Pengertian Bunyi, Cara Merambat, Sifat dan Jenisnya

by Trianilus
0 comment 91 views
Pengertian Bunyi, Cara Merambat, Sifat dan Jenisnya

Bagaimana caranya bunyi bisa terdengar di telinga kita? Saat melihat halilintar, mengapa suara dan kilatan halilintar tidak terjadi pada satu waktu? Begitu pula saat melihat pesawat terbang di atas kita, mengapa suaranya baru terdengar saat pesawat terbang itu sudah jauh? Selanjutnya, saat melihat kembang api dari kejauhan, mengapa suaranya baru terdengar saat kembang api itu sudah padam?

Nah, pertanyaan-pertanyaan di atas dapat kita jawab dengan memahami konsep bunyi. Untuk mengetahui lebih lanjut, berikut penjelasan lengkap mengenai bunyi, mulai dari pengertian, cara merambatnya, sifat-sifatnya hingga jenis-jenisnya.

Pengertian Bunyi

Bunyi adalah gelombang longitudinal yang terjadi karena ada getaran dan membutuhkan medium (zat perambat). Dengan kata lain, bunyi tidak bisa didengar oleh makhluk hidup seperti manusia dan hewan jika tidak ada mediumnya.

Misalnya, saat Anda berada di luar angkasa, Anda tidak akan mendengar bunyi apapun. Mengapa demikian? Karena di luar angkasa tidak tidak memiliki udara alias hampa udara. Sementara udara merupakan salah satu medium yang dapat merambatkan bunyi hingga terdengar ke telinga manusia dan hewan. Namun, Anda dapat mendengar suara-suara di luar angkasa dengan cara menggunakan gelombang radio.

Selain udara, medium yang dapat merambatkan bunyi di antaranya zat cair dan zat padat.

Pembuktian mengenai bunyi membutuhkan suatu medium dilakukan oleh seorang ahli fisika asal Jerman, Otto von Guericke (1602-1806). Guericke membuktikannya dengan memasukkan bel ke dalam tabung yang telah dibuang udaranya. Dia mendapatkan hasil bahwa ketika bel dimasukkan ke dalam tabung hampa udara, bunyi bel tidak bisa didengar. Hal ini membuktikan bahwa bel membutuhkan udara sebagai medium perambat bunyi.

Cara Merambat Bunyi

Sebagaimana dijelaskan di atas, bunyi membutuhkan zat perambat agar bisa terdengar oleh makhluk hidup, seperti manusia dan hewan. Adapun zat perambat yang dimaksud ialah udara, zat cair dan zat padat.

Berikut penjelasan mengenai udara, zat cair dan zat padat sebagai zat perambat bunyi.

1. Bunyi merambat melalui udara

Bunyi dapat terdengar melalui perambatan udara. Contohnya adalah halilintar yang sering kita dengar saat hujan. Halilintar dapat terdengar karena dirambatkan oleh udara. Contoh lainnya adalah bunyi lonceng. Bunyi lonceng akan terdengar jika dipukul, yang kemudian dirambatkan oleh udara, sehingga sampai ke telinga kita.

Baca :   Peran Jantung pada Sistem Peredaran Darah Makhluk Hidup

2. Bunyi merambat melalui zat cair

Bunyi juga dapat merambat melalui zat cair, seperti air. Perambatan bunyi di dalam air dapat Anda buktikan dengan menyelam ke dalam air. Misalnya, Anda dan teman Anda secara bersama-sama menyelam ke dalam air. Kemudian teman Anda memukul batu di dalam air. Anda akan mendengarkan bunyi dari pukulan batu tersebut.

Di sisi lain, perlu Anda ketahui, ikan lumba-lumba dapat berkomunikasi dengan lumba-lumba lainnya menggunakan gelombang bunyi yang bisa diterima sesamanya, karena gelombang bunti itu merambat di dalam air,

3. Bunyi merambat melalui zat padat

Selain udara dan zat cair, bunyi juga bisa merambat melalui zat padat. Anda dapat membuktikannya dengen menempelkan telinga ke dinding. Kemudian, minta teman Anda memukul dinding tersebut pada bagian lain. Anda akan mendengarkan bunyi pukulan tersebut.

Anda juga dapat membuktikannya dengan menggunakan kaleng dan benang yang diteruskan pada kaleng lainnya. Letakkan kaleng tersebut pada telinga Anda dan minta teman Anda meletakkan kaleng lainnya di depan mulutnya. Kemudian minta teman Anda berbicara sesuatu. Anda akan mendengarkan apa yang dibicarakan teman Anda. Hal ini membuktikan bahwa bunyi bisa merambat melalui zat padat.

