Pengertian dan Tahapan Model Pembelajaran Inkuiri

by Shara Nurrahmi
0 comment 107 views
Pengertian dan Tahapan Model Pembelajaran Inkuiri

Pembelajaran inkuiri memfokuskan perhatian pada kegiatan mencari dan menemukan oleh siswa sebagai subjek dan bukan objek dalam kegiatan ini. Secara singkatnya, pembelajaran model ini mendorong siswa untuk aktif. Pendidik tidak memberikan materi dalam setiap pokok bahasan secara langsung, melainkan menuntun peserta didik untuk mencari hingga menemukan jawabannya.

Boleh dikatakan, siswa menjadi pihak yang mendominasi dalam pembelajaran inkuiri. Hal ini selaras sebagaimana mekanisme yang ditekankan pada kurikulum terbaru, kurikulum 2013.

Pengertian Pembelajaran Inkuiri

Dalam istilah lain, inkuiri sering pula disebut sebagai pembelajaran heuristic. Heuristic artinya ‘saya menemukan’, yang mana berasal dari bahasa Yunani. Hal ini sejalan dengan dasar utama mekanisme pembelajaran ini.Disini, guru tetap berperan, sebagai fasilitator yang menjadi jembatan untuk menghubungkan siswa dengan solusi.

Pendidik memancing siswa untuk terus berpikir logis dan kritis. Misal, dengan memberikan sebuah kasus nyata yang pernah terjadi. Pendidik hanya perlu menyampaikan rumusan masalah terkait kasus yang dipaparkan, kemudian terkait penjelasan serta solusi pemecahannya diserahkan kepada siswa.

Siswa pun diajak untuk mampu menyampaikan pendapatnya secara percaya diri. Sebagaimana pepatah bijak mengatakan, ketika benar, maka tidak perlu gentar. Kerangka berpikir mereka pun menjadi sistematis.

Model pembelajaran inkuiri dianggap lebih efektif untuk meningkatkan pemahaman siswa. Apabila digambarkan, orang yang hanya menonton pasti memiliki pemahaman yang kurang dibandingkan dengan yang terjun langsung. Karenanya, melalui teknik ini, diharapkan siswa mampu mencerna materi dengan seksama, sehingga pemahaman tercipta dengan baik.

Baca :   Sarana dan Prasarana Pendidikan

Hal tersebut sangat baik untuk mereka di masa mendatang. Mereka menjadi mampu memecahkan masalah dengan benar secara mandiri. Tidak hanya itu, solusi yang dibangun pun terbentuk dari pola pikir kritis dan logis, sehingga rasional ketika diimplementasikan. Maka dari itu, sejalan dengan sistem yang dipakai dalam kurikulum 2013, para pendidik sudah seharusnya menerapkan model pembelajaran ini.

Karakteristik Pembelajaran Inkuiri

Model pembelajaran ini berniat untuk mengoptimalkan peran siswa dalam kegiatan belajar mengajar. Jika biasanya guru menjadi center, lain halnya dengan teknik pembelajaran yang satu ini. Guru tetap berperan, tetapi siswa diarahkan untuk lebih aktif.

Pembelajaran ini mempunyai karakteristik tersendiri, yang membedakannya dengan metode lain. Adapun karakteristik dari pembelajaran heuristic ini, antara lain:

1. Siswa Sebagai Center

Dasar yang menjadi acuan dari pembelajaran heuristic adalah menempatkan siswa sebagai center. Sebagai fasilitator, pendidik diharuskan untuk mendorong peserta didik agar senantiasa aktif mencari sampai berhasil menemukan solusi yang paling tepat.

Siswa disini bukan bertindak sebagai objek, tetapi subjek. Karenanya, mereka akan menjadi pemeran utama dalam kegiatan pembelajaran. Jadi, mereka tidak hanya diam untuk menerima materi, tetapi aktif untuk menemukan intisari dari setiap pokok bahasan yang diberikan guru.

2. Menumbuhkan Sikap Percaya Diri

Setelah menemukan substansi dari kompetensi yang dicari, guru harus mengajak siswanya untuk berani tampil di depan menyampaikan gagasannya. Dengan demikian, rasa percaya diri mereka pun meningkat.

Siswa menjadi percaya diri untuk mengungkapkan argumen yang benar dan sistematis. Selain itu, ketika gagasan yang disampaikan itu belum sepenuhnya benar, teman-temannya bisa memberikan tanggapan. Hal ini membuat para siswa untuk terus mengevaluasi apa yang harus diluruskan.

Baca :   Materi Dan Contoh Soal Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas 8 Kurikulum 2013

3. Mengembangkan Kemampuan Berpikir Kritis

Tujuan dari metode pembelajaran heuristic adalah untuk menumbuhkan pola pikir kritis logis, analitis, serta sistematis pada siswa. Dalam proses menemukan pemecahan masalah, peserta didik akan terus melakukan analisis terhadap kasus yang ditemui. Dengan begitu,mereka bisa mengembangkan kemampuan berpikir ke arah yang lebih tinggi. Dilandasi oleh kebiasaan berpikir kritis, mereka menjadi mampu mengambil keputusan yang tepat serta solutif, tepat untuk diterapkan. Materi dalam kompetensi dasar pun bisa dipahami sepenuhnya.

