Organ Pencernaan Manusia Beserta Fungsinya

by Trianilus
0 comment 95 views
Organ Pencernaan Manusia Beserta Fungsinya

Tahukah Anda apa saja organ pencernaan yang dimiliki manusia? Dan bagaimana organ pencernaan tersebut bekerja? Temukan jawabannya di sini!

Waktu kecil, Anda mungkin sering mendapatkan nasihat dari ibu agar tidak terburu-buru saat makan. Ya, nasihat itu memang ada benarnya. Makan terburu-buru bisa membuat kita tersedak dan membuat kerja organ pencernaan kita terganggu.

Padahal, proses pencernaan yang terjadi pada tubuh kita sangat bermanfaat untuk menyerap nutrisi dari makanan yang kita makan. Sehingga, tubuh kita menjadi lebih berenergi.

Oleh karena itu, mulai sekarang jangan makan terburu-buru. Kunyah makanan dengan baik agar kerja organ pencernaan kita tidak terganggu.

Kali ini kita akan membahas organ-organ pencernaan pada manusia beserta fungsinya. Simak pembahasan berikut ini dengan saksama.

Organ Pencernaan Manusia Beserta Fungsinya

1. Mulut

organ mulut

Mulut merupakan tempat di mana proses pencernaan dimulai. Terdapat tiga organ yang membantu proses pencernaan di dalam mulut, di antaranya gigi, lidah dan kelenjar air liur.

Mulut berfungsi untuk mengunyah makanan hingga halus dan lunak. Gigi dan lidah berperan sebagai penghancur makanan. Sementara kelenjar air liur berperan sebagai pemutus rangkaian-rangkaian polimer di dalam makanan.

Setelah makanan yang dikunyah sudah halus dan lunak, muncullah dorongan untuk menelan makanan tersebut. Makanan didorong menuju ke saluran pencernaan yang lebih dalam, yakni tenggorokan bagian belakang yang kemudian diteruskan ke kerongkongan.

2. Kerongkongan

organ Kerongkongan

Kerongkongan (esophagus) terletak di antara tenggorokan dan lambung. Organ ini merupakan saluran penghubung antara mulut dengan lambung.

Sehingga, dapat dikatakan bahwa kerongkongan adalah jalan di mana makanan yang telah dikunyah halus dari mulut menuju lambung. Di dalam organ pencernaan ini, terjadi gerakan peristaltik untuk mendorong makanan masuk ke dalam lambung.

Baca :   Perpustakaan Sekolah, Pengertian Tujuan dan Manfaatnya

Gerakan peristaltik ini sangat kuat dan mampu melawan gaya gravitasi. Hal ini memungkinkan kita tetap bisa menelan makanan meskipun kepala kita berada di bawah dan kaki berada di atas (bergelantung). Namun, perlu diingat, bahwa cara makan seperti itu tidaklah baik.

Kerongkongan memiliki sfingter (cincin otot) pada bagian ujungnya. Sfingter akan membuka ketika makanan masuk ke lambung dan kemudian menutup untuk mecegah makanan dan cairan lainnya kembali naik ke kerongkongan.

3. Lambung

organ Lambung

Lambung merupakan organ berbentuk huruf ā€˜Jā€™ yang terletak di sebelah kiri rongga perut. Organ ini memiliki ukuran sekitar dua kepalan tangan.

Organ pencernaan yang memiliki nama lain ventrikulus ini memiliki tiga fungsi utama, di antaranya:

  • Menyimpan makanan dan cairan pencernaan yang tertelan;
  • Mencampur makanan dan cairan pencernaan yang diproduksinya
  • Melepas makanan yang berbentuk chyme sedikit demi sedikit ke usus halus.

Di dalam lambung, dinding otot perut dengan kuat mencampur dan mengocok makanan dengan asam dan enzim, serta memecahnya menjadi bagian-bagian yang lebih kecil. Makanan yang sudah cukup hancur inilah yang disebut chyme.

Setelah itu, chyme secara perlahan-lahan atau sedikit demi sedikit dilepaskan lambung melalui pyloric sphincter. Pyloric sphincter adalah cincin otot yang terletak di antara lambung dan ujung usus halus atau yang biasa disebut usus 12 jari.

Perlu diketahui, sebagian besar makanan meninggalkan lambung hingga empat jam setelah dimakan.

4. Usus halus

Usus halus

Usus halus (intestinum) merupakan organ berbentuk tabung tipis sekitar satu inci yang terletak sedikit lebih rendah dari lambung. Organ ini memiliki panjang sekitar 10 meter sehingga memakan sebagian besar ruang di rongga perut. Seluruh usus halus digulung layaknya selang. Pada permukaan bagian dalamnya penuh dengan lipatan dan tonjolan.

