Pengertian dan Langkah Aplikasi Model Pembelajaran Talking Stick

by Shara Nurrahmi
0 comment 62 views
Model Pembelajaran Talking Stick

Model pembelajaran talking stick adalah salah satu bentuk model pembelajaran kooperatif yang menggunakan tongkat sebagai alat bantu. Dalam metode ini, tongkat digunakan siswa ketika akan menjawab pertanyaan atau mengajukan pendapat saat proses belajar mengajar di kelas. Lebih lengkapnya, simak penjelasan model pembelajaran talking stick berikut.

Sejarah Penggunaan Model Pembelajaran Talking Stick

Talking stick telah berabad-abad digunakan oleh suku Indian sebagai alat bantu menyimak yang adil dan tidak memihak. Dahulu, talking stick digunakan oleh para dewan untuk memutuskan hak berbicara seseorang. Ketika pemimpin rapat memulai diskusi dan membahas permasalahan, ia akan berbicara dengan memegang tongkat.

Kemudian, jika ada orang yang ingin menanggapi atau mengemukakan pendapatnya, maka tongkat tersebut berpindah tangan. Apabila semua orang telah memperoleh giliran berbicara, tongkat dikembalikan pada pemimpin rapat. Berdasarkan sejarah penggunaan talking stick, dapat disimpulkan bahwa metode ini digunakan sebagai tanda seseorang memiliki hak berbicara yang diberikan secara bergantian atau bergiliran.

Pada tahun 1995, Slavin melakukan penelitian belajar kooperatif menggunakan metode talking stick. Talking stick diyakini mampu membuat siswa menjadi lebih aktif karena para siswa dituntut untuk mandiri dan tidak bergantung kepada siswa lainnya. Hal ini melatih siswa untuk mampu bertanggung jawab terhadap diri sendiri, membangun rasa percaya diri dan keyakinan dalam menyelesaikan permasalahan yang ada.

Baca :   Pengertian Persepsi dan Faktor yang Mempengaruhinya

Langkah Penerapan Model Pembelajaran Talking Stick

Model pembelajaran menggunakan metode talking stick sangat cocok diterapkan pada peserta didik jenjang SD, SMP, dan SMA atau SMK. Terdapat beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk menerapkan metode pembelajaran talking stick, yaitu sebagai berikut:

  1. Guru menyiapkan alat bantu berupa tongkat dengan panjang kurang lebih 20 cm.
  2. Sebelum memulai penyampaian materi, Guru menjelaskan terlebih dahulu tujuan dari pembelajaran yang dilakukan saat itu.
  3. Guru dapat membentuk kelompok yang beranggotakan 3-5 orang siswa.
  4. Guru menyampaikan materi pembelajaran, kemudian memberikan kesempatan bagi tiap kelompok untuk mempelajari materi dalam waktu yang ditentukan.
  5. Siswa berdiskusi bersama kelompok masing-masing membahas permasalahan yang ada dalam wacana.
  6. Setelah kelompok selesai mempelajari dan berdiskusi tentang isi materi, Guru mempersilahkan siswa menutup bacaan.
  7. Guru mengambil tongkat dan memberikan pada salah satu anggota kelompok, kemudian Guru memberikan pertanyaan pada siswa yang memegang tongkat tersebut. Langkah ini diulang hingga semua siswa mendapat giliran untuk menjawab pertanyaan dari Guru.
  8. Pada proses tanya jawab, siswa lain dibolehkan membantu menjawab pertanyaan apabila terdapat anggota kelompok yang kesulitan.
  9. Setelah semua siswa memperoleh giliran, Guru dapat membuat kesimpulan dan melakukan evaluasi individu maupun kelompok.
  10. Guru dapat menutup proses pembelajaran.

Proses pembelajaran dengan metode talking stick juga dapat menggunakan musik atau lagu sebagai pengiring ketika tongkat bergulir dari satu kelompok ke kelompok lainnya.

Baca :   Download Dokumen 1 Kurikulum 2013 KTSP Revisi 2018

Keunggulan Model Pembelajaran Talking Stick

Terdapat beberapa keunggulan dari pembelajaran menggunakan metode talking stick, di antaranya yakni:

  1. Siswa dapat terlibat secara langsung dalam proses belajar.
  2. Dapat membangun interaksi antara guru dengan siswa.
  3. Melatih siswa lebih mandiri.
  4. Menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan, sehingga siswa dapat belajar dengan baik dan tidak merasa tegang. Hal ini membuat siswa menjadi lebih senang mengikuti pelajaran dan mudah menguasai materi.
  5. Menguji kesiapan siswa dalam pembelajaran.
  6. Melatih siswa untuk dapat memahami materi dengan cepat.
  7. Memacu siswa lebih giat dalam belajar, karena siswa tidak pernah mengetahui kapan tongkat sampai pada giliran mereka.
  8. Melatih siswa lebih berani dalam mengemukakan pendapat.
  9. Melatih siswa menghargai ide dan jawaban yang dikemukakan oleh orang lain.
  10. Siswa dapat mempelajari dua pelajaran dalam sekali waktu yakni materi pembelajaran dan menyanyikan lagu. Guru dapat memilih lagu yang dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dan rasa cinta terhadap tanah air.
  11. Dapat mendorong siswa menjadi lebih inovatif dan variatif ketika menyanyikan bermacam lagu.

Metode pembelajaran ini dapat memberikan pengalaman menyenangkan dalam belajar bagi para siswa. Melalui pendekatan yang dilakukan dapat memunculkan emosi serta sikap positif dalam proses belajar mengajar yang memiliki dampak pada peningkatan kecerdasan otak siswa.

Kelemahan Model Pembelajaran Ini

Terdapat beberapa kelemahan dari penerapan metode talking stick, yaitu:

  1. Talking stick dapat berjalan tidak lancar jika siswa kurang bisa menyanyi.
  2. Metode pembelajaran ini relatif memakan banyak waktu.
  3. Apabila sanksi yang diberikan kurang tepat, maka dapat berakibat pada proses pembelajaran menjadi terhambat.
  4. Siswa yang tidak siap akan mengalami kesulitan dalam menjawab pertanyaan.
  5. Membuat siswa tegang ketika menunggu giliran menjawab.
  6. Membuat siswa merasa takut akan pertanyaan yang akan diajukan oleh guru.
  7. Siswa yang pandai akan lebih mudah dalam menerima materi, sementara siswa yang kurang pandai memerlukan usaha lebih untuk dapat menerima materi menggunakan metode ini.
  8. Guru kesulitan dalam melakukan pengawasan selama proses belajar.
  9. Suasana kelas kurang terjaga ketenangannya.
Baca :   Contoh Soal & Pembahasan USBN SD Bahasa Indonesia

Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan model pembelajaran talking stick dapat memicu siswa lebih siap dan beradaptasi dalam kegiatan pembelajaran. Hal ini karena setiap siswa mendapatkan kesempatan yang sama untuk mengemukakan jawaban atau pendapat sewaktu-waktu jika mendapatkan giliran tongkat. Secara garis besar, metode talking stick sangat bagus diterapkan untuk penguatan materi pembelajaran sebab metode ini dapat mengatasi rasa jenuh yang dirasakan oleh siswa ketika belajar.

You may also like

Leave a Comment