Cepat Rambat Bunyi

Cepat rambat bunyi dalam suatu medium tidaklah sama. Cepat rambat bunyi pada zat padat lebih cepat terdengar dibandingkan melalui zat air dan udara. Mengapa cepat rambat bunyi pada zat padat lebih cepat terdengar? Karena jarak antar partikel pada zat padat sangat berdekatan. Hal ini membuat energi yang dibawa oleh getaran dapat dengan muda dipindahkan dari partikel satu ke partikel lainnya tanpa partikel tersebut berpindah.

Sementara itu, udara mempunya jarak antar partikel yang berjauhan. Hal ini membuat cepat rambat bunyi pada udara lebih lama terdengar dibandingkan medium-medium lainnya.

Sebagai contoh, halilintar yang kita lihat saat hujan. Sebenarnya, kilatan halilintar dan suaranya terjadi secara bersamaan. Namun, kita melihatnya seperti terjadi tidak dalam satu waktu. Mengapa demikian? Hal ini berhubungan dengan cepat rambat bunyi. Halilintar terdiri dari dua gelombang, yakni gelombang bunyi dan gelombang cahaya. Nah, cepat rambat gelombang cahaya ini lebih besar dibandingkan cepat rambat gelombang bunyi. Hal ini membuat kita lebih dulu melihat kilatan halilintar, disusul suaranya (tidak terjadi secara bersamaan).

Peristiwa yang sama juga dapat Anda temui pada kembang api yang kita lihat dari kejauhan. Kita baru mendengar suara letusan setelah kembang api itu padam, sebab cepat rambat gelombang cahaya pada kembang api lebih besar daripada cepat rambat gelombang bunyinya. Begitu pula pada peristiwa pesawat yang kita lihat dari bawah. Pesawat itu baru memunculkan suara saat terlihat sudah jauh karena cepat rambat gelombang bunyi pada pesawat itu lebih kecil dibandingkan cepat rambat gelombang cahayanya.

Baca :   Struktur Jaringan Tumbuhan dan Fungsinya

Bagaimana cara menentukan kecepatan perambatan gelombang bunyi? Kita dapat menentukannya dengan menggunakan rumus di bawah ini:

v = s/t

Keterangan:

v : cepat rambat bunyi (m/s)

s : jarak sumber bunyi dengan pengamat (m)

t : waktu (s)

Kecepatan perambatan gelombang bunyi juga dapat ditentukan dengan menggunakan panjang gelombang (λ), dengan rumus:

v = λ x f

Keterangan:

v : cepat rambat gelombang bunyi

λ : panjang gelombang (dibaca lamda)

f : frekuensi bunyi

Berikut contoh soal tentang cepat rambat bunyi:

Soal:

Terdapat sebuah sumber bunyi yang baru terdengar oleh Budi 1,5 detik kemudian. Sementara jarak sumber bunyi dengan Budi ialah 510 meter. Hitunglah berapa kecepatan gelombang tersebut!

Jawaban:

s (jarak sumber bunyi dengan Budi) = 510 m

t (waktu) = 1,5 s

v = s/t

v = 510 m/1,5 s

v = 340 m/s.

Jadi, cepat rambat bunyi tersebut ialah 340 m/s.

Sifat-sifat Bunyi

Terdapat enam sifat dan karakteristik bunyi. Berikut penjelasan tentang enam sifat dan karakteristik bunyi:

1. Membutuhkan medium

Sebagaimana dijelaskan di atas, sifat bunyi yang pertama adalah membutuhkan medium. Sebab, bunyi itu termasuk gelombang yang bergerak, maka dalam pergerakannya membutuhkan media perambat atau medium. Medium bunyi di antaranya udara, zat cair dan zat padat.

2. Dapat dipantulkan

Bunyi tergolong dalam gelombang longitudinal yang memiliki sifat dapat dipantulkan. Pantulan bunyi terjadi karena getaran bunyi mengenai benda dengan permukaan keras atau benda padat. Terdapat dua jenis bunyi pantul, yakni gaung dan gema.

Gaung merupakan suara pantulan yang kita dengan waktunya hampir bersamaan dengan bunyi asli. Oleh karena itu, gaung membuat suara asli terdengar kurang jelas karena ditabrak oleh suara pantulan. Contohnya, ketika teman Anda teriak “ke-si-ni” dari kejauhan. Teriakan itu dipantulkan oleh permukaan keras sehing terdengar “ke —— ni”.