Baca :   Panduan Penyusunan KKM Kurikulum 2013 Revisi 2018

Intestinum terdiri dari tiga bagian, yakni usus 12 jari (duodenum), usus kosong (jejunum) dan usus absorpsi (ileum). Ketiga bagian ini menjalankan perannya masing-masing dalam proses pencernaan makanan.

Mulanya, usus 12 jari menerima makanan yang berbentuk chyme dari lambung. Usus 12 jari kemudian melakukan proses pencernaan makanan secara kimiawi dengan bantuan getah pankreas dan getah empedu.

Makanan selanjutnya melalui usus kosong berperan membantu proses pencernaan makanan secara kimiawi melalui enzim-enzim yang dihasilakan dinding usus. Enzim-enzim ini terdiri dari aminopeptidase, disakaridase, enterokinase dan dipeptidase.

Usus absorpsi merupakan bagian akhir dari usus halus. Usus absorpsi beperan dalam menyelesaikan proses penyerapan nutrisi dan menyerap asam empedu agar bisa didaur ulang kembali.

5. Usus besar

Usus halus

 

Usus besar merupakan organ yang berbentuk huruf ā€˜Uā€™ terbalik. Organ ini memiliki panjang lebih pendek daripada usus halus, yakni 5-6 meter. Fungsi utama dari organ pencernaan ini ialah membuang air dan garam yang tidak dapat dicerna dan membentuk limbah padatan yang dapat dikeluarkan.

Terdapat tiga bagian utama yang terdapat pada usus besar, di antaranya sekum, kolon dan rektum. Sekum berperan menyerap nutrisi yang tidak dapat diserap oleh usus halus. Kolon merupakan tempat cairan dan garam diserap. Sementara rektum merupakan tempat penyimpanan feses sebelum dikeluarkan melalui anus.

Perlu diketahui, usus besar mengandung sebuah bakteri yang disebut escherichia coli. Bakteri ini berperan membantu proses pembusukan di usus besar hingga menjadi feses. Selain itu, bakteri ini juga berperan menghasilkan vitamin K, yang mana sangat dibutuhkan tubuh untuk proses pembekuan darah.

Baca :   Cara Menulis Esai yang Baik dan Benar

6. Anus

Organ anus

Anus merupakan organ terakhir dari sistem pencernaan manusia. Organ ini berfungsi untuk proses defekasi atau proses membuang kotoran sisa pencernaan dalam bentuk feses. Dengan kata lain, anus merupakan tempat pembuangan feses alias sisa makanan yang tidak dibutuhkan oleh tubuh.

Dari sini kita dapat menyimpulkan bahwa hasil akhir dari proses pencernaan makanan yang kita makan adalah feses.

Proses Pencernaan Makanan

Dari penjelasan di atas, kita dapat mengetahui beberapa tahapan dalam proses pencernaan makanan, yakni dimulai dari menguyah makanan hingga membuang feses. Pertama, makanan dimasukkan ke dalam mulut lalu dikunyah dengan bantuan gigi dan lidah. Di samping itu, kelenjar air liur akan mengeluarkan lebih banyak cairan untuk membantu memecah makanan.

Kemudian, makanan yang sudah halus ditelan menuju tenggorokan dan kerongkongan. Di kerongkongan terjadi gerakan peristaltik yang membantu makanan agar mudah menuju ke lambung.

Proses pencernaan makanan dilanjutkan di dalam organ lambung. Hasilnya, makanan dicampur dan dikocok dengan kuat hingga menjadi chyme. Kemudian, terjadilah pemecahan nutrisi pada makanan di dalam usus halus. Nutrisi itu juga diserap dan disebarkan ke seluruh tubuh.

Makanan yang tersisa akan berjalan menuju usus besar. Di dalam organ ini, sisa-sisa makanan diolah menjadi feses. Sisa-sisa makanan yang berubah menjadi feses ini kemudian bergerak menuju anus yang merupakan tempat proses pembuangan feses itu sendiri.

Itulah pembahasan mengenai sistem pencernaan manusia. Perlu diingat, setiap makanan yang kita makan pasti berdampak pada tubuh kita. Oleh karena itu, makanlah makanan yang bergizi. Dengan memakan makanan bergizi, tubuh kita akan menjadi sehat dan berenergi.

Semoga pembahasan ini memberikan pengetahuan dan wawasan baru untuk Anda.

You may also like

Leave a Comment