Pengertian Hasil Belajar, Faktor, dan Macam-macam Hasil Belajar

by Shara Nurrahmi
0 comment 96 views
hasil belajar

Pengertian hasil belajar menurut para ahli sangat luas dan bermacam-macam. Namun dapat disimpulkan bahwa hasil belajar adalah adanya perubahan perilaku siswa. Terutama dari segi kognitif, afektif, dan psikomotor sebagai  hasil dari interaksi, proses, dan evaluasi belajar yang merupakan bagian dari proses pembelajaran.

Pengertian hasil belajar erat kaitannya dengan perubahan perilaku, yang mana Perubahan  tersebut seharusnya dapat diukur dengan berbagai bentuk indikator, misalnya nilai hasil evaluasi. Hasil ini akan menjadi cerminan keberhasilan dari sebuah proses pembelajaran. Pada setiap anak, hasil akan berbeda karena kemampuan dan karakter yang berbeda.

Faktor Internal yang Mempengaruhi Hasil Belajar

Faktor internal adalah hal-hal yang berkaitan dengan diri peserta didik sendiri, atau berasal dari dalam dirinya. Faktor tersebut antara lain:

Faktor Psikologis

Faktor psikologis adalah hal yang terkait dengan watak dan perilaku dasar dari peserta didik. Hal ini meliputi kecerdasan, bakat, minat, serta motivasi. Faktor ini adalah hal paling kuat yang mendorong peserta didik agar memiliki kemauan untuk belajar.

Peserta didik yang memiliki kecerdasan dan motivasi tinggi biasanya akan lebih mudah mengikuti proses pembelajaran. Selain mudah memahami materi yang diberikan juga tanggap dalam pemecahan masalah. Sedangkan minat dan bakat akan mengarahkan peserta didik pada bidang yang dikuasai.

Segala perbedaan Inilah yang menjadi alasan seseorang mungkin lebih unggul di bidang matematika, sementara yang lain di bidang bahasa. Namun faktor psikologis juga dapat dikembangkan seiring proses pembelajaran yang dilakukan. Terutama jika guru dapat memotivasi peserta didik dalam belajar.

Baca :   Tips Sukses UKG, Contoh Soal serta Jawaban

Faktor Fisiologis

Faktor ini meliputi kondisi fisik peserta didik. Agar dapat mengikuti proses pembelajaran dengan baik, peserta didik harus sehat secara jasmani. Badan yang sehat membuat peserta didik berkonsentrasi selama proses pembelajaran, dan mereka cenderung menjadi aktif.

Selain kondisi jasmani yang bugar, panca indera peserta didik juga perlu bekerja dengan baik. Karena selama proses pembelajaran peserta didik harus melakukan pengamatan, seperti melihat, mendengar, serta merasakan kondisi di sekitar mereka.

Faktor Eksternal Yang Mempengaruhi Hasil Belajar

Faktor eksternal adalah hal-hal di luar diri peserta didik yang mempengaruhi hasil belajar, yaitu:

1. Faktor Sosial

Faktor Sosial melibatkan adanya interaksi sosial, seperti keluarga, teman, dan guru. Hubungan sosial yang dimiliki peserta didik dapat mempengaruhi hasil dari proses pembelajaran. Pengaruhnya berkaitan dengan motivasi dan minat belajar dari peserta didik melalui dukungan yang diberikan.

Misalnya interaksi dengan keluarga, peserta didik yang mendapat perhatian dan dukungan dari orang tua umumnya lebih termotivasi saat belajar di sekolah. Sebaliknya, peserta didik yang tumbuh di tengah keluarga penuh konflik, hasil penilaiannya bisa menjadi rendah karena adanya stress atau tekanan yang dirasakan.

2. Faktor Non Sosial

Faktor ini lebih mengarah pada lingkungan dan fasilitas yang digunakan untuk proses pembelajaran.  Fasilitas yang digunakan peserta didik saat belajar tidak berarti harus menggunakan yang Mahal dan paling bagus, namun dapat memberi rasa nyaman. Perasaan nyaman tersebut akan meningkatkan fokus peserta didik.

Selain itu, dibutuhkan lingkungan yang tenang. Semakin dekat lokasi belajar dengan tempat yang menimbulkan suara berisik, semakin turun Pula konsentrasi peserta didik. Guru juga tidak akan dapat menjelaskan dengan baik, karena suaranya mungkin terganggu oleh kebisingan. Peserta didik yang berprestasi juga akan semakin meningkat hasil belajar apabila belajar di lingkungan lembaga pendidikan unggulan.

