Perpustakaan Sekolah, Pengertian Tujuan dan Manfaatnya

by Shara Nurrahmi
0 comment 65 views
pengertian perpustakaan

Perpustakaan sekolah hadir untuk memperkaya literasi siswa. Seperti pepatah bijak yang menyebutkan bahwa buku merupakan jendela ilmu, maka perpustakaan sekolah adalah tempat untuk menjumpai jendela pembuka wawasan tersebut.

Dalam perpustakaan, dapat dijumpai berbagai referensi bacaan, mulai dari yang bersifat fiksi hingga yang bertajuk non fiksi. Semuanya tersedia lengkap. Karena itu, sangat disayangkan apabila keberadaan tempat untuk menimba ilmu ini tidak dimanfaatkan secara optimal oleh warga sekolah.

Pengertian Perpustakaan Sekolah

Perpustakaan merupakan tempat untuk menyimpan buku bacaan. Disana akan ditemui beraneka ragam jenis buku dengan jutaan judul. Berawal dari kata pustaka yang berarti buku, perpustakaan menjadi tempat yang tepat untuk memperluas wawasan. Begitupun di wilayah sekolah. Peserta didik sebaiknya diarahkan supaya minat bacanya meningkat, sehingga menjadi sering mengunjungi perpustakaan.

Tidak hanya dibaca di tempat, buku yang terdapat di perpustakaan pun dapat dipinjam oleh seluruh membernya. Dibuktikan dengan kepemilikan kartu perpustakaan. Seluruh siswa boleh meminjam buku di perpustakaan sekolah asalkan memiliki kartu peminjaman.

Yang perlu diperhatikan, siswa haruslah mengembalikan buku yang dipinjam tepat waktu. Jika pengembaliannya tidak tepat waktu sesuai dengan rentang waktu yang telah ditetapkan, perpustakaan sebaiknya menerapkan denda. Semakin lama terlambat, maka denda pun semakin meningkat. Hal ini sekaligus dapat melatih sikap disiplin peserta didik.

Baca :   Puisi Balada: Pengertian, Ciri-ciri, Cara Membuat dan Contoh

UU yang Mengatur Tentang Perpustakaan

Kini, telah ada undang-undang yang mengatur mengenai perpustakaan, yaitu UU Perpustakaan, UU Nomor 43 Tahun 2007. Di dalam undang-undang tersebut disebutkan, perpustakaan merupakan sebuah institusi yang melakukan pengelolaan terhadap karya tulis, mengoleksi karya cetak, juga karya rekam. Kepemilikan dari karya-karya tersebut adalah legal, sesuai ketentuan resmi petunjuk legalitas.

Melalui undang-undang ini pun diuraikan bahwa perpustakaan ditujukan untuk menjawab kebutuhan terkait pendidikan, penelitian, informasi, sekaligus rekreasi untuk pengunjung. Dalam perpustakaan sekolah, pengunjung diartikan sebagai seluruh warga sekolah yang menyinggahi perpustakaan. Termasuk di dalamnya, para siswa.

Tujuan Perpustakaan Sekolah

Sangat mustahil perpustakaan ada tanpa tujuan. Terdapat tujuan tertentu dari pengadaannya di lingkungan sekolah, yaitu:

1. Meningkatkan Literasi Peserta Didik

Perpustakaan sekolah sangat berpengaruh untuk meningkatkan literasi peserta didik. Sebab, berbagai bacaan telah tersedia. Siswa hanya perlu memilih sesuai yang dikehendaki. Dengan demikian, ilmu yang dimiliki para siswa pun meningkat. Seperti kata pepatah, perpustakaan adalah tempat dahaga pengetahuan.

2. Menyediakan Berbagai Sumber Buku

Saat para siswa diberi tugas oleh guru, mereka diharuskan untuk mencari buku yang bersangkutan sebagai referensi untuk mengerjakan. Adanya perpustakaan akan mempermudah siswa untuk menyelesaikan tugas mereka, karena banyak sumber-sumber buku yang ada di dalamnya. Sekaligus dapat menunjang kegiatan pembelajaran agar semakin baik.

3. Memperluas Wawasan Peserta Didik

Dengan membaca buku, wawasan yang dimiliki peserta didik menjadi semakin luas. Hal tersebut bisa diperoleh melalui perpustakaan. Sebab, di dalam perpustakaan, terdapat informasi-informasi juga referensi penting yang dibutuhkan siswa.

4. Melatih Sikap Mandiri Siswa

Melalui perpustakaan, peserta didik dapat melatih sikap mandiri. Mandiri dalam mencari bacaan yang dibutuhkan, mandiri untuk mengembalikannya di tempat semula, serta mandiri pula dalam meminjam dan mengembalikan. Jadi, sikap mandiri yang harus ditanamkan pada siswa dapat dilatih dengan memanfaatkan eksistensi perpustakaan.

