Metode Demonstrasi : Pengertian, Kelebihan & Kekurangan

by Shara Nurrahmi
0 comment 122 views
Elemen yang Diperlukan Dalam Metode Demonstrasi

Metode demonstrasi adalah salah satu teknik mengajar dengan memperagakan suatu benda atau alat yang menggambarkan suatu proses atau kejadian. Adapun peraga tersebut juga digunakan sebagai bagian dari materi pelajaran. Pengertian lain mengenai metode pembelajaran Demonstrasi adalah mengajar dengan menggunakan peragaan guna memperjelas sebuah Pengertian atau memperlihatkan bagaimana melakukan sesuatu kepada anak didik.

Kegiatan demonstrasi dapat dilakukan oleh guru dari mata pelajaran tersebut maupun orang lain yang memiliki keahlian di bidang Mata pelajaran itu. Umumnya metode ini digunakan dalam Mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), namun tidak menutup kemungkinan pelajaran lain juga menggunakan Cara ini.

Elemen Dalam Memahami Metode Demonstrasi

Agar pelaksanaan metode pembelajaran ini dapat berhasil, maka setidaknya 4 elemen di bawah ini harus dipenuhi, yaitu:

1. Media Peraga

Media ini merupakan unsur penting yang harus Ada dalam Metode demonstrasi. Alat peraga juga harus dapat dilihat dengan jelas oleh peserta yang dalam proses demonstrasi. Alat yang digunakan bisa berupa gambar, benda, ilustrasi, miniatur, alat laboratorium dan benda lainnya. Pada beberapa materi, manusia juga dapat dijadikan sebagai peraga, misalnya cara salat yang benar pada Pendidikan Agama Islam.

Peraga juga dapat berupa benda asli maupun tiruan. Asalkan peraga tiruan telah dibuat sedemikian rupa agar benar-benar menyerupai benda aslinya. Apabila menggunakan gambar atau ilustrasi, maka gambar yang detail akan sangat membantu penjelasan serta pemahaman.

Baca :   Pengertian dan Metode Pemecahan Masalah atau Problem Solving

Alat Peraga juga tidak terbatas jumlahnya, bisa satu atau beberapa tergantung jenis Demonstrasi. Misalnya saja untuk demonstrasi langkah-langkah dalam membuat suatu benda, maka alat Peraga yang dibutuhkan bisa banyak, mulai dari bahan, alat hingga produk akhir.

2. Materi Penjelasan Runtut

Selain alat Peraga visual, dibutuhkan juga dukungan penjelasan berupa suara. Penjelasan diperlukan guna menyampaikan detail informasi yang tidak tertulis pada alat Peraga. Sebaiknya materi penjelasan telah dipersiapkan lebih dulu agar bisa runtut dan tidak melompat-lompat serta relevan. Alasannya, penjelasan yang tidak runtut berisiko menyebabkan misinformasi yang disampaikan.

Selain itu, mempersiapkan lebih dulu materi akan membantu dalam estimasi waktu agar Demonstrasi tidak berjalan melebih jam pelajaran. Metode demonstrasi untuk satu materi sebaiknya juga dilakukan dalam satu waktu yang sama, agar pemahaman anak didik terhadap materi lebih baik.

3. Demonstrator

Tugas demonstrator adalah menyampaikan penjelasan terkait alat Peraga. Umumnya guru akan menjadi demonstrator dalam menjelaskan materi. Namun, dapat juga perannya digantikan oleh orang lain. Syarat utama seseorang menjadi demonstrator adalah menguasai materi serta memahami alat Peraga dengan baik. Selain itu, demonstrator juga harus menguasai cara penyampaian dalam bahasa yang baik dan jelas agar mudah dipahami oleh peserta.

Pada beberapa pembelajaran mandiri, anak didik sebagai peserta juga dapat menjadi demonstrator, tetapi di bawah pengawasan guru. Cara seperti ini memotivasi anak didik untuk mempelajari materi lebih dulu sebelum dibawakan di kelas. anak didik akan menjadi lebih paham dengan materi Demonstrasi. Namun risiko dari cara ini adalah timbulnya misinformasi karena pemahaman yang kurang.

4. Evaluasi Metode Demonstrasi

Evaluasi adalah elemen penting dari setiap metode pembelajaran. Fungsinya untuk mengetahui sejauh mana materi yang didemonstrasikan dapat dipahami anak didik. Evaluasi juga Ada beragam bentuknya, seperti Tanya jawab, pengulangan kegiatan demonstrasi, maupun kuis. Pilihan jenis evaluasi tergantung pada guru untuk menilai mana yang efektif.