Sementara itu, gema merupakan bunyi yang terdengar setelah bunyi asli. Biasanya kita dapat menemukan gema di lereng bukit, tebing, gua dan permukaan keras atau rapat. Contohnya, ketika teman Anda yang berada di kejauhan teriak “ke sini” di tebing, Anda akan mendengarkan teriakan “ke sini” setelah suara aslinya menghilang. Gema terjadi secara berulang-ulang, sehingga teriakan teman Anda akan terdengar “ke sini, ke sini, ke sini….”

3. Dapat dibiaskan

Sifat bunyi berikutnya adalah dapat dibiaskan. Karena bisa dibiaskan, Anda akan mendengarkan suara tidak sekeras aslinya. Contohnya adalah halilintar. Anda akan mendengarkan suara halilintar tidak sekeras aslinya pada siang hari. Sebab, pada siang hari udara di permukaan lebih panas yang mengakibatkan kerapatan udara menjadi lebih renggang.

Baca :   Pengertian Gelombang dan Sifat-sifatnya

4. Mengalami pelenturan

Bunyi juga dapat mengalami pelenturan. Sebab, gelombang bunyi mempunyai panjang dalam rentang sentimeter hingga beberapa meter. Hal ini membuat bunyi lebih mudah mengalami pelenturan. Contoh bunyi dilenturkan adalah saat kita mendengar suara mobil di suatu tikungan jalan. Kita dapat mendengar suara mobil itu meski kita belum melihat mobil itu berbelok.

5. Mengalami perpaduan

Bunyi dapat mengalami perpaduan. Artinya, bunyi yang kita dengar dari dua sumber berbeda yang memiliki frekuensi sama, maka kita akan mendengarkan suara yang lebih keras. Fenomena ini bisa kita temukan saat kita menyetel lagu dengan dua loudspeaker. Kita akan mendengarkan suara yang kuat dan lemah secara bergantian.

6. Termasuk gelombang longitudinal

Sifat bunyi berikutnya adalah termasuk dalam kategori gelombang longitudinal. Gelombang longitudinal merupakan suatu gelombang yang memiliki arah rambat sejajar atau sama dengan arah getarnya. Jadi, bila arah getar bunyi ke kiri, maka gelombang bunyi juga merambat ke arah kiri.

Jenis-jenis Bunyi

Terdapat tiga jenis bunyi berdasarkan frekuensinya, yaitu audiosonik, infrasonik dan untrasonik. Berikut penjelasan tentang tiga jenis bunyi:

1. Audiosonik

Audiosonik adalah jenis gelombang bunyi yang memiliki frekuensi 20 Hz hingga 20.000 Hz. Audiosonik merupakan satu-satunya gelombang bunyi yang didengar oleh manusia. Dengan kata lain, suara teman, lagu, kendaraan bermotor dan lainnya yang bisa didengar manusia merupakan contoh dari audiosonik.

2. Infrasonik

Infrasonik memiliki frekuensi lebih kecil dibandingkan audiosonik, yakni kurang dari 20 Hz. Sehingga jenis bunyi ini tidak bisa didengar oleh manusia. Adapun makhluk hidup yang dapat mendengarkan bunyi infrasonik di antaranya jangkrik, lumba-lumba, gajah, jangkrik, kelelawar, kuda dan lainnya.

Namun, bunyi infrasonik biasanya dimanfaatkan manusia untuk mendeteksi aktivitas vulkanik gunung berapi dan aktivitas pergerakan lempeng bumi dengan menggunakan alat bantu seismograf.

3. Ultrasonik

Jenis bunyi yang memiliki frekuensi tertinggi adalah ultrasonik, yaitu 20.000 Hz. Sama seperti infrasonik, jenis bunyi ini tidak bisa didengar oleh manusia. Adapun makhluk hidup yang mampu mendengarkan bunyi ultrasonik di antaranya, lumba-lumba, paus, kelelawar dan lainnya.

Akan tetapi, bunyi ultrasonik biasanya dimanfaatkan manusia di dalam dunia medis, seperti mendeteksi janin melalui alat USG dan mendiagnosa berbagai macam penyakit melalui. Di samping itu, jenis bunyi ini juga bisa digunakan untuk mengukur kedalam air laut.

Demikian ulasan lengkap mengenai bunyi. Semoga Anda mendapatkan pengetahuan dan wawasan baru melalui ulasan ini.

You may also like

Leave a Comment