Pengertian, Jenis, dan Contoh Model Pembelajaran

by Shara Nurrahmi
0 comment 53 views
Contoh Model Pembelajaran

Dunia pendidikan saat ini sedang menjadi sorotan dengan banyaknya tenaga pendidik menerapkan beragam contoh model pembelajaran. Semakin banyak tenaga didik yang profesional maka akan memberikan dampak baik dalam sistem pembelajaran di Indonesia. Pada dasarnya setiap tenaga didik menerapkan model pembelajaran yang berlangsung di dalam kelas selama proses pembelajaran. Banyaknya model pembelajaran yang ada diharapkan kemajuan dunia pendidikan semakin optimal.

Pengertian Contoh Model Pembelajaran Menurut Beberapa Ahli

Definisi model pembelajaran secara umum adalah suatu teknik atau cara yang dilakukan oleh tenaga didik agar mencapai tujuan pembelajaran suatu materi. Sehingga tujuan pembelajaran akan terbangun secara optimal dan sesuai yang diharapkan. Namun definisi tersebut akan lebih jelas dijabarkan oleh beberapa pendapat ahli. Pengertian model pembelajaran menurut beberapa ahli dapat diuraikan sebagai berikut.

1. Supriyono, 2003

Model pembelajaran adalah sebuah rencana yang menunjukan cara penggunaan materi pembelajaran. Selain itu Supriyono juga berpendapat bahwa model pembelajaran  adalah suatu pola yang mengorganisasi pembelajaran dalam kelas.  Pola tersebut digunakan oleh tenaga didik untuk menentukan model pembelajaran yang diharapkan.

2. Trianto, 2009

Model pembelajaran merupakan suatu pendekatan yang sifatnya luas dan menyeluruh. Dengan sifat tersebut maka akan dapat dikategorikan berdasarkan tujuan pembelajaran, pola urutan, dan sifat dari lingkungan belajar itu sendiri.

3. Komarudin, 2010

Model pembelajaran adalah suatu kerangka yang sifatnya konseptual. Dengan tersebut maka model pembelajaran menjadi pedoman tenaga didik untuk melaksanakan proses pembelajaran.

Baca :   Kumpulan Jurnal Sarjana Teknik Informatika Tentang Jaringan

4. Slavin, 2010

Model pembelajaran digunakan sebagai acuan tenaga didik kepada pendekatan pembelajaran. Pendekatan yang dimaksud adalah tujuan, sintaks, sistem pengolahannya, dan lingkungan.

5. Richard I Arends

Menurutnya model pembelajaran merupakan suatu pendekatan yang digunakan oleh tenaga didik. Pendekatan tersebut termasuk tujuan pembelajaran, tahap-tahap kegiatan, lingkungan, dan tata pengelolaan kelas.

Sebenarnya definisi model pembelajaran sangat luas jika dijabarkan lebih kompleks. Tetapi pada artikel ini cukup dipaparkan 5 pengertian menurut pendapat ahli yang berkompeten dalam bidang pendidikan.

Jenis-Jenis Model Pembelajaran

Murid atau siswa sekarang akan cenderung jenuh jika proses pembelajaran hanya dilakukan secara monoton. Sehingga perlu adanya peran dari guru untuk menerapkan model pembelajaran yang menyenangkan dan efektif. Jika model pembelajaran tersebut sukses dijalankan maka dapat dikatakan proses pembelajaran berlangsung dengan baik. Pada artikel ini akan memaparkan jenis model pembelajaran yang secara umum terdiri dari 5 jenis sebagai berikut.

1. Kontekstual

Model pembelajaran kontekstual adalah suatu model yang digunakan oleh tenaga didik untuk menghubungkan materi dengan konsep nyata. Model ini akan memberikan pengaruh kepada peserta didik untuk memiliki pengetahuan dan mengetahui cara penerapannya. Pada model pembelajaran ini usaha sendiri dari peserta didik terkait pengetahuan dan keterampilan akan diperoleh sesuai yang diharapkan.

2. Kooperatif

Model pembelajaran kooperatif merujuk pada metode pembelajaran yang bermacam-macam. Pada model ini peserta didik akan dibagi dalam kelompok kecil dan menyelesaikan permasalahan secara bersama-sama dalam kelompok tersebut. Tercapainya model ini yaitu peserta didik dapat mengerti materi dengan pengertian mereka masing-masing selama diskusi berlangsung.

3. Kuantum

Model pembelajaran kuantum lebih mengarah pada penggunaan cara dan alat yang tepat selama proses pembelajaran berlangsung. Tenaga didik merancang model ini melalui pendekatan teori atau pandangan psikologi kognitif. Dengan begitu hambatan belajar akan tersingkirkan dengan baik. Sehingga didapatkan proses pembelajaran yang alami dan mudah untuk diimplementasikan.