Baca :   Pengertian Minat Belajar & Faktor Yang Mempengaruhi Minat Belajar

Kelebihan Metode Demonstrasi

Metode pembelajaran ini sering digunakan karena dapat memberi manfaat baik secara psikologis dan pedagogis bagi anak didik, serta bermanfaat bagi guru juga. Berikut ini adalah manfaat atau kelebihan dari metode demonstrasi.

1. Perhatian Anak Didik Terpusat, Sehingga Lebih Mudah Memahami Materi

Alat peraga yang digunakan dalam demonstrasi akan menjadi pusat perhatian dari anak didik, karena bentuk visual umumnya secara psikologis lebih mudah menjadi titik fokus. Dengan demikian, selama pembelajaran, konsentrasi anak didik akan meningkat, sehingga materi lebih mudah diserap.

2. Proses Belajar Yang Lebih Terarah

Metode pembelajaran ini membutuhkan persiapan matang sebelum dapat dilaksanakan. Dengan demikian, seluruh isi materi telah dipersiapkan dan terarah. Selain itu, alat peraga tidak hanya berfungsi sebagai obyek pengamatan, tetapi juga mengarahkan materi secara fokus sehingga tidak melebar.

3. Materi Lebih Berkesan Atau Melekat Lebih Lama Di Ingatan Anak Didik

Proses Pembelajaran dengan menggunakan alat peraga akan lebih menarik dan menyenangkan bagi anak didik. Terutama jika mereka turut dilibatkan secara aktif. Pengalaman dari demonstrasi akan lebih berkesan dan lebih mudah diingat anak didik.

4. Memudahkan Guru Dalam Menjelaskan Materi Dan Meminimalkan Kesalahan

Alat peraga akan membantu guru mengingat penjelasan dan materi secara runtut. Guru juga tidak perlu bingung menggambarkan obyek atau benda yang diamati sehingga tidak menimbulkan pemahaman berbeda bagi anak didik.

Kelemahan Metode Demonstrasi

Sama seperti metode pembelajaran lainnya, metode ini juga memiliki keterbatasan, antara lain :

1. Media Tidak Terlihat Jelas Oleh anak didik Atau Terjadi Kegagalan

Ukuran alat peraga yang tidak sesuai dengan kapasitas anak didik keseluruhan dapat berpengaruh pada jumlah anak didik yang dapat melihat alat peraga. Pada kelas yang besar, anak didik di bangku bagian belakang akan kesulitan melihat alat peraga.

Baca :   Teori Belajar Sosial: Pengertian, Jenis Model, Tahap, Prinsip & Aplikasi

Dampaknya, pemahaman menjadi tidak merata. Apalagi jika alat peraga mengalami kegagalan selama proses demonstrasi. Inilah mengapa diperlukan persiapan matang untuk melakukan metode demonstrasi.

2. Tidak Semua Materi Dapat Diperagakan

Keterbatasan lain dari metode ini adalah tidak semua materi dapat didemonstrasikan atau efektif menggunakan peraga, sehingga tidak dapat diterapkan di semua mata pelajaran. Misalnya saja pelajaran aljabar pada matematika. Metode lain akan lebih efektif digunakan untuk menyampaikan materi ini.

3. Kemampuan Demonstrator Sangat Menentukan Hasil Pembelajaran

Metode demonstrasi perlu dilakukan oleh orang yang benar-benar menguasai materi. Meskipun alat peraga memenuhi syarat, apabila tidak dijelaskan dengan baik juga tidak dapat dipahami dengan baik oleh siswa. Penguasaan materi bukan hanya sebatas isi penjelasan namun juga cara penyampaian. Apabila demonstrator menggunakan bahasa yang tidak jelas atau terlalu sulit, maka anak didik akan menjadi bosan dan kehilangan fokus selama pelajaran.

4. Waktu Persiapan dan Kendala Biaya Metode Demonstrasi

Metode ini membutuhkan persiapan yang matang untuk menghindari adanya kegagalan selama proses Pembelajaran. Selain itu, penyediaan alat peraga juga membutuhkan biaya. Dengan demikian, guru perlu membuat perencanaan secara menyeluruh sebelum memutuskan menggunakan metode ini.

Metode pembelajaran berperan untuk mempermudah penyampaian materi oleh guru kepada anak didik. Guru perlu mempertimbangkan kesesuaian metode dengan materi, serta melakukan evaluasi atas efektivitas penerapannya berdasarkan pengalaman sebelumnya.

Keberhasilan penggunaan setiap metode pun bisa berbeda pada setiap kelas tergantung pada berbagai faktor. Sama halnya dengan metode demonstrasi, guru perlu melakukan persiapan serta tak lupa memotivasi siswa untuk ikut berperan aktif dalam proses pembelajaran.

You may also like

Leave a Comment