Panduan Penyusunan KKM Kurikulum 2013 Revisi 2018

by Shara Nurrahmi
0 comment 76 views
Panduan Penyusunan KKM Kurikulum 2013 Revisi 2018

KKM Kurikulum 2013 merupakan ambang batas nilai agar peserta didik bisa dikatakan lulus pada suatu tes, rapor dan sebagainya. Meskipun bukan satu-satunya penentu keberhasilan pencapaian siswa. Tetapi keberadaannya memegang peranan penting dalam komponen penilaian. Penyusunannya pun tidak sembarangan. Sebab, kesalahan sedikit saja akan mempengaruhi nilai siswa. Tidak hanya siswa, melainkan dalam lingkup yang lebih luas, mutu pendidikan Indonesia juga terdampak.

Dalam merumuskan KKM kurikulum 2013, terdapat panduan yang harus digunakan sebagai pedoman. Dalam artikel ini, akan dijelaskan secara detail mengenai petunjuk yang telah ditetapkan dalam penyusunan KKM. Hal ini dimaksudkan guna memudahkan tahapan dalam menentukan KKM, terutama bagi dewan pendidik.

Fungsi KKM Kurikulum 2013

Sebagai kurikulum terbaru, kurikulum 2013 tidak bisa terlepas dari kriteria ketuntasan minimal (KKM). Penentuan besarnya KKM biasanya dilakukan oleh forum dewan pendidik dengan karakteristik sekolah serupa, misalnya MGMP. Pembuatan KKM ini tentu ditujukan untuk fungsi tertentu, yaitu:

1. Pedoman Penilaian

Artinya, komponen ini menjadi penentu apakah siswa berhasil menyelesaikan setiap kompetensi yang diajarkan. Dengan kata lain, sebagai tolak ukur pemahaman peserta didik. Mereka yang mampu melampaui batas nilai, berarti telah mengerti sepenuhnya mengenai materi yang diajarkan.

Baca :   Referensi Ide Judul Skripsi Teknik Informatika

2. Motivasi Untuk Peserta Didik

Eksistensi KKM membuat peserta didik memiliki target pencapaian. Mereka harus melewati batas minimal. Karena itu, mereka akan mempersiapkan diri dengan baik sebelum ujian dilaksanakan. Sebab, apabila tidak melebihi KKM, maka harus melakukan remidi atau mengulang.

3. Evaluasi Pembelajaran

Semakin banyak siswa yang bisa melebihi KKM, menunjukkan keberhasilan kegiatan belajar mengajar yang telah dilangsungkan. Hal ini pun berarti bahwa guru berhasil menyampaikan materi dengan baik, sehingga pemahaman siswa pun baik pula.

Aspek Penting Dalam Penyusunan KKM Kurikulum 2013

Ada beberapa aspek yang harus diperhatikan dalam penyusunan kriteria ketuntasan minimal ini. Pertama, harus memahami prinsip yang melekat pada proses perumusannya. Prinsip tersebut tidak boleh diabaikan.

Kedua, pengambilan keputusan besar ini harus dilakukan sesuai langkah-langkah yang telah ditentukan dalam pedoman. Mengenai tahapan penyusunannya, akan diuraikan dalam pembahasan selanjutnya. Yang perlu diingat, jangan sampai terlewat satu langkah pun. Sebab, bisa berakibat pada kesalahan perumusan.

Yang tidak kalah pentingnya, mengenai tiga aspek dalam penyusunan KKM. Uraiannya akan dipaparkan melalui tabel berikut:

No Aspek Arti Penjelasan
1 Intake Karakteristik peserta didik
  • Untuk siswa kelas 7 SMP ditentukan dengan rata-rata nilai dalam buku hasil belajar SD, nilai USBN, nilai hasil seleksi yang diperoleh untuk masuk SMP.
  • Untuk siswa tingkat dua dan tiga, didasarkan pada rata-rata nilai raport pada semester sebelumnya.
2 Kompleksitas Karakteristik mata pelajaran
  • Derajat kesulitan yang ada pada setiap mata pelajaran.
  • Penentuannya melalui MGMP, analisis jumlah kompetensi dasar, besar kecilnya ruang lingkup KD, dan syarat tertentu.
3 Daya Dukung Kondisi satuan pendidikan
  • Setiap institusi pendidikan memiliki standar yang berbeda. Karena itu, hal ini pun perlu dipertimbangkan.
Baca :   Cara Meresensi Buku dengan Baik dan Benar

