Pengertian Prestasi Belajar Siswa Serta Faktor yang Mempengaruhinya

by Shara Nurrahmi
0 comment 75 views
Pengertian Prestasi Belajar Siswa

Prestasi belajar siswa merupakan perwujudan dari pencapaian yang diperoleh siswa setelah belajar. Ketika peserta didik telah memahami seluruh materi yang diajarkan, bukan mustahil mereka mampu meraih prestasi. Perlu ditegaskan pula bahwa setiap siswa adalah unik, mereka mempunyai karakteristik masing-masing, berupa minat serta bakat yang berbeda.

Bapak dan ibu guru sebagai dewan pendidik sudah seharusnya mengarahkan kemampuan peserta didik supaya bisa berkembang. Yang tidak kalah pentingnya, seseorang yang tidak pintar dalam matematika bukan berarti ia bodoh dalam segala hal. Akan tetapi, ia pasti mahir di bidang lain, seperti seni. Tidak sepatutnya labeling dilakukan berdasarkan kemampuan menyelesaikan permasalahan dalam matematika. Sebab, sebagaimana yang telah disebutkan, setiap siswa itu unik.

Keunikan yang dimiliki setiap peserta didik yang ada tersebut dapat dikembangkan melalui bimbingan guru. Di bidang akademik maupun non akademik, seluruh siswa berkesempatan untuk berjuang mendapatkan prestasi belajar.

Namun, sebetulnya tolak ukur kepandaian siswa tidaklah tercermin dari ranking yang ada. Sebab, setiap peserta adalah ahli di bidangnya masing-masing. Prestasi belajar dalam hal ini dapat berupa pemahaman yang matang dari seluruh kompetensi yang diajarkan.

Pengertian Prestasi Belajar

Apabila diartikan secara bahwa, prestasi belajar berasal dari dua suku kata yang berbeda. Terdapat kata prestasi serta kata belajar, yang maknanya tidak sama. Prestasi merujuk pada hasil, sedangkan belajar lebih mengarah pada prosesnya. Dengan begitu, apabila digabungkan, prestasi belajar dapat diartikan sebagai hasil yang diterima setelah melalui suatu proses untuk memperluas wawasan.

Para ahli pun banyak yang telah mendefinisikan arti dari hasil belajar. Djamarah mengungkapkan bahwa capaian belajar merupakan hasil yang diperoleh melalui kegiatan yang telah dilangsungkan, baik secara individu maupun berkelompok. Menurut Gagne, terdapat lima aspek di dalam proses tersebut, yaitu sikap, keterampilan, informasi verbal, kemampuan intelektual, serta strategi kognitif. Berbeda dengan Bloom yang membedakan jika hasil dari proses belajar itu dapat diklasifikasikan ke dalam tiga komponen, yakni kognitif, afektif, dan psikomotorik.

Baca :   Penilaian / Aplikasi Raport K13 SMP Revisi 2018 Tahun Ajaran 2020

Berkaca dari arti secara bahasa sekaligus pengertian yang telah dikemukakan oleh para ahli, dapat disimpulkan apabila prestasi belajar merupakan capaian peserta didik melalui proses pembelajaran. Prestasi ini sangat sulit untuk diperoleh tanpa adanya peran guru sebagai pendidik. Karena itu, untuk mendorong siswa agar mampu meraih prestasi setelah menjalani proses belajar, peran pendidik sangat dibutuhkan.

Faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar

Terdapat beberapa faktor yang mendorong tercapainya hasil belajar yang baik. Tentunya keseluruhan faktor tersebut saling berhubungan. Ketika seluruh faktor yang bersifat mendukung dapat dimaksimalkan, sedangkan yang menghambat bisa direduksi bahkan dihilangkan, kemampuan siswa dapat dioptimalkan, sehingga mereka bisa mencapai hasil belajar yang maksimal.

Untuk melakukan hal tersebut, tentu harus diketahui terlebih dahulu apa saja faktor yang berkaitan erat dengan prestasi siswa. Berikut uraiannya:

1. Faktor Internal

Bersifat internal, artinya faktor ini melekat pada siswa. Dalam implementasinya, terdapat tiga jenis unsur yang termasuk ke dalam faktor internal. Pertama, yakni faktor intelegensi. Apabila dimaknai, intelegensi berarti kompetensi yang dimiliki untuk meraih prestasi.

Setiap siswa berpotensi untuk mempunyai intelegensi yang baik. Seperti halnya pisau, jika tidak diasah maka ketajamannya berkurang. Karena itu, kemampuan masing-masing siswa sebagai modal awal untuk mencapai prestasi. Guru harus mampu menjadi jembatan yang menghubungkan antara kemampuan, keingintahuan, serta hasilnya.

