Pengertian Model Pembelajaran Kooperatif NHT dan Jigsaw

by Shara Nurrahmi
0 comment 158 views
model jigsaw & NHT

Bagi Anda yang bergerak di bidang pendidikan atau psikologi pasti akan mengenal dua metode pembelajaran, yaitu model jigsaw & NHT. Tentu keduanya berbeda, mulai dari proses pengajarannya hingga kemampuan akademik yang dihasilkan. Sebelum mempelajari lebih dalam, akan lebih baik jika Anda mengetahui pengertian dari masing-masing model tersebut.

Pengertian Model Jigsaw

Teknik Jigsaw ini pertama kali dikembangkan oleh Aronson yang kemudian dimasukkan ke dalam metode pembelajaran kooperatif. Jigsaw adalah pembelajaran kooperatif yang di dalamnya terdapat beberapa anggota dalam satu kelompok kecil. Dimana terdapat 4 hingga 6 anggota secara heterogen dan saling bekerja sama.

Dengan begitu mereka bisa menuntaskan bersama dan menyampaikan kepada kelompok lainnya. Teknik seperti ini bisa digunakan dalam pengajaran mendengar, berbicara,  membaca, dan menulis. Disini, pendidik harus melihat latar belakang bagaimana siswa atau yang dididik mengaktifkan skemata yang sedang dipelajari sehingga mudah dipahami dan dimengerti.

Pengertian Model NHT

Teknik Number Head Together (NHT) yang dikenalkan oleh Spencer Kagan dkk adalah pembelajaran yang menekankan beberapa struktur khusus yang dirancang. Tujuannya untuk mempengaruhi pola interaksi siswa sehingga mengedepankan aktivitas dalam mencari, mengolah dan melaporkan suatu topik yang telah didapatkan dari beberapa sumber. Jika semua tahap sudah dilakukan kemudian mempresentasikan ke semua orang yang ada di pertemuan atau proses pembelajaran tersebut.

Tingkat Prestasi Akademik Model Jigsaw & NHT

Dalam prestasi akademik, kedua model jigsaw & NHT ini memiliki cara masing-masing dalam memecahkan masalah yang ada dalam pembelajaran. Misalnya pada pelajaran matematika, pembelajaran dengan metode jigsaw lebih cenderung memecahkan bersama-sama dan kemudian membagi pengetahuannya pada kelompok yang sudah dibentuk. Sedangkan untuk metode NHT cenderung memecahkan secara individual dengan pemikiran masing-masing yang kemudian saling mempertanggungjawabkan jawabannya. Dengan demikian, siswa dapat mengembangkan satu hal yang sudah ditetapkan dalam kelompok belajar secara mandiri.

Baca :   Pengertian Manajemen Berbasis Sekolah

Kedua tipe tersebut sama-sama baik karena dapat membangun potensi diri siswa masing-masing. Selain itu, kedua tipe ini mempermudah pengajar dalam menyampaikan suatu materi kepada semua peserta didiknya. Tidak heran jika beberapa pelajaran lebih sering berkelompok. Karena cara tersebut sangat efektif agar pelajaran bisa diterima peserta didik dan terus diingat dalam otaknya. Semua pendidik tentu akan menggunakan metode yang unik dimana sekiranya mudah dicerna terutama untuk pelajaran yang sedikit rumit.

Tujuan Masing-Masing Pembelajaran Model Jigsaw & NHT

Kedua tipe dari metode pembelajaran kooperatif ini sama-sama memiliki tujuan untuk mencapai kesuksesan dalam proses pembelajaran. Maksudnya adalah keaktifan dan kelancaran dalam proses belajar mengajar pasti diinginkan oleh pendidik maupun peserta didik.

Nah, untuk bisa mencapai itu semua dibuat dua tipe pembelajaran kooperatif, yaitu model jigsaw & NHT. Dimana masing-masing tujuannya adalah :

1. Jigsaw : – Meningkatkan kerjasama dalam tim dengan tetap menyampaikan pemikiran individu mengenai suatu hal yang hendak dipecahkan.

  • Bisa menguasai pelajaran dengan mudah dengan cara berkelompok.
  • Mengurangi sikap apatis dan egois.
  • Hasil belajar lebih memuaskan dengan motivasi yang besar.

2. NHT : – Meningkatkan kinerja siswa dalam menyelesaikan tugas akademik.

  • Dapat menerima semua pendapat teman dengan latar belakang yang berbeda-beda.
  • Mengembangkan keterampilan dalam bidang sosial. Misalnya aktif dalam mengajukan pertanyaan, mau mengajukan pendapat dan mempertanggungjawabkan, serta menumbuhkan rasa kerja sama dalam berkelompok.

Dengan kedua metode pembelajaran ini, tidak hanya kemampuan akademik saja yang ditumbuhkan pada anak. Tapi jiwa sosial ketika harus memberikan sumbangsih pendapat dalam memecahkan masalah serta menerima pendapat dari orang lain. Pada proses belajar mengajar memang sangat dibutuhkan kedua cara pembelajaran ini agar peserta didik tidak memiliki jiwa individualis.