Tahapan Penyusunan KKM Kurikulum 2013

Setelah memperhatikan aspek-aspek penting dalam proses perumusannya, langkah selanjutnya yaitu mengetahui teknis penyusunan. Ada dua langkah dalam teknik penyusunan KKM, yakni:

  1. Menghitung semua kompetensi dasar (KD) setiap mata pelajaran dari masing-masing tingkatan dalam satu tahun pelajaran.
  2. Menentukan besarnya tiga komponen penyusunan. Komponen tersebut terdiri dari intake, kompleksitas, dan daya dukung. Mengenai penjelasan masing-masing aspek telah diuraikan pada bagian sebelumnya.

Contoh Penentuan KKM

Agar mendapat pemahaman yang lebih mendalam, lebih baik apabila memahami contohnya secara langsung. Mengenai contoh penentuannya, seperti berikut:

Tabel Kriteria

Aspek Kriteria dan Skala yang Digunakan Dalam Penilaian
Rendah Sedang Tinggi
Intake 80-100 65-79 <65
Kompleksitas <65 65-79 80-100
Daya Dukung <65 65-79 80-100

Penentuan KKM dari setiap KD menggunakan rumus:

Contoh, nilai masing-masing aspek:

Intake              = 60

Kompleksitas  = 75

Daya Dukung  = 85

Jadi, KKM untuk KD itu adalah:  = 73,33

Dalam penerapannya, ada dua jenis KKM yang digunakan, yakni:

1. Setiap Mata Pelajaran Memiliki KKM Berbeda

Misal, dalam satu sekolah KKM Bahasa Indonesia adalah 70, IPA 75, IPS 73. Semacam ini bisa saja diterapkan, tetapi akan memunculkan konsekuensi berupa predikat nilai yang berbeda untuk mata pelajaran yang tidak sama. Contoh, untuk mendapatkan A mapel A, maka harus mendapat nilai 90. Lain halnya dengan Bahasa Indonesia.

Baca :   Teori Belajar Sibernetik: Pengertian, Prinsip, Kelebihan & Kekurangan

2. Satu KKM Untuk Semua Mapel

Sistem yang demikian cenderung lebih efektif untuk diterapkan. Jadi, ketika KKM pelajaran IPA adalah 75, maka pelajaran lain pun serupa. Dengan demikian, tidak perlu predikat yang berbeda untuk setiap mata pelajaran. Misal, predikat A untuk rentang nilai 90-100, berarti seluruh mata pelajaran menganut pakem yang sama.

Seperti yang telah diuraikan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penyusunan rapor dengan KKM kurikulum 2013. Teknik perumusannya pun harus dilakukan dengan benar, tanpa adanya kesalahan. Mengingat berbagai fungsi yang dimilikinya, akan sulit menentukan standar kelulusan di setiap mata pelajaran apabila KKM kurikulum 2013 ini tidak ada.

Selain sebagai ambang batas kelulusan nilai mata pelajaran, KKM juga bisa membuat siswa termotivasi untuk meraih nilai yang maksimal. Sebab, apabila hasil pencapaiannya kurang, maka mereka harus mengulang. Entah itu ulangan maupun praktek. Keduanya harus ditempuh kembali ketika tidak memenuhi KKM. Jadi, anggapan demikian bisa menjadikan mereka semangat agar tidak remidi.

Download Contoh Kriteria Penyusunan KKM

Link DownloadFile Kriteria Penyusunan KKMFormat
DownloadKriteria Penyusunan KKMPDF

You may also like

Leave a Comment