Kedua, faktor minat pun sangat berpengaruh terhadap prestasi peserta didik. Yang mana minat ini berasal dari mereka sendiri. Layaknya sebuah bisikan hati, saat sudah ada minat terhadap suatu hal, maka siswa cenderung akan menekuninya. Jika diartikan, minat merupakan ketertarikan terhadap suatu hal.

Baca :   Mengenal Pangkat dan Jabatan Guru PNS

Sebagai contoh, ketika A minat terhadap praktikum X, maka ia akan berusaha untuk mendapatkan hasil yang maksimal saat kegiatan tersebut dilangsungkan. Hingga akhirnya, peserta didik tersebut dapat mencapai tingkat tertinggi berupa prestasi. Minat yang telah ada pada diri setiap siswa harus disalurkan melalui media yang tepat. Jangan sampai terjadi kekeliruan perwujudan dari minat ini. Sebab, ketika terjadi ketidak sesuaian, maka output pun jauh dari maksimal.

Ketiga, yang tidak kalah pentingnya adalah faktor keadaan fisik dan psikis. Dalam hal fisik, berkaitan erat dengan pertumbuhan jasmani yang terlihat. Sama halnya dengan pepatah bijak yang mengatakan bahwa pada tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat, begitupun untuk meraih prestasi. Tubuh yang fit serta kondisi badan yang sehat membuat proses berjalan dapat dilakukan secara baik, sehingga hasilnya pun baik pula.

Selanjutnya, mengenai psikis tidak dapat dilepaskan dari kondisi mental peserta didik. Jangan sampai mereka tertekan karena memaksakan diri untuk menyukai hal yang tidak disukai. Sebab, hal tersebut justru akan membuat mereka menjadi stres, hingga depresi.

Tiga faktor yang diuraikan di atas merupakan bagian dari faktor internal yang ada pada peserta didik yang bersangkutan. Meskipun bersumber dari dalam, tetapi guru harus mampu menjadi fasilitator untuk mengoptimalkan ketiga faktor tersebut.

Misalnya, dalam hal intelegensi. Sudah sepatutnya guru menggunakan metode belajar yang paling efektif saat mengajar, sehingga intelegensi siswa dapat meningkat ke arah yang lebih baik. Lalu, guru pun sebaiknya melihat karakteristik siswa yang berbeda, supaya dapat menggunakan strategi belajar yang tepat.

Baca :   Cara Cek Data Guru Atau SKTP Di Laman Info GTK Kemendikbud

2. Faktor Eksternal

Setelah faktor internal, terdapat pula faktor yang bersifat eksternal. Selaras dengan namanya, faktor ini bersumber dari luar diri peserta didik. Walaupun dari luar, tetapi memiliki pengaruh yang signifikan dalam prestasi belajar siswa. Hal ini menunjukkan bahwa harus ada hubungan sinergis antara faktor yang bersifat internal dengan yang eksternal untuk mendorong siswa mencapai hasil belajar yang terbaik.

Tidak berbeda dari faktor internal, faktor eksternal ini juga terdiri dari tiga aspek yang semuanya sangat penting. Yang pertama adalah faktor guru sebagai tenaga pendidik. Tugas seorang guru yaitu untuk membimbing, melatih, mengarahkan, mengembangkan, serta melangsungkan proses belajar mengajar. Baik buruknya kinerja seorang guru sangat berdampak kepada siswa yang diajar.Semakin baik kinerja guru, maka semakin besar pula peluang siswa dapat mencapai prestasi belajar. Baiknya kualitas guru ini ditunjang oleh penggunaan metode belajar yang tepat.

Berikutnya, faktor sumber belajar. Sumber belajar berperan sebagai referensi atau acuan yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar. Melalui sumber belajar yang akurat, pengetahuan yang diterima siswa menjadi terarah. Mereka pun menjadi lebih mudah mengerti materi yang disampaikan. Dengan demikian, besar kemungkinan mereka akan meraih hasil yang terbaik.

Yang terakhir, yaitu faktor lingkungan. Semakin kondusif dan mendukung, maka semakin potensial siswa untuk mencapai hasil belajar yang baik. Tidak hanya lingkungan sekolah, lingkungan rumah juga sangat berpengaruh dalam hal ini. Termasuk juga keterlibatan orang tua dalam kegiatan belajar anak.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar merupakan hasil capaian setelah peserta didik mengalami proses belajar hingga tuntas. Untuk meraih prestasi tersebut, terdapat berbagai faktor yang berkaitan, berupa faktor internal dan eksternal. Masing-masing faktor tersebut harus dimaksimalkan supaya siswa dapat mencapai hasil yang maksimal pula.

You may also like

Leave a Comment