Subsumptive Sequence: Teori Belajar Kognitif

by Storie Navy
0 comment 164 views

Belajar adalah usaha agar bisa mendapatkan kepandaian ataupun ilmu. Dalam proses belajar pasti akan terjadi berubahnya tingkah laku ataupun tanggapan, hal tersebut disebabkan karena adanya pengalaman. Disamping itu, belajar juga bisa kita artikan sebagai suatu proses terjadinya perubahan perilaku karena adanya interaksi dengan lingkungan. Perubahan tingkah laku tersebut mencakup beberapa aspek seperti afektif, psikomotor, kognitif. Sedangkan yang dimaksud dengan lingkungan tadi adalah sekolah, keluarga dan juga masyarakat di lingkungan sekitar.

Menurut seorang ahli yang bernama Skiner, belajar adalah suatu proses yang progresif. Selain itu ada pengertian belajar menurut Chavlin beajar adalah perubahan tingkah laku yang sifatnya menetap yang diakibatkan dari adanya latihan dan pengalaman. Sedangkan menurut Hintzman, suatu perubahan yang terjadi dari manusia, lewat atau organisme. Maka dari itu bisa disimpulkan bahwa belajar adalah suatu proses yang bisa menimbulkan adanya perubahan di dalam diri manusia, hewan ataupun organisme, dan perubahan tersebut berupa afektif, psikomotor dan juga kognitif.

Bagaimana Belajar Menurut Teori Kognitif?

Menurut teori kognitif belajar bukan hanya melibatkan antara respon dan juga stimulus. Model persepsi juga merupakan kata lain untuk model belajar kognitif. Teori ini memiliki pandangan bahwa belajar adalah proses internal yang mencakup berbagai hal seperti aspek psikologi, ingatan, pengilahan informasi, refensi, emosi dan lain sebagainya. Teori kognitif memang lebih mementingkan proses dari belajar, bukannya hasil dari adanya pembelajaran.

Baca :   Silabus PPKN Kurikulum 2013 Revisi 2018 Untuk SMP Kelas 7, 8, 9

Teori Perkembangan Piaget

Piaget berpendapat bahwa perkembangan kognitif adalah proses genetik. Nah proses genetik ini merupakan suatu proses yang di dasarkan atas mekanisme biologis perkembangan sistem syaraf seseorang. Misalnya jika orang terebut usianya bertambah, maka kemampuannya juga akan ikut bertambah.Menurutnya, seseorang akan mengikuti proses belajar sesuai dengan usianya. Ada tahapan perkembangan kognitif yang dibagi oleh Piaget, antara lain yaitu:

  1. Usia 0 –  2 Tahun (Tahap Sesensorimotor): Seorang anak yang pertumbuhannya akan tampak dari kegiatan motorik dan persepsinya yang cukup sederhana. Perkembangannya memiliki ciri melakukan tindakan sesuai langkah demi langkah.
  2. Usia 2 – 8 Tahun (Tahap Preoperasional): Pada tahap preoperasional sudah mulai adanya perkembangan dari konsep-konsep intuitif dan juga penggunaan simbol ataupun bahasa yang menandakan sesuatu.
  3. Usia 7 atau 8-11 atau 12 tahun (Tahap Opersional Konkret): Anak sudah bisa menggunakan aturan-aturan yang logis pada tahap operasional konkret ini. Selain itu pada benda-benda yang bersifat konkret anak juga telah memiliki kecakapan. Agar bisa menghindari terjadinya keterbatasan berpikir, maka anak perlu diberikan beberapa gambaran konkret, agar anak mampu menelaah berbagai persoalan yang ada.
  4. Usia – 18 Tahun (Tahap Operasional Formal): Pada tahap ini, anak memiliki ciri sudah mampu untuk berpikir abstrak dan juga logis.

Teori Belajar Menurut Bruner

Bruner menekankan dalam memandang proses belajar maka kebudayaan memiliki pengaruh terhadap tingkah laku seseorang. Jika pada proses belajar seorang guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan sebuah teori, konsep, aturan ataupun pemahaman yang bisa dijumpai di dalam kehidupan, maka proses belajar akan berjalan lebih kreatif dan baik tentunya. Perkembangan kognitif juga sangat dipengaruhi oleh perkembangan bahasa. Menurutnya ada tiga tahap perkembangan kognitif seseorang, antara lain

  1. Tahap Enaktif: anak menggunakan pengetahuan motorik agar bisa memahami dunia sekitarnya. Contohnya saja, melalui rasa sakit, sentuhan, penciuman bau, dan lain sebagainya.
  2. Tahap Ikonik: anak akan belajar melalui berbagai bentuk perumpamaan yang ada (tampil) dan juga membandingkan (komparasi).
  3. Tahap Simbolik: Untuk dapat memahami dunia sekitarnya anak akan belajar lewat simbol-simbol yang ada seperti bahasa, matematika, logika, dan lainnya.
Baca :   Pedoman Penyusunan RPP Sejalan Dengan Permendikbud No 103 Tahun 2014

Teori Belajar Bermakna Ausubel

Ausubel adalah seorang ahli yang mengungkapkan bahwa teori kognitif memiliki cukup banyak memusatkan perhatiannya kepada konsep perolehan dan juga retensi pengetahuan yang baru. Hal tersebut merupakan fungsi dari struktur kognitif yang memