Pengertian Kinerja Guru & Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Pendidikan

by Shara Nurrahmi
0 comment 104 views
Pengertian Kinerja Guru

Kinerja guru menentukan tingkat keberhasilan sistem pembelajaran mulai perencanaan sampai evaluasi dalam mencapai tujuan pendidikan. Makna dari kinerja itu berhubungan dengan apa yang dilakukan dan pengaruhnya terhadap hasil kerja.

Berdasarkan para ahli banyak yang menyatakan bahwa kinerja berasal dari kata performance yang artinya tingkat keberhasilan selama periode tertentu. Kinerja dapat dimaknai pula dengan prestasi kerja.

Pengertian Kinerja Guru

Sebelum membahas pengertian kinerja, akan diulas terlebih dahulu mengenai arti guru. Pengertian guru merupakan tenaga profesional yang bertugas mendidik, membimbing, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik. Dimulai dari pendidikan formal usia dini hingga pendidikan menengah dibimbing oleh guru.

Dalam dunia pendidikan terdapat Standar Nasional Pendidikan yang salah satunya menegaskan tenaga pendidik harus memiliki standar kinerja. Saat guru bertugas, kinerjanya harus memenuhi standar agar menghasilkan tujuan pendidikan yang sesuai harapan. Kemajuan bangsa ditentukan oleh aspek pendidikan.

Oleh sebab itulah, guru bertanggungjawab atas masa depan bangsa. Standar kinerja tenaga pendidik dapat tercapai dengan mengembangkan profesional yang diperlukan diantaranya, knowledge, ability, skill, attitude, dan habitat. Knowledge disebut sebagai ranah pengetahuan yang artinya suatu hal yang diketahui yang diperoleh dengan cara membaca atau berdasarkan pengalaman.

Ability disebut sebagai kemampuan. Perlu diketahui bahwa kemampuan itu terdiri dari 2 unsur yaitu kemampuan yang diperoleh dengan cara sengaja mempelajari dan kemampuan yang alamiah atau bakat.

Baca :   Metode Efektif Pembelajaran Diskusi Kelompok

Skill disebut keterampilan yang artinya suatu unsur penerapan yang dipelajari. Sedangkan, attitude atau disebut sebagai sikap diri yang artinya hasil dari sebuah proses yang berkaitan dengan kepribadian dan bermanfaat untuk sepanjang hidup. Sikap diri tersebut dapat dimaknai bahwa pendidikan terbaik adalah dengan mengawali pendidikan memperbaiki diri sendiri terlebih dahulu

Kriteria Kinerja Guru

Mulai dari penilaian kinerja karyawan perusahaan hingga standar kinerja tenaga pendidik terdapat kriterianya. Kompetensi guru ketika bekerja inilah yang dinamakan sebagai kinerjanya. Terdapat beberapa susunan Standar Kompetensi Guru (SKG) yang terdiri dari 4 poin yaitu penguasaan guru terhadap bidang studi yang diajarkan, pemahaman peserta didik, penguasaan pembelajaran, dan pengembangan kepribadian serta profesionalisme.

Penyusunan Standar Kompetensi Guru (SKG) ini berfungsi sebagai landasan penilaian kinerja tenaga pendidik. Apabila guru memenuhi SKG tersebut, maka penilaiannya dapat disimpulkan memenuhi standar. Pengukuran kinerja seseorang berdasarkan apa yang dikerjakan ketika menjalankan tugas sebagai guru. Perilaku yang seharusnya dilakukan guru disebut sebagai standar kinerja guru.

Guru harus memiliki kemampuan profesional dalam penguasaan materi. Selain itu, penting untuk bisa menyesuaikan diri dengan peserta didik atau pekerjaannya, serta memiliki kepribadian yang berkembang atau disebut dengan dinamis.

Adapun terdapat kewajiban tenaga pendidik yang sesuai dengan Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 mengenai Sistem Pendidikan Nasional. Kewajiban yang harus dimiliki tenaga pendidik atau guru diantaranya, mampu menciptakan suasana pembelajaran yang kreatif, menyenangkan, dan bermakna. Memiliki komitmen mengembangkan mutu pendidikan dan dapat memberikan teladan juga termasuk kewajiban penting yang harus dilakukan seorang guru.

Baca :   Apa Itu Kecerdasan : Mengenal Jenis Kecerdasan Manusia

Kinerja Guru sebagai Harapan Pendidikan

Harapan dari Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 adalah mengubah paradigma pola kinerja tenaga pendidik yang semulanya pembelajaran didominasi oleh guru menjadi berpusat pada peserta didik. Guru diposisikan sebagai fasilitator dalam proses pembelajaran.

Bukan berarti guru hanya memberikan tugas semata pada peserta didik, melainkan juga berinteraksi dengan siswa. Membangun suasana interaksi antar siswa juga merupakan tugas guru dalam menciptakan suasana kelas yang ideal. Dalam hal ini guru dituntut untuk mengembangkan kreativitas kelas peserta didik pada proses pembelajarannya. Jadi dalam hal ini guru harus terus meningkatkan kemampuannya dan terus menjadi kepribadian yang berkembang.

Potensi Guru

Sebenarnya guru mempunyai potensi yang tinggi dalam berkreasi untuk meningkatkan kinerjanya. Namun, potensi yang dimiliki tidak selalu menunjukkan perkembangan yang sebagaimana mestinya. Pengembangan kinerja guru harus terus dilakukan untuk memperbaiki mutu pendidikan.

Tidak berkembangnya kinerja pendidik disebabkan oleh adanya faktor tertentu. Seringkali ditemui di lapangan, guru tidak mencerminkan keadaan yang seharusnya baik karena faktor internal maupun faktor eksternal. Seperti halnya guru lebih menekuni usaha sampingannya daripada profesinya sebagai guru.

Bahkan, ada yang ditemukan secara totalitas menekuni usaha sampingannya tersebut. Kenyataan inilah yang wajib diperhatikan pemerintah dan perlu diperbincangkan faktor penyebabnya agar ditemukan solusinya.

Dengan mencari faktor penyebabnya, maka hambatan pengembangan kinerja bisa diminimalisir.  Alhasil, guru dapat melakukan pengembangan kinerja dari waktu ke waktu. Jadi pada intinya mencari akar permasalahan ini sangat penting untuk mencapai kelancaran pencapaian tujuan.

Baca :   Panduan Penyusunan KKM Kurikulum 2013 Revisi 2018

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Pendidikan

Kinerja itu bersifat multidimensi, sehingga mencakup banyak faktor yang mempengaruhi. Pada prinsipnya, faktor tersebut terdiri dari intrinsik (dari dalam/ personal individu) dan ekstrinsik (dari luar). Faktor intrinsik atau dari dalam itu diantaranya, faktor pengetahuan, keterampilan, motivasi, dan peran.

Sedangkan faktor ekstrinsik atau dari luar terdiri dari kinerja kelompok dan organisasi. Umumnya kinerja individu akan mempengaruhi kinerja kelompok dan organisasi. Tim kerja atau dalam organisasi akan memiliki kinerja yang  bagus jika dilaksanakan oleh SDM yang kompeten, baik dalam segi pengetahuan, keterampilan, motivasi, hingga kepuasan kerja.

Kinerja organisasi ini dipengaruhi oleh pemimpin yang membawahinya dalam mengatur bawahannya. Memberikan dorongan atau motivasi berupa penghargaan itu sangat penting. Menciptakan tim kerja yang nyaman juga dapat mendorong motivasi guru. Tidak hanya itu, kinerja organisasi juga dipengaruhi oleh teknologi. Mekanisme kerja, dana, hingga peralatan yang mendukung.

Demi meningkatkan mutu pendidikan yang lebih baik harus ada kerjasama antar tenaga pendidik dalam suatu organisasi. Suatu tim bisa bekerja sama untuk mendiskusikan suatu permasalahan dan menemukan solusi demi meningkatkan mutu. Kinerja guru harus terus dikembangkan dengan dorongan motivasi baik dari atasan maupun sesama rekan.

You may also like

Leave a Comment