Metode Efektif Pembelajaran Diskusi Kelompok

by Shara Nurrahmi
0 comment 109 views
Metode Efektif Pembelajaran Diskusi Kelompok

Diskusi kelompok menjadi salah satu metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk meningkatkan tingkat partisipasi peserta didik di kelas. Umumnya, di kelas guru bertindak untuk menerangkan materi sedangkan peserta didik mendengarkan serta menyimak, sehingga peran peserta didik menjadi pasif bahkan bisa mengalami under achiever.

Saat diskusi dilibatkan dalam pembelajaran, maka peserta didik akan memiliki peran aktif di dalam kelas. Diharapkan dengan partisipasi peserta didik, proses pembelajaran akan memiliki hasil belajar yang lebih baik.

Pengertian Metode Pembelajaran Diskusi Kelompok

Metode pembelajaran merupakan cara, model atau strategi yang digunakan oleh guru dalam rangka menyampaikan materi atau pengetahuan kepada peserta didik agar tercapai tujuan pembelajaran. Terdapat banyak metode pembelajaran salah satunya dengan memberi ruang diskusi di antara peserta didik.

Untuk pengertian diskusi kelompok sendiri adalah pembahasan topik yang dilakukan oleh dua orang atau lebih dalam sebuah kelompok dengan cara bertukar pikiran guna mencapai hasil tertentu. Apabila dalam satu kelas terdiri dari banyak peserta didik, kelompok dapat dibagi menjadi lebih dari satu, terdiri dari beberapa orang.

Baca :   Estimasi Biaya Kuliah dan Biaya Hidup di Australia 2020

Dalam diskusi kelompok, dibutuhkan pemahaman dan keberanian mengutarakan pendapat. Karena metode pembelajaran ini dilakukan secara tatap muka antar peserta didik yang melakukan diskusi. Agar diskusi dapat berimbang dan merata, tiap peserta didik perlu diberi kesempatan yang sama dalam menyampaikan pendapat atau menyanggah. Oleh karena itu, guru perlu mengawasi jalannya diskusi.

Kelebihan Diskusi Kelompok

Peran guru dalam metode diskusi tidak terbatas pada pengawasan. Guru perlu menjadi stimulator yang mendorong diskusi, baik dengan memberikan pertanyaan maupun melemparkan sebuah permasalahan yang dapat dibahas sehingga menemukan metode pemecahan masalah.

Namun guru juga perlu membatasi diri agar perannya tidak mendominasi diskusi, hanya perlu mengarahkan. Pada akhir diskusi, guru dapat membantu penarikan simpulan. Besarnya peran guru di sini mengisyaratkan bahwa diperlukan kecakapan dan pemahaman yang cukup atas materi yang sedang dipelajari. Metode ini memiliki banyak manfaat bagi siswa, yaitu sebagai berikut.

1. Memberi Sumbangan Berharga Bagi Belajar Peserta Didik

Karena diskusi berbeda dengan pembelajaran secara konvensional, peserta didik diharapkan dapat mendapatkan hasil belajar yang lebih baik. Keaktifan peserta didik dapat membantu meningkatkan pengetahuan, karena percakapan yang terjadi biasanya memberi informasi baru yang tidak dibicarakan saat penjelasan guru atau membaca buku. Selain itu, peserta didik akan menjadi lebih termotivasi untuk memahami materi yang diberikan.

2. Membantu Pengambilan Keputusan yang Lebih Baik Oleh Peserta Didik

Kelemahan peserta didik dalam membuat keputusan sendiri adalah kurangnya informasi. Berbagai pendapat yang disatukan, biasanya dapat menambah informasi yang kurang. Hasilnya keputusan bisa menjadi lebih baik, karena saling melengkapi.

Baca :   Metode Pembelajaran Kerja Kelompok

3. Mengajarkan Peserta Didik Untuk Tidak Terjebak Dalam Pemikiran Yang Salah

Sudut pandang antar peserta didik berbeda, dan hal itu membuat mereka menjadi unik. Dengan satu informasi yang sama, hasil yang didapatkan bisa berbeda, atau seringkali salah. Dengan menerima pendapat orang lain, Peserta didik dapat belajar menerima sudut pandang baru. Wawasan baru ini akan membantu mereka untuk keluar dari jebakan pemikiran yang salah.

4. Mendekatkan Hubungan Antar Peserta Didik

Secara tidak langsung, perdebatan atau diskusi akan memberi ruang bagi peserta didik untuk bercakap satu sama lain. Hal ini dapat mempererat hubungan di antara mereka. Selain mempelajari sudut pandang baru, juga membuat peserta didik mengenal karakter dari lawan bicara lebih baik.

5. Meningkatkan motivasi peserta didik

Perbedaan pendapat dapat meningkatkan rasa penasaran dan keingintahuan peserta didik terhadap suatu topik. Untuk membuktikan pendapat yang lebih benar, peserta didik akan memiliki keinginan menggali lebih dalam topik tersebut.

Bentuk Diskusi Kelompok

Ada beragam bentuk diskusi kelompok yang dapat dilaksanakan di dalam kelas, antara lain :

1. Grup Diskusi Berdasarkan Pembagian Kelompok

Peserta didik akan terbagi dalam kelompok, di mana jumlah peserta tiap kelompok diputuskan oleh guru, serta menyesuaikan dengan jumlah kelas. Bisa jadi satu kelas dibagi menjadi beberapa kelompok kecil, satu kelompok besar, atau Dua kelompok besar. Contoh diskusi seperti ini adalah buzz group, whole group dan syndicate group.

Baca :   Isi Permendikbud Nomor 23 Tahun 2015

2. Diskusi Berdasarkan Cara Pembahasan Topik

Pembahasan topik dapat dilakukan secara ilmiah, formal maupun informal. Pembahasan juga dapat menghadirkan narasumber, orang yang dianggap lebih cakap atau dengan cara debat melibatkan seluruh anggota. Dalam hal ini, guru dapat mempersiapkan peraturan  dan tata cara dalam Menjalankan diskusi. Contoh diskusi adalah seminar, panel, dan simposium.

3. Diskusi Berdasarkan Cara Penyampaian Pendapat.

Sebuah topik yang dibawakan dalam diskusi biasanya sudah ditentukan. Guru bisa menjelaskan lebih dulu materi sebelum memberikan masalah atau pertanyaan untuk didiskusikan. Namun penyampaian pendapat bisa beragam cara. Dalam brainstorming, Peserta menyampaikan pendapat secara bebas yang kemudian diklasifikasikan. Sedangkan pada Colloqinin, narasumber dan peserta dapat sama-sama menyampaikan pendapatnya.

You may also like

Leave a Comment