Pedoman Penyusunan SKP Guru dan Contohnya

by Shara Nurrahmi
0 comment 112 views
contoh SKP guru

Melalui contoh SKP guru yang akan dipaparkan ini, Anda tidak perlu kesulitan lagi mengenai penyusunan SKP (Sasaran Kerja Pegawai) . Selain contoh SKP guru, juga akan dijelaskan mengenai pedoman penyusunannya secara rinci. Dengan demikian, tulisan ini dapat menjadi referensi yang benar sebagai patokan dalam menyusun SKP guru.

Kewajiban Penyusunan SKP Guru

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2011 tentang Penilaian Prestasi Kerja PNS serta Perka BKN Nomor 1 Tahun 2013, ASN diwajibkan untuk melakukan penyusunan SKP. SKP merupakan kepanjangan dari Sasaran Kerja Pegawai, yang mana ditujukan sebagai komponen dasar dalam penilaian prestasi kerja pegawai.

Sesuai dengan yang telah diuraikan, seluruh ASN harus membuat SKP, termasuk di dalamnya seorang guru. Telah ada peraturan yang jelas mengatur mengenai hal tersebut. Tujuan penyusunan Sasaran Kerja Pegawai (SKP) adalah untuk menjamin terlaksananya objektivitas pembinaan ASN yang dikerjakan sejalan dengan sistem prestasi kerja.

Sasaran Kerja Pegawai berisi mengenai rencana serta target kinerja yang menjadi sasaran. Artinya, semua poin dalam SKP harus diraih oleh pegawai yang bersangkutan selama kurun waktu penilaian. Secara umum, sifat dari SKP guru adalah nyata, dapat diukur, dan disepakati oleh pegawai beserta atasannya. Dalam pelaksanaannya, harus diimplementasikan sejalan dengan tugas, fungsi, wewenang, juga tanggung jawab yang mana telah ditetapkan melalui Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK).

Baca :   Teori Perdagangan Internasional dan Faktor Pendorongnya

Pedoman Penyusunan SKP Guru

Di bawah ini akan diuraikan secara lengkap mengenai pedoman penyusunan beserta contoh SKP guru. dalam menyusunnya, terdapat berbagai komponen yang harus diperhatikan, mulai dari prinsip, unsur, hingga ketentuan penyusunannya. Yang terpenting, SKP guru harus disusun sejalan dengan tugas pokok jabatan dan mempertimbangkan beberapa instrumen terkait, yaitu:

  • Hasil dari Evaluasi Diri Sekolah (EDS).
  • Rencana Kerja Tahunan (RKT) sekolah sebagai tindak lanjut dari visi misi milik sekolah yang bersangkutan.
  • Tugas pokok guru serta tugas tambahan yang diemban.

Prinsip Dalam Penyusunan SKP Guru

Adapun prinsip yang harus dipegang sebelum juga saat melakukan penyusunan berkas sasaran kerja ini, yaitu:

  • Jelas, semua komponen harus dipaparkan secara jelas, sehingga bisa dimengerti.
  • Bisa Diukur, artinya seluruh kegiatan yang ada di dalam SKP harus dapat diukur secara kuantitatif serta kualitasnya ke dalam bentuk angka.
  • Relevan, sejalan dengan lingkup tugas jabatan guru yang bersangkutan.
  • Dapat dicapai, sebagai target kerja tentu sasaran di dalam SKP harus rasional dan bisa dicapai.
  • Mempunyai target waktu, setiap kegiatan yang disusun dalam SKP harus disertai dengan waktu.

Aturan Penyusunan SKP Guru

Sebelum mempelajari contoh SKP guru, Anda harus memahami isi dan aturan di dalamnya. Pada SKP, tertera mengenai kegiatan sejalan dengan target sebagai tujuan yang akan dicapai, angka kredit, tugas jabatan, dan lainnya terkait. Berikut penjelasan mengenai aturan penyusunan SKP guru:

Baca :   Download PTK Bahasa Indonesia SMP Kurikulum 2013

Target

Target berisi kualitas, kuantitas, waktu, dan/atau biaya yang harus dikeluarkan. Yang mana kegiatan yang telah disusun harus bisa dicapai selama satu tahun. Hasilnya pun diwajibkan bersifat nyata dan bisa diukur dengan angka.

Penentuan Angka Kredit

Besaran angka kredit yang ada di dalam SKP disesuaikan pada asumsi mengenai kenaikan pangkat dengan setingkat lebih tinggi daripada sebelumnya, yang harus diraih selama kurun waktu empat tahun. Karenanya, SKP yang disusun setahun sekali mengandung angka kredit yang didapatkan dari jumlah seluruh angka kredit kumulatif paling sedikit yang akan dicapai, lalu dibagi empat.

Persetujuan SKP

Ketika SKP telah selesai disusun, Anda harus mengajukannya kepada pejabat penilai. Apabila pejabat penilai menyetujui SKP yang telah dibuat, SKP guru akan ditetapkan menjadi kontrak kerja. Kontrak kerja tersebut harus ditandatangani oleh kedua belah pihak yang terkait, dalam hal ini adalah guru dan pejabat penilai. Tanda tangan merupakan bukti jika SKP guru wajib dilaksanakan.

Akan tetapi, jika pejabat penilai ternyata tidak menyetujui SKP guru yang telah disusun, maka keputusan selanjutnya diberikan kepada Atasan dari Pejabat Penilai. Hasil keputusan yang diberikan oleh Atasan Pejabat Penilai bersifat final, tidak dapat diubah kembali.

Contoh SKP Guru Melalui Formatnya

Berikut contoh SKP guru melalui formatnya:

FORMULIR SKP

Download contoh Formulir SKP

Pedoman Pengisian Contoh SKP Guru

Kolom Isi
(1) Nomor urut identitas dan nomor kegiatan
(2) Uraian kegiatan dari tugas jabatan guru, berupa unsur utama, unsur penunjang, dan tugas tambahan
(3) Target angka kredit setiap kegiatan
(4) Target kuantitas/ output
(5) Target kualitas
(6) Target waktu
(7) Target biaya
Baca :   4 Alternatif Pengganti UKK yang Ditiadakan di Tahun 2021

SKP guru akan tergabung dengan prestasi kerja dalam Penilaian Prestasi Kerja ASN, yang mana memiliki bobot penilaian sebesar 60%. Melihat angka yang demikian ini, terlihat jelas bahwa SKP merupakan komponen yang tidak bisa asal disusun.

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, tentu penyusunan SKP guru harus disesuaikan dengan pedoman penyusunan yang ada. Contoh SKP guru yang telah dipaparkan memudahkan Anda dalam penyusunan SKP guru.

Download Contoh SKP Guru

Link DownloadFile Contoh SKP GuruFormat
DownloadContoh Penyusunan Sasaran Kerja PegawaiPDF
DownloadContoh SKP Guru Kelas - IIIAxlsx
DownloadContoh SKP Guru Kelas - IIIBxlsx
DownloadContoh SKP Guru Kelas - IIICxlsx
DownloadContoh SKP Guru Kelas - IIIDxlsx

You may also like

Leave a Comment