Pengertian Teori Belajar Konstruktivistik: Tujuan, Unsur-Unsur dan Prinsip

by Storie Navy
0 comment 114 views
Pengertian Teori Belajar Konstruktivistik

Teori belajar konstruktivistik adalah teori belajar yang lebih menekankan keaktifan siswa agar menentukan sendiri mengenai pengetahuan dan teknologi, kompetensi dan juga berbagai hal lain yang diperlukan untuk mengembangkan dirinya sendiri. Sedangkan dalam proses belajar, teori ini dapat memberikan kesempatan bagi para siswa untuk bisa mengemukakan gagasan atau pendapatnya dengan gaya bahasa sendiri. Ini diharapkan agar para siswa bisa lebih imajinatif, kreatif dan bisa menciptakan lingkungan belajar yang kondusif.

Menurut teori konstruktivistik, pembentukan pengetahuan yaitu memandang subyek untuk aktif menciptakan struktur-struktur kognitif dalam berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Dengan adanya bantuan dari struktur kognitifnya ini, subyek pun dapat menyusun pengertian realitasnya. Interaksi kognitif pasti akan terjadi jika realitas tersebut disusun dengan struktur kognitif yang diciptakan dari adanya subyek itu sendiri. Struktur kognitif memang perlu diubah dan tentu disesuaikan dengan tuntutan lingkungan dan organisme yang sedang mengalami perubahan. Melalui proses rekonstruksi, proses penyesuaian diri akan terjadi secara terus menerus.

Tujuan Dari Teori Belajar Konstruktivistik

Ada beberapa tujuan dari hadirnya teori belajar konstruktivistik, antara lain:

  1. Dapat memberikan motivasi untuk siswa, bahwa belajar adalah suatu tanggung jawab untuk diri mereka sendiri.
  2. Agar bisa mengembangkan kemampuan siswa untuk mencari sendiri berbagai pertanyaan dan mengajukan pertanyaannya.
  3. Dapat membantu siswa untuk bisa mengembangkan pengertian dan juga pemahaman pada suatu konsep secara lengkap dan jelas.
  4. Mampu membuat siswa menjadi pemikir yang mandiri.
  5. Menekankan pada suatu proses pembelajaran.
Baca :   Teori Belajar Sosial: Pengertian, Jenis Model, Tahap, Prinsip & Aplikasi

Hakikat teori pembelajaran konstruktivistik dalam Degeng oleh Brooks & Brooks dikatakan bahwa pengetahuan adalah non-objective, selalu berubah, bersifat temporer, dan tidak menentu. Belajar dilihat sebagai penyusunan pengetahuan dari pengalaman konkrit, aktivitas kolaboratif, refleksi dan interpretasi. Mengajar memiliki arti menata lingkungan agar si siswa dapat termotivasi dalam menggali makna serta bisa menghargai ketidak tentuan. Maka dari itu nantinya siswa  akan memiliki pemahaman yang berbeda terhadap pengetahuan diakibatkan dari adanya pengalaman, dan perspektif yang dipakai untuk dapat menginterpretasikannya.

Teori konstruktivistik ini lebih menekankan pada perkembangan pengertian yang mendalam dan beserta konsepnya, juga pengetahuan sebagai konstruksi aktif yang dibuat oleh siswa tersebut. Jika seseorang tidak aktif dalam membangun pengetahuannya, meskipun usianya terbilang sudah tua tetap saja pengetahuannya tidak akan berkembang. Pengetahuan dapat dianggap benar apabila pengetahuan itu bisa berguna untuk menghadapi dan memecahkan suatu masalah ataupun fenomena yang sesuai.

Pengetahuan memang tidak bisa ditransfer dengan begitu saja, karena harus di interpretasikan sendiri oleh masing-masing orang. Pengetahuan adalah suatu proses yang berkembang secara terus-menerus jadi bukannya sesuatu yang sudah ada tanpa adanya perkembangan. Dalam proses tersebut keaktifan seseorang akan sangat menentukan bagaimana perkembangan pengetahuannya.