Baca :   Pedoman Penyusunan SKP Guru dan Contohnya

Perbandingan Proses Pembelajaran Model Jigsaw & NHT

Model jigsaw & NHT memang hampir sama, karena untuk menjalankan cara ini harus membentuk kelompok atau berkomunikasi dengan orang lain. Bagi Anda yang belum bisa memahami perbedaan antara keduanya, maka tabel berikut mungkin akan sedikit membantu :

No Indikator Aktivitas/ Kegiatan Guru
Jigsaw NHT
1. Menyampaikan Tujuan dan Memberi Motivasi Pendidik menyampaikan semua tujuan pembelajaran yang akan dijalankan serta memberikan motivasi ke semua peserta didiknya. Pendidik menyampaikan tujuan pembelajaran dan memotivasi semua peserta didiknya.
2. Memberikan Informasi Pendidik memberikan informasi kepada peserta didik melalui demonstrasi atau sebuah bacaan. Pendidik menyampaikan informasi kepada peserta didik baik melalui demonstrasi maupun bacaan.
3. Mengorganisasikan Siswa dalam Beberapa Kelompok Belajar Membuat kelompok dengan beberapa anggota yang didalamnya sudah terdapat satu pemimpin. Setelah itu memberikan satu bagian materi yang harus dibahas. Pendidik memerintahkan peserta didik untuk membentuk kelompok dengan sedikit membantu agar berjalan efisien.
4. Membimbing Kelompok Memberikan waktu secukupnya agar siswa dapat memahami materi. Kemudian, membentuk kelompok ahli yang terdiri dari perwakilan kelompok asal. Pendidik membimbing kelompok dalam pengerjaan tugas.
5. Evaluasi Perwakilan kelompok asal menyampaikan beberapa materi bagiannya dan menyuruh kelompok lain mengajukan pertanyaan. Pendidik memberikan evaluasi hasil belajar mengenai materi yang sudah dipelajari.
6. Memberi Penghargaan Pada akhir sesi menyediakan kuis yang ada kaitannya dengan materi. Tujuannya agar peserta didik tahu bahwa apa yang telah dikerjakan saat itu bermanfaat. Pendidik mencari cara bagaimana menghargai upaya dalam bentuk individu serta kelompok.
Baca :   Cara Membuat Modul Pembelajaran Dengan Tepat

Kelebihan Model Jigsaw & NHT

Apabila Anda baru masuk ke dalam bidang  pendidikan, maka perlu pertimbangan kelebihan yang dimiliki diantara keduanya. Masing-masing kelebihan dari model jigsaw & NHT adalah sebagai berikut :

Jigsaw :

  1. Dapat mempermudah pekerjaan pendidik dalam mengajar.
  2. Materi dapat dikuasai secara merata dengan waktu yang singkat.
  3. Dapat melatih siswa agar lebih aktif dalam berpendapat.
  4. Peserta didik yang akademiknya lemah bisa terbantu.
  5. Meningkatkan motivasi belajar dan memperdalam materi.
  6. Peserta didik saling bergantung positif.
  7. Saling mengisi satu sama lain dalam berkelompok.

NHT :

  1. Meningkatkan prestasi akademik peserta didik.
  2. Memperdalam pemahaman peserta didik dalam belajar.
  3. Belajar dengan menyenangkan.
  4. Meningkatkan jiwa kepemimpinan.
  5. Mengembangkan rasa ingin tahu.
  6. Meningkatkan rasa percaya diri peserta didik.
  7. Mengembangkan rasa saling memiliki antar peserta didik.

Kekurangan Model Jigsaw & NHT

Selain kelebihan, masing-masing model jigsaw & NHT juga memiliki kekurangan. Beberapa kekurangan tersebut diantaranya adalah :

Jigsaw :

  1. Terdapat kemungkinan peserta didik aktif atau memiliki minat belajar lebih akan lebih mendominasi ketika diskusi berlangsung.
  2. Kemungkinan peserta didik rendah dalam membaca dan berpikir sedikit mengalami kesulitan ketika menjelaskan suatu materi.
  3. Apabila ada pesetra didik yang memiliki kemampuan lebih tinggi cenderung merasa bosan.
  4. Peserta didik yang tidak terbiasa aktif dalam diskusi dan kompetisi akan merasa semakin kesulitan.

NHT :

  1. Kemungkinan  nomor yang telah dipanggil akan dipanggil ulang.
  2. Anggota kelompok yang dipanggil tidak rata.

Dari kelebihan dan kekurangan masing-masing model pembelajaran, akan mendukung jalannya proses belajar mengajar agar bisa berjalan dengan baik. Mungkin sebagai seorang pendidik seperti guru dapat menerapkan kedua cara ini dengan pertimbangan kondisi kelas seperti apa. Ketika memang sebagian besar siswa aktif tidak ada salahnya untuk memilih metode jigsaw.

You may also like

Leave a Comment