Pengertian Persepsi dan Faktor yang Mempengaruhinya

by Shara Nurrahmi
0 comment 82 views
Pengertian Persepsi dan Faktor yang Mempengaruhinya

Membahas mengenai pengertian persepsi tidak bisa dilepaskan dari dunia psikologi. Pasalnya, sebagai ilmu yang mengkaji mengenai perilaku dan mental manusia, di dalamnya terkandung bahasan mengenai pengertian persepsi serta seluk beluknya.

Mungkin, istilah persepsi sudah sangat familiar dalam kehidupan masyarakat. Akan tetapi, terkadang mereka belum memahami sepenuhnya mengenai makna persepsi, sehingga terjadi kekeliruan penerapan. Karena itu, pada bagian berikutnya akan diuraikan lengkap mengenai pengertian persepsi, ciri, hingga faktor yang mempengaruhi.

Pengertian Persepsi

Banyak ahli yang telah mendefinisikan perihal persepsi. Menurut Chaplin, pengertian persepsi adalah cara melihat sesuatu, sebagai respon dari rangsangan yang timbul. Dari pengertian tersebut, diperoleh unsur penting, yaitu objek, respon, dan stimulus.

Stimulus yang ada dan dimiliki manusia sangat kompleks. Mulai dari diterima otak, diterjemahkan, lalu ditafsirkan sehingga menjadi bermakna. Stimulus ini yang kemudian menciptakan persepsi dari dalam diri manusia.

Jadi, berdasarkan keterangan yang telah diuraikan, didapat kesimpulan bahwa persepsi adalah serangkaian proses yang diawali dari diterimanya rangsangan pada otak manusia. Rangsangan atau stimulus tersebut akan diterjemahan oleh otak. Hasilnya berupa kesan tertentu yang disebut persepsi.

Karena hal tersebut, persepsi manusia terkait objek tertentu berbeda-beda, sebab pola pikir serta sudut pandang yang digunakan pun tidak sama. Akibatnya, hasil penafsiran yang muncul pun berbeda satu sama lain.

Baca :   Contoh Soal USBN IPS Tingkat SD dan Jawaban

Corak dari Persepsi

Stimulus yang sampai ke otak manusia bermula dari rangsangan yang diterima indera manusia. Seperti diketahui, manusia tidak hanya memiliki satu indera, melainkan terdapat lima indera yang dipunyai manusia. Mulai dari indera pendengaran, penglihatan, pengecap, peraba, hingga indera penciuman. Karena hal ini, persepsi yang dihasilkan manusia pun memiliki corak yang berbeda-beda.

Berdasarkan sumbernya stimulus, persepsi dapat diklasifikasikan ke dalam lima jenis. Sebagai berikut:

1. Persepsi Melalui Indera Peraba (Kulit)

Sebagai indera peraba yang melingkupi tubuh manusia, tubuh dapat merasakan tinggi rendahnya suhu, sakit, tekanan, dan lainnya. Munculnya rasa sakit dan lainnya terkait indera peraba inilah yang disebut persepsi. Karena rangsangan yang diterima oleh kulit, manusia bisa merasakan perih, kering, lembab, panas, dingin dari kulitnya. Apabila tidak diterjemahkan oleh otak sampai timbul persepsi, maka perasaan yang demikian ini tidak akan dirasakan manusia.

2. Persepsi Melalui Indera Pengecap (Lidah)

Manusia bisa membedakan rasa manis, pahit, asin, dan asam berawal dari stimulus yang diterima oleh lidah. Berupa zat cair, selanjutnya stimulus tersebut akan dilanjutkan ke otak oleh saraf sensoris. Setelah diterjemahkan oleh otak, orang menjadi dapat menafsirkan seperti apa rasa dari makanan yang dilahapnya. Apakah itu manis, asin, asam, atau pahit. Yang mana setiap rasa tersebut merupakan persepsi yang dihasilkan dari indera peraba manusia, yaitu lidah.

3. Persepsi Melalui Indera Pendengar (Telinga)

Sebagai indera pendengar, telinga manusia tersusun dari beberapa bagian. Secara umum, bagian telinga adalah telinga luar, telinga tengah, dan telinga dalam. Stimulus berupa getaran dari luar akan diterima oleh telinga bagian luar. Kemudian, akan dilanjutkan hingga ke telinga bagian dalam oleh telinga tengah.

