Metode Pembelajaran Tanya Jawab

by Shara Nurrahmi
0 comment 130 views
metode tanya jawab

Salah satu cara menyajikan bahan pelajaran di dalam kelas adalah dengan menggunakan metode tanya jawab antar siswa dan guru yang kolaboratif. Teknik ini memungkinkan terjadi komunikasi langsung antara guru dan siswa yang bersifat two way traffic melalui dialog-dialog.

Pertanyaan yang diberikan dapat mengenai isi materi yang tengah diajarkan guru maupun pertanyaan yang bersifat lebih luas. Namun, perlu diingat bahwa pertanyaan harus memiliki kaitan dengan materi atau pengalaman yang dihayati.

Teknik pembelajaran ini banyak diterapkan di sekolah karena dapat membantu siswa untuk memperluas dan memperdalam materi. Jika Anda ingin mengetahui lebih lanjut tentang teknik yang dipengarugi gaya belajar ini, simak penjelasannya berikut.

Pengertian Metode Tanya Jawab untuk Pembelajaran Siswa

Metode tanya jawab merupakan teknik penyajian materi dalam wujud pertanyaan dari guru yang harus dijawab oleh para siswa. Namun, cara ini juga dapat berjalan sebaliknya, yakni pertanyaan dari murid dan dijawab oleh guru.

Teknik pembelajaran ini diyakini dapat menjadi pendorong sekaligus pembuka jalan siswa untuk menelusuri materi lebih lanjut. Untuk memperoleh jawaban dari pertanyaan, siswa dapat menemukannya dari buku, surat kabar, majalah, kamus, video, laboratorium, dan sumber-sumber lainnya. Menurut Petunjuk Teknis Kurikulum tahun 1994, pertanyaan pada teknik ini bertujuan mengarahkan siswa untuk memahami materi yang diajarkan.

Pemanfaatan teknik mengajar ini secara baik dan tepat dapat merangsang minat dan motivasi belajar siswa. Terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan ketika menerapkan teknik mengajar ini, yaitu pertama, pastikan materi menarik. Selain itu pastikan materi memberikan tantangan tersendiri bagi siswa dan mempunyai nilai aplikasi yang tinggi.

Kedua, ajukanlah pertanyaan yang bervariasi. Pertanyaan ini dapat berupa pertanyaan tertutup yang hanya memiliki satu kemungkinan. Pertanyaan juga dapat berupa pertanyaan terbuka dengan banyak kemungkinan jawaban. Ketiga, jawaban dari pertanyaan tersebut didapatkan dari penyempurnaan jawaban-jawaban yang dikemukakan oleh siswa. Keempat, pastikan untuk menggunakan teknik bertanya yang baik.

Baca :   Cara Cek Data Guru Atau SKTP Di Laman Info GTK Kemendikbud

Berdasarkan penjabaran tersebut, disimpulkan metode tanya jawab merupakan teknik pembelajaran dengan pertanyaan untuk mengarahkan pemahaman siswa dan mencapai tujuan pembelajaran.

Dalam praktiknya, terdapat beberapa bentuk pertanyaan dalam metode tanya jawab. Ditinjau dari sudut pandang taksonomi Bloom, bentuk pertanyaannya yakni pertanyaan ingatan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesis, dan evaluasi.

Langkah-Langkah Penerapan Metode Tanya Jawab Pada Proses Pembelajaran

Agar tidak timbul penyimpangan pokok persoalan ketika menerapkan metode tanya jawab, maka perlu memperhatikan langkah-langkah berikut.

1. Merumuskan Tujuan Metode Tanya Jawab

Sebelum memulai sesi, pastikan guru telah memiliki tujuan dari metode tanya jawab secara jelas. Bentuknya dapat berupa tujuan khusus dan berpusat pada tingkah laku peserta didik.

2. Alasan Pemilihan Teknik Metode Tanya Jawab

Dengan memahami alasan pemilihan teknik pembelajaran, akan lebih memudahkan tercapainya tujuan pembelajaran tersebut.

3. Menetapkan Kemungkinan di Metode Tanya Jawab

Khususnya jika pertanyaan diajukan oleh siswa, pastikan guru menetapkan kemungkinan pertanyaan apa yang akan muncul. Hal ini akan sangat membantu ketika menjawab pertanyaan dari siswa.

Selain itu, diharapkan jawaban yang diberikan dapat diterima dengan jelas dan tidak menyimpang dari topik bahasan. Namun, jika terdapat jawaban siswa yang dirasa tidak tepat, usahakan guru untuk meredamnya.

4. Kesempatan Bertanya Pada Metode Tanya Jawab

Jika pembelajaran menggunakan teknik ini, pastikan siswa mendapat kesempatan untuk mengajukan pertanyaan. Namun, apabila waktu yang dimiliki batas, guru dapat membatasi hanya beberapa pertanyaan saja. Sementara bagi siswa yang masih ingin bertanya, dapat mengajukan pertanyaannya di luar jam pelajaran.