Baca :   Pedoman Penyusunan SKP Guru dan Contohnya

3. Model Penyampaian Materi

Model pembelajaran yang menarik dan menyenangkan tentu akan menimbulkan minat peserta didik, dibandingkan yang membosankan dan monoton. Pemilihan cara menyampaikan materi akan menentukan hasil dari proses pembelajaran bagi peserta didik. Hal ini juga berkaitan dengan kompetensi guru dalam menyampaikan materi.

Macam-Macam Hasil Belajar

Sebuah proses pembelajaran dikatakan berhasil apabila menunjukkan kondisi yang lebih baik dari sebelumnya. Perubahan berdasarkan Pengertian hasil belajar dapat diketahui dari pemahaman konsep, keterampilan proses dan sikap. Berikut ini adalah penjelasannya:

1. Aspek Kognitif

Aspek kognitif meliputi kemampuan berpikir peserta didik, baik dalam memahami serta menggunakan materi yang telah dipelajari untuk menyelesaikan masalah. Konsep pemahaman yang disajikan di sini bukan sebatas mengetahui dan mengingat saja.

Lebih luas lagi, peserta didik seharusnya mampu menginterpretasikan kembali materi yang baru saja dipelajarinya. Dengan demikian apabila peserta didik juga mampu memecahkan suatu masalah dengan menggunakan materi tersebut. Guna mengukur kemampuan pemahaman peserta didik, dapat digunakan berbagai alat evaluasi, seperti tes atau kuis.

2. Aspek Psikomotor

Aspek ini berhubungan dengan  keterampilan yang dimiliki Setelah melalui proses pembelajaran. Lebih spesifik, aspek psikomotor lebih menitikberatkan pada kemampuan fisik atau gerakan koordinasi jasmani. Penilaian untuk aspek psikomotor mengalami perkembangan dari yang terendah hingga tertinggi melalui kemampuan dalam merespons gerakan.

Dimulai dengan respons dalam meniru, kesiapan, respons terpimpin, mekanisme, respons tampak kompleks, adaptasi hingga yang Paling tinggi adalah penciptaan. Karena berhubungan dengan gerakan jasmani, penilaian menggunakan ujian praktik sangat cocok untuk aspek ini.

3. Aspek afektif

Aspek ini berkaitan dengan perilaku dan nilai peserta didik, seperti sikap dan minat. Sikap merupakan respons dari pemahaman yang baik. Peserta didik yang yang dapat mengikuti proses pembelajaran dengan baik umumnya mengalami perubahan sikap yang lebih baik. Hal ini berkaitan dengan bertambahnya pengetahuan yang dimiliki. Peserta didik akan memiliki kepekaan dan lebih tanggap pada nilai baik dan buruk dari suatu perilaku.

Baca :   Pengertian Motivasi Belajar Siswa Serta Faktor yang Mempengaruhinya

Metode yang digunakan untuk mengukur aspek ini juga berbeda dengan aspek sebelumnya. Sikap tidak dapat diukur melalui pemberian soal. Guru perlu melakukan observasi pada peserta didik, mengamati bagaimana perilaku peserta didik di dalam dan di luar kelas.

Syarat yang diperlukan adalah guru perlu mengetahui sikap peserta didik sebelumnya agar dapat menentukan adanya perubahan. Metode lain untuk mendukung observasi adalah pelaporan diri. Metode ini memerlukan instrumen yang nantinya bisa diisi oleh peserta didik.

Berbagai Hasil Belajar Dalam Penilaian

Selain macam-macam hasil tersebut, jenis hasil penilaian juga terbagi menjadi 3, yaitu : tes formatif, tes subsumatif dan tes sumatif. Tes formatif adalah evaluasi yang diadakan secara berkala untuk menilai hasil pembelajaran dari pokok bahasan tertentu.

Tes subsumatif dilakukan untuk mengevaluasi beberapa bahasan pokok secara bersamaan sehingga dapat dilakukan perbaikan proses pembelajaran selanjutnya, misal Ujian Tengah Semester. Sedangkan tes sumatif diadakan di akhir periode pembelajaran, misal ujian di akhir semester. Hasil penilaian di tes sumatif akan mencerminkan keberhasilan peserta didik mengikuti proses pembelajaran secara keseluruhan.

Demikian ulasan mengenai pengertian hasil belajar serta faktor dan macamnya. Hasil yang baik tentu tidak bisa diperoleh tanpa adanya perencanaan dan proses yang baik. Oleh karena itu, saat melakukan evaluasi pada hasil pembelajaran, bukan sebatas melihat hasil perubahan pada peserta didik. Namun juga perlu diperhatikan penyebab munculnya hasil tersebut agar hasil proses pembelajaran selanjutnya bisa lebih memuaskan.

You may also like

Leave a Comment