Baca :   Pengertian dan Contoh Program Sekolah

Setelah diterima oleh telinga bagian tengah yang merupakan saraf-saraf penghantar, stimulus akan diteruskan ke otak. Melalui serangkaian proses rumit dalam otak, getaran yang diantarkan tadi akan dipersepsikan menjadi bunyi yang didengar telinga. Karenanya, manusia menjadi bisa mendengar. Terdengarnya bunyi, keras atau lambat, merupakan persepsi yang dihasilkan dari indera pendengar.

4. Persepsi Melalui Indera Pencium (Hidung)

Bagian hidung yang mengantarkan stimulus ke otak berada pada sebelah dalam. Wujud dari stimulus yang diterima oleh hidung adalah benda gas yang bisa menguap. Ketika stimulus tersebut diterima oleh bagian-bagian hidung, maka akan diteruskan oleh saraf hingga ke otak. Akhirnya, manusia dapat mencium bau, seperti wangi, busuk, dan lainnya.

5. Indera Penglihat (Mata)

Mata terdiri dari bagian-bagian kompleks sebagai komponen penyusunnya. Di dalam retina mata, yang berperan sebagai reseptor, terdapat rods dan cone yang memiliki fungsi berbeda. Rods mempunyai fungsi untuk melihat gelap dan terangnya objek. Sedangkan cone mampu membedakan warna yang dipantulkan objek. Bayangan yang terbentuk di retina berasal dari stimulus yang diterjemahkan otak. Hingga akhirnya manusia dapat melihat objek di sekitarnya.

Seperti yang telah diuraikan, sumber corak persepsi ada lima. Pada tahap selanjutnya, stimulus yang diterjemahkan otak dapat dijadikan gagasan terkait suatu topik tertentu. Misal, ketika X melihat suatu kasus, ia akan menerima stimulus dari indera penglihatannya, lalu ditafsirkan oleh otak. Akhirnya, si X dapat menjelaskan dengan rinci sekaligus memberikan solusi yang tepat terkait kasus yang dihadapi.

Faktor yang Berpengaruh Terhadap Persepsi

Hasil persepsi dipengaruhi oleh faktor-faktor tertentu, sehingga persepsi yang dimiliki setiap orang tidaklah sama. Faktor yang mempengaruhi persepsi, sebagai berikut:

Baca :   Gaya Belajar Siswa / Anak (Pengertian, Jenis dan Faktor yang Mempengaruhi)

1. Alat Indera dan Saraf

Sebagaimana yang telah dijelaskan pada bagian sebelumnya, alat indera berperan dalam penerimaan stimulus, sedangkan pengantarannya dilakukan oleh saraf. Karena itu, dua komponen ini mempengaruhi persepsi yang dihasilkan. Apabila antara indera pendengar dengan saraf sama-sama berada dalam kondisi yang baik, maka persepsi yang dihasilkan pun baik pula. Lain halnya ketika ada gangguan yang menghambat proses terjadinya persepsi terkait kesehatan alat indera dan saraf.

2. Objek yang Ditangkap

Objek akan menghasilkan stimulus yang kemudian menghasilkan persepsi. Letak objek, misal gelap terangnya, membuat hasil persepsi pun sama dengan wujud objek. Maka dari itu, bentuk objek sangat mempengaruhi persepsi yang dihasilkan.

3. Konsentrasi

Apabila individu tidak berkonsentrasi terhadap objek tertentu, maka stimulus hingga persepsi tidak bisa diperoleh. Melihat kondisi yang demikian, maka diperlukan konsentrasi terhadap objek untuk mendapatkan hasil persepsi.

Selain ketiga faktor di atas, faktor internal dan eksternal pun turut mempengaruhi persepsi yang dihasilkan manusia. Faktor internal berkaitan dengan kondisi jasmani dan psikologis seseorang. Sedangkan faktor eksternal berasal dari luar, berupa stimulus yang diterima serta lingkungan sekitar.

Sesuai dengan yang telah dipaparkan mengenai pengertian persepsi lengkap dengan sumber dan faktor yang mempengaruhinya, Anda menjadi paham terkait persepsi. Secara ringkasnya, pengertian persepsi adalah hasil terjemahan dari stimulus yang diterima alat indera, yang diekstrak oleh otak. Dengan demikian, diharapkan tidak ada lagi kesalahan dalam penerjemahan pengertian persepsi, sehingga tidak menimbulkan kerancuan penggunaan istilah persepsi.

You may also like

Leave a Comment