Baca :   Puisi Balada: Pengertian, Ciri-ciri, Cara Membuat dan Contoh

4. Terpadu

Model pembelajaran terpadu dengan cara mengoptimalkan peran peserta didik baik secara individu maupun kelompok. Dengan cara ini diharapkan peserta didik dapat menggali, mencari, dan menemukan pelajaran secara terkonsep. Pembelajaran dengan prinsip holistik ini memadukan model dari beberapa pokok bahasan.

5. Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL)

Pada model PBL ini tenaga didik menyiapkan berbagai masalah yang sifatnya kontekstual untuk diberikan kepada peserta didik. Masalah tersebut disajikan untuk mendapatkan rangsangan dari peserta didik agar lebih aktif selama proses pembelajaran.

Dengan demikian peserta didik akan terfokus pada pemikiran mereka masing-masing selama memecahkan masalah tersebut. Dalam hal ini peran peserta didik adalah untuk belajar berpikir dan menemukan cara penyelesaian masalah. Sedangkan guru berperan sebagai fasilitator dan pembimbing ketika siswa mengalami hambatan dalam menyelesaikan masalah tersebut.

Contoh-Contoh Model Pembelajaran

Setelah membaca dan mempelajari jenis-jenis model pembelajaran, ada baiknya jika Anda mengetahui contoh model pembelajaran. Banyaknya model pembelajaran akan menyebabkan guru kebingungan untuk memilih model mana yang sesuai dengan peserta didik. Berikut ini contoh-contoh mengenai model pembelajaran yang bisa guru tirukan untuk menunjang proses pembelajaran.

1. JIGSAW II atau Model Tim Ahli

Metode ini dikembangkan oleh Slavin pada tahun 1986 dalam bentuk praktis dan mudah. Pada metode Jigsaw II ini digunakan saat materi pembelajaran bersifat narasi tertulis. Metode ini sangat cocok jika digunakan dalam bidang ilmu sosial, ilmu alam, dan literature. Prinsip dari metode ini adalah penguasaan konsep yang diserap oleh peserta didik. Metode ini menggunakan peran ahli untuk menjadi penerima dan penukar informasi terkait dengan diskusi yang dijalankan.

Baca :   Pengertian Hukum Kirchoff, Bunyi, Rumus dan Contoh Soal

2. PICTURE AND PICTURE

Metode ini lebih ditekankan kepada guru saat menyampaikan materi dengan cara melalui gambar-gambar. Pada metode ini guru menunjukan gambar-gambar terkait dengan materi yang berlangsung. Kemudian guru akan menunjuk sebagian siswa untuk mengurutkan gambar dengan logis. Selanjutnya guru akan menanyakan kepada peserta didik mengenai gambar tersebut untuk dituangkan dalam pikirannya. Dari pemikiran peserta didik, peran guru selanjutnya adalah menanamkan materi sesuai dengan kompetensi bidangnya.

3. COOPERATIVE SCRIPT

Metode ini digunakan siswa secara berpasangan maupun bergantian secara lisan untuk menyampaikan bagian-bagian materi yang dipelajari. Pada pembelajaran ini guru akan membagi siswa dalam 2 tim. Kemudian mereka akan diberikan suatu materi pembelajaran.

Selanjutnya akan dibentuk tim sebagai pembicara dan sebagai pendengar secara bergantian. Sebagai tugas pembicara akan menyampaikan ringkasan materi yang telah diberikan guru, dan pendengar tugasnya menyimak dan menghafal ide pokok bahasan. Pada bagian akhir akan menentukan kesimpulan materi yang dilakukan oleh guru dan siswa.

4. MIND MAPPING

Metode ini tergolong dalam metode yang sangat baik untuk pengetahuan dan menemukan jawaban bagi peserta didik. Dalam hal ini guru akan menyampaikan standar kompetensi yang akan dicapai.

Kemudian dituangkan dalam konsep pembelajaran dan siswa bertindak sebagai penyelesaian masalah. Selanjutnya guru akan membagi kelas dan membentuk tim yang terdiri dari 2 sampai 3 orang. Kelompok kecil tersebut akan saling berdiskusi untuk menemukan jawaban. Pada bagian akhir, peserta didik akan diberikan tugas mengenai kesimpulan pembelajaran.

5. EXAMPLES NON EXAMPLES

Pada metode ini guru menyampaikan materi dengan gambar dan memberi petunjuk kepada siswa untuk diperhatikan. Selanjutnya guru akan membentuk kelompok kecil yang terdiri dari 2-3 orang dan melakukan diskusi. Kemudian hasil diskusi akan dibacakan masing-masing kelompok dan guru menjelaskan materi sesuai tujuan yang ingin dicapai.

You may also like

Leave a Comment