Baca :   Pengertian Model Pembelajaran Kooperatif NHT dan Jigsaw

5. Menumbuhkan Kemampuan Bertanggung Jawab dan Memecahkan Masalah

Dengan adanya perpustakaan, peserta didik dapat menumbuhkan kemampuan bertanggung jawab dan memecahkan masalah menggunakan solusi yang membangun. Sebagai contoh, ketika meminjam buku, siswa diajarkan untuk memiliki rasa bertanggung jawab.

Mereka harus mengembalikan buku yang dipinjam dalam kondisi yang sama seperti semula, serta tidak terlambat. Apabila ternyata terlambat atau buku yang dipinjam hilang, mereka akan menerima sanksi khusus. Hal ini yang menjadikan siswa mempunyai kompetensi untuk memecahkan masalah.

Manfaat Perpustakaan Sekolah

Keberadaan perpustakaan di lingkungan lembaga pendidikan memberikan banyak manfaat positif. Adapun manfaat yang dapat diperoleh dari keberadaan ladang buku ini di sekolah, antara lain:

  • Menjadi sarana untuk menumbuhkan minat membaca dari peserta didik.
  • Memudahkan siswa untuk mencari informasi dan melakukan pembelajaran secara kelompok, sehingga mereka bisa saling berdiskusi pada tempat yang nyaman sekaligus referensi yang tepat.
  • Melalui berbagai literasi yang tersedia, peserta didik dapat menuntaskan tugasnya dengan jawaban yang tepat.
  • Membantu memudahkan akses informasi bagi seluruh warga sekolah mengenai perkembangan teknologi yang sedang terjadi.
  • Melatih sikap moral positif pada peserta didik, seperti tanggung jawab ketika meminjam buku, disiplin ketika mengembalikan, dan menjaga kebersihan lingkungan.

Strategi Mengoptimalkan Eksistensi Perpustakaan Sekolah

Sangat disayangkan apabila perpustakaan yang merupakan ladang pengetahuan di sekolah justru diabaikan. Bahkan, sungguh miris melihat perpustakaan menjadi tempat yang jarang dijamah oleh siswa.

Baca :   Pengertian dan Tahapan Model Pembelajaran Inkuiri

Maka dari itu, diperlukan strategi untuk mengoptimalkan eksistensi perpustakaan. Disini, peran dewan pendidik serta tenaga kependidikan khususnya di bidang pengelolaan sekolah sangat dibutuhkan.

Upaya untuk melakukan pengoptimalan, pertama, terkait pada bidang pelayanan. Dalam hal ini, pustakawan harus menyediakan pelayanan yang mampu membuat pengunjung senang. Misalnya, dengan penataan buku sesuai dengan klasifikasi tertentu, sehingga siswa mudah untuk mencari buku yang diinginkan.

Kedua, dengan membuat kondisi perpustakaan senyaman mungkin. Sebagai contoh, ruangan yang bersih cenderung lebih nyaman daripada ruang yang kotor. Karenanya, perpustakaan harus senantiasa bersih, supaya pengunjung nyaman, sehingga akan berkunjung berkali-kali. Peserta didik pun bisa diajarkan mengenai pentingnya kebersihan lingkungan. Kebersihan merupakan sarana untuk mewujudkan kesehatan.

Ketiga, melalui pemanfaatan e-library. Dewasa ini, perkembangan teknologi semakin masif. Boleh dikatakan, semua kegiatan tidak dapat dilepaskan dari sistem dalam jaringan (online). Penggunaan e-library membuat siswa dapat mengakses perpustakaan dengan mudah memakai smartphone masing-masing. Dengan demikian, pencarian judul buku pun tidak perlu memakan waktu lama.

Peningkatan Minat Baca Siswa

Saat ini, yang sering dijumpai adalah rendahnya minat baca peserta didik, sehingga perpustakaan tak kunjung disinggahi. Padahal, banyak sekali buku di dalamnya yang sangat bermanfaat untuk memperluas wawasan. Diperlukan teknik khusus yang harus diterapkan oleh dewan pendidik, dalam hal ini adalah guru.

Sebaiknya guru memotivasi para siswanya untuk meningkatkan literasi melalui membaca. Jika diibaratkan, sangat disayangkan apabila perpustakaan yang kaya akan pengetahuan hanya dianggurkan. Strategi pengoptimalan yang telah dipaparkan pada bagian sebelumnya dapat menjadi alternatif solusi terhadap permasalahan ini.

You may also like

Leave a Comment