Acuan Dalam Pembelajaran Inkuiri

Biasanya, pembelajaran heuristic ini diimplementasikan melalui pembentukan kelompok-kelompok di dalam kelas ketika proses belajar mengajar berlangsung. Pembelajaran yang demikian ini dinilai sangat efektif untuk diterapkan, sejalan dengan perkembangan psikologi pendidikan.

Metode pembelajaran heuristic menggunakan prinsip-prinsip tertentu dalam implementasinya. Berbagai prinsip tersebut yang kemudian melandasi berjalannya pembelajaran ini. Adapun prinsip yang menjadi acuan, sebagai berikut:

1. Guru Bertanya Kepada Siswa

Pertanyaan yang diberikan oleh guru membuat peserta didik berpikir kritis untuk menemukan penyelesaiannya. Proses ini pun termasuk dalam kegiatan belajar, yang mana mereka berpikir untuk mencari solusi. Sekaligus bisa menambah wawasan terkait topik yang ditanyakan.

2. Keterbukaan

Dalam hal ini, guru memberikan ruang kepada peserta didik untuk mengembangkan hipotesis awal sebagai gagasannya. Nantinya, guru akan menuntun mereka supaya bisa membuktikan argumennya, apakah benar terbukti atau justru tidak. Guru tidak boleh membatasi pendapat yang diutarakan oleh siswa. Dengan syarat, pendapat tersebut tidak menyimpang dan dapat dipertanggungjawabkan.

3. Belajar Untuk Berpikir

Artinya, rangkain pembelajaran heuristic difungsikan untuk mengoptimalkan kinerja otak. Siswa menjadi terbiasa berpikir kritis, logis, serta sistematis. Perlu ditekankan, jangan sampai mekanisme yang demikian justru membuat siswa berada di bawah tekanan. Guru berkewajiban untuk menjadikan para peserta didik menikmati seluruh proses belajar.

Baca :   Keterampilan Dasar Mengajar Bagi Guru

4. Orientasi Terletak Pada Pengembangan Intelektual

Tujuan utama yang ingin dicapai dalam model pembelajaran ini adalah untuk mengembangkan kemampuan berpikir siswa. Maka dari itu, pembelajaran ini berorientasi pada proses, di samping hasilnya. Guru tidak menjadi sumber segala materi, tetapi fasilitator yang membantu siswa menemukan pemecahan masalah.

5. Aktif Berinteraksi

Pembelajaran heuristic mendorong siswa untuk aktif berinteraksi. Baik interaksi yang terjalin itu antar siswa, maupun siswa dengan guru. Mereka menjadi dapat mengasah kemampuan berkomunikasi. Yang mana skill ini merupakan kemampuan krusial yang harus dimiliki untuk kedepannya.

Tahapan Menerapkan Pembelajaran Inkuiri

Adapun langkah-langkah untuk mengimplementasikan metode pembelajaran ini, yaitu:

1. Perumusan Masalah

Langkah pertama yakni dengan merumuskan masalah. Siswa dituntut untuk mampu melihat seberapa pentingnya masalah yang muncul, hingga mampu merumuskannya dalam bentuk konkret.

2. Pengembangan Hipotesis

Peserta didik diarahkan untuk bisa menyusun  hipotesis menggunakan data-data yang akurat. Dengan begitu, mereka bisa menilai secara logis mengenai hipotesis yang dipaparkan.

3. Pengujian Jawaban

Setelah hipotesis dibuat, peserta didik kemudian dituntun untuk menguji kebenaran dari hipotesis yang telah disampaikan. Pengujian ini dilakukan melalui penggunaan informasi sesuai keadaan di lapangan.

4. Penarikan Kesimpulan

Apabila proses pengujian telah selesai, mereka akan mendapati fakta terkait hipotesis sebelumnya. Rangkaian proses selanjutnya, guru akan membimbing peserta didik agar mampu membuat kesimpulan yang tepat.

5. Pengimplementasian Kesimpulan

Usai didapatkan kesimpulan yang tepat, tahapan selanjutnya adalah menerapkannya dalam kehidupan nyata.

Berdasarkan uraian yang telah dipaparkan, bisa disimpulkan bahwa dasar dalam pembelajaran inkuiri adalah menekankan agar siswa aktif selama kegiatan belajar. Hal ini tentu berdampak positif, yaitu aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik siswa menjadi selaras. Karena itu, pembelajaran menjadi lebih bermakna, yang mana membuat siswa memiliki pemahaman mendalam terkait materi yang diajarkan.

You may also like

Leave a Comment