Dari langkah-langkah di atas, guru dapat menentukan tindakan dalam menggunakan metode tanya jawab secermat mungkin. Penerapannya di kelas dapat mengikuti detail sebagai berikut: pertama, sebutkan alasan guru menggunakan teknik pembelajaran tersebut.

Kedua, siapkan beberapa pertanyaan yang sesuai tujuan pembelajaran. Ketiga, simpulkan jawaban yang dikemukakan peserta didik sesuai tujuan pembelajaran. Keempat, berikan kesempatan pada peserta didik untuk menanyakan hal-hal yang belum mereka pahami.

Kelima, berikan pertanyaan atau kesempatan bertanya pada peserta didik untuk hal-hal yang bersifat pengembangan maupun pengayaan. Keenam, berikan kesempatan peserta didik untuk menjawab pertanyaan yang dirasa relevan dan bersifat pengembangan atau pengayaan.

Ketujuh, simpulkan jawaban dengan memperhatikan relevansi terhadap tujuan pembelajaran. Terakhir, berikan tugas pada peserta didik untuk mempelajari materi selanjutnya dan menuliskan daftar pertanyaan untuk pertemuan berikutnya.

Prinsip Penggunaan Metode Tanya Jawab untuk Pembelajaran di Kelas

Hal yang tak kalah penting untuk diketahui seorang guru ketika menerapkan metode tanya jawab adalah prinsip penggunaan teknik tersebut. Beberapa prinsip yang perlu diperhatikan di antaranya:

1. Penyebaran (distribution)

Agar peserta didik banyak berpartisipasi dalam kegiatan belajar mengajar, ada baiknya guru memberikan urutan menjawab pertanyaan secara acak dan merata.

Baca :   20 Universitas Terbaik di Indonesia

2. Pemberian Waktu Berpikir untuk Siswa (pausing)

Setelah guru memberikan pertanyaan di depan kelas, berikanlah jeda waktu agar siswa dapat mempersiapkan jawabannya. Tunggu hingga ada siswa yang berusaha menjawab, atau guru juga dapat menunjuk salah satu siswa di kelas.

3. Penggunaan Pertanyaan Jenis Pelacak (probing)

Jika guru ingin meningkatkan jawaban peserta didiknya, guru dapat menggunakan teknik pelacak (probing). Hal ini bertujuan agar jawaban peserta didik menjadi lebih sempurna. Beberapa teknik pelacak yang bisa digunakan adalah:

  • Klasifikasi

Yakni dengan memberikan pertanyaan jenis pelacak yang meminta peserta didik menjelaskan/menjabarkan jawaban.

  • Meminta Peserta Didik Memberikan Alasan

Guru dapat meminta peserta didik untuk mengemukakan alasan/pendapat dari pertanyaan yang diajukan.

  • Meminta Kesepakatan Pandangan

Teknik ini memungkinkan guru meminta siswa memberikan pandangan atas jawaban yang telah disampaikan oleh teman mereka. Sementara siswa lain bisa menerima atau menyanggah pandangan tersebut. Selain itu, siswa juga dapat menambahkan pandangan mereka hingga didapatkan jawaban yang disepakati bersama.

  • Meminta Ketepatan Jawaban

Dalam hal ini, guru dapat meminta peserta didik untuk melakukan tinjauan ulang jika jawaban yang diutarakan kurang tepat. guru dapat menggunakan pertanyaan pelacak. Pastikan pertanyaan yang guru ajukan tidak membuat siswa merasa tertekan, malu, maupun rendah diri.

  • Meminta Jawaban yang Lebih Relevan

Guru dapat memberikan pertanyaan yang memungkinkan peserta didik menilai kembali jawabannya. Selain itu, guru juga dapat meminta peserta didik mengemukakan kembali jawaban menggunakan kata-kata lain agar jawabannya menjadi tepat dan benar.

  • Meminta Contoh

Guru dapat meminta peserta didik untuk memberikan contoh atau ilustrasi yang konkret mengenai maksud dari jawabannya.

  • Meminta Jawaban Kompleks

Guru dapat meminta peserta didik untuk memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai jawaban sebelumnya.

Keunggulan dan Kelemahan Metode Tanya Jawab

Metode tanya jawab yang digunakan guru dalam menjalankan proses belajar mengajar tentu memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan. Menurut Sudirman (1991) terdapat beberapa keunggulan dari metode tanya jawab, di antaranya:

1. Mampu Memusatkan Perhatian Peserta Didik

Pertanyaan yang diberikan guru secara langsung dapat membuat siswa merasa tertarik dan perhatiannya terpusat. Cara ini sangat efektif bahkan ketika kelas dalam kondisi ribut sekalipun. Jika guru melontarkan pertanyaan, umumnya keributan dalam kelas akan berubah menjadi kondusif kembali. Siswa yang pada jam pelajaran merasa mengantuk biasanya segera segar dan hilang rasa kantuknya.