Unsur-unsur Yang Ada Dalam Teori Konstruktivistik:

  1. Memperhatikan dan dapat memanfaatkan pengetahuan awal para siswa.
  2. Pengalaman belajar yang terasa lebih autentik dan bermakna.
  3. Terciptanya lingkungan sosial yang kondusif.
  4. Adanya dorongan agar siswa bisa lebih mandiri.
  5. Adanya usaha untuk dapat mengenalkan siswa mengenai dunia ilmiah.
Baca :   Pengertian Hukum Kirchoff, Bunyi, Rumus dan Contoh Soal

Prinsip-Prinsip Teori Konstruktivistik

  1. Siswa lah yang membangun pengetahuan.
  2. Pengetahuan dari guru ke murid tidak dapat dipindahkan, kecuali dengan keaktifan si murid itu sendiri untuk bisa menggunakan penalarannya.
  3. Murid diharapkan untuk aktif mengkonstruksi secara terus menerus, sehingga perubahan konsep ilmiah akan selalu terjadi.
  4. Agar proses konstruksi berjalan lancar, guru dapat membantu meskipun hanya dengan menyediakan sarana dan situasi.
  5. Dapat menghadapi suatu masalah yang relevan dengan siswa.
  6. Struktur pembelajaran mengenai konsep utama pentingnya pernyataan.
  7. Dapat mencari dan juga menilai pendapat dari siswa.
  8. Menyesuaikan kurikulum agar bisa menanggapi pendapat para siswa.

Aspek Penting Dari Proses Belajar Konstrutivistik

1. Proses belajar konstruktivistik

Teori konstruktivistik memiliki esensi yaitu siswa harus menemukan dan mentransformasikan suatu informasi yang sifatnya kompleks ke situasi lainnya, dan jika dikehendaki informasi tersebut dapat menjadi milik siswa itu sendiri. Sehingga dalam proses belajarnya, siswa bisa membangun secara mandiri pengetahuan mereka dengan terlibat aktif dalam kegiatan belajar mengajar.

2. Peranan siswa

Dalam pembelajaran teori konstruktivistik, siswa haruslah menjadi pusat kegiatan dan guru bertindak sebagai fasilitator. Karena belajar adalah suatu proses pembentukan atau pemaknaan pengetahuan dari pengalaman secara konkrit, refleksi, aktivitas kolaboratif, serta interpretasi yang harus dilukukan oleh siswa itu sendiri.

3. Peranan guru

Guru atau si pendidik memiliki peran sebagai fasilitator yang artinya dapat membantu siswa dalam membentuk pengetahuannya sendiri dan proses pengkonstruksian pengetahuan agar berjalan dengan lancar. Guru memang tidak menyalurkan pengetahuan yang dimilikinya pada siswa tetapi guru dituntut agar bisa memahami cara pandang dan jalan pikiran siswa pada saat mereka belajar.

Baca :   Model Pembelajaran Inovatif

4. Sarana belajar

Untuk mengembangkan pengetahuan yang telah mereka peroleh dengan maksimal, siswa sangatlah membutuhkan sarana belajar yang memadai.

5. Evaluasi hasil belajar

Evaluasi adalah suatu bagian utuh dari belajar yang menekankan pada keterampilan proses baik kelompok maupun individu. Dengan cara ini, kita akan mengetahui seberapa besar pengetahuan siswa.

Aplikasi Teori Konstruktivistik Dalam Pembelajaran :

  1. Siswa terbebas dari kurikulum yang berisi fakta-fakta lepas yang sebelumnya sudah ditetapkan, dan agar dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan berbagai gagasan secara lebih bebas.
  2. Siswa ditempatkan sebagai kekuatan dalam timbulnya interes untuk bisa membuat hubungan gagasan-gagasan atau ide-ide, kemudian dapat memformulasikannya, serta membuat berbagai kesimpulan.
  3. Guru bersama dengan siswa mengkaji pesan-pesan penting bahwa dunia ini memang kompleks, yaitu adanya berbagai macam pandangan mengenai suatu kebenaran.
  4. Guru mengakui proses belajar serta penilaian adalah usaha yang kompleks, sulit dipahami, tidak mudah dikelola dan tidak teratur.

You may also like

Leave a Comment