Untuk tunjangan profesi, akan diberikan oleh seluruh guru PNS yang telah melaksanakan sertifikasi. Yang terakhir, yakni tunjangan daerah adalah tunjangan dari tempat daerah ASN yang bersangkutan mengabdikan diri.

Pemberhentian dari Pangkat Golongan Guru PNS

Seorang guru dapat diberhentikan dari jabatan fungsionalnya manakala terbukti telah melakukan pelanggaran. Pelanggaran apa yang dimaksud? Pertama, memperoleh hukuman disiplin berat yang mana pemberian hukuman tersebut telah berkekuatan hukum tetap. Yang kedua, yakni menerima Penilaian Angka Kredit atau PAK secara melanggar hukum.

Itulah penjelasan mengenai pangkat golongan guru PNS, mulai dari masing-masing pangkat, jabatan, gaji, tunjangan, hingga alasan pemberhentian seorang guru dari jabatan fungsional yang telah diembannya. Merujuk pada pemaparan yang di atas, dapat diibaratkan manakala seorang PNS bekerja untuk masa kini serta masa tua. Sebab, seluruh gaji dan tunjangan ditanggung oleh pemerintah. Termasuk juga setelah memasuki masa pensiun.

You may also like

Leave a Comment