2. Mengembangkan Daya Pikir

Pertanyaan mampu merangsang peserta didik untuk melatih dan mengembangkan daya pikir serta daya ingatnya.

3. Mengembangkan Keberanian dan Keterampilan

Ketika peserta didik mencoba menjawab pertanyaan, secara tidak langsung membantunya untuk lebih berani dan terampil mengolah kata-kata.

4. Mengetahui Kemampuan Berpikir Siswa

Melalui jawaban yang diutarakan, guru dapat mengetahui sejauh mana kemampuan siswa dalam berpikir. Selain itu, dapat diketahui pula kesistematisan siswa dalam mengemukakan pokok pikiran dalam jawaban yang diutarakan.

Baca :   Pengertian Manajemen Berbasis Sekolah

5. Mengetahui Penguasaan Materi Siswa

Melalui pertanyaan-pertanyaan, guru dapat menilai seberapa jauh siswa menguasai materi yang sedang atau telah dipelajari. Dengan demikian, guru dapat menjadikannya sebagai bahan introspeksi cara mengajar di kelas.

6. Menjadi Pendorong dan Pembuka Jalan

Melalui sesi tanya-jawab, guru dapat menuntun siswa untuk melakukan penelusuran lebih lanjut mengenai materi tersebut. Penelusuran dapat bersumber dari buku, video, laboratorium, kamus, alam, dan sumber lainnya.

7. Membuat Suasana Belajar Lebih Hidup

Melalui proses bertanya dan menjawab pertanyaan, suasana belajar di kelas menjadi lebih hidup. Hal ini tentu berdampak pada bangkitnya minat belajar para peserta didik. Asalkan dalam penerapannya dilakukan dengan baik dan cermat untuk meminimalisir penyimpangan.

Kelemahan Metode Tanya Jawab

Selain keunggulan-keunggulan di atas, terdapat pula beberapa kelemahan dari metode tanya jawab, di antaranya:

1. Membuat Siswa Merasa Takut

Hal ini dapat terjadi khususnya jika guru kurang bisa mendorong peserta didik lebih berani dan menciptakan suasana yang santai dan akrab.

2. Pertanyaan Terlalu Sulit Bagi Siswa

Terkadang, memang tidak mudah dalam membuat pertanyaan yang sesuai tingkat berpikir sekaligus mudah dipahami oleh peserta didik.

3. Banyak Waktu Terbuang

Jika peserta didik tidak dapat menjawab pertanyaan sampai dua atau tiga kali giliran, hal ini dapat membuat banyak waktu menjadi terbuang.

4. Guru Mendominasi Proses Pembelajaran

Kondisi yang umum terjadi adalah guru menjadi seseorang yang mendominasi pada proses belajar mengajar. Hal ini terjadi karena biasanya guru kurang terbuka dan selalu ingin jawaban siswa sesuai dengan keinginan guru.

5. Peserta Didik Tidak Bisa atau Salah Menjawab Pertanyaan

Sebenarnya hal ini dapat terjadi bukan karena peserta didik tersebut bodoh, melainkan bisa jadi karena siswa terburu-buru dalam menjawab. Hal ini dapat disebabkan kurangnya waktu untuk memikirkan jawaban maupun kurang mendalami materi.

6. Tidak Cukup Waktu

Jika jumlah murid dalam kelas cukup banyak, maka tidak mungkin terdapat cukup waktu untuk memberikan pertanyaan pada setiap peserta didik. Biasanya jawaban sering diborong oleh sejumlah kecil peserta didik yang menguasai materi dan gemar berbicara. Sementara banyak peserta didik lainnya yang tidak memikirkan jawabannya.

7. Pokok Pembicaraan Menyimpang

Terkadang, dari sesi tanya jawab pokok pembicaraan dapat menyimpang dan tidak terkendali. Hal ini dapat memicu munculnya persoalan baru.

Demikian beberapa pembahasan mengenai metode tanya jawab. Teknik pembelajaran ini tentu memiliki kelebihan dan kekurangan yang ditinjau dari sudut pandang tertentu. Seiring berkembangnya pembahasan teknik pembelajaran ini, diharapkan teknik ini dapat berkembang. Diharapkan pula mampu meminimalisir kelemahan ketika diaplikasikan pada peserta didik. Hal ini bertujuan agar peserta didik semakin mudah memahami materi yang disampaikan dan dapat mencapai tujuan pembelajaran.

You may also like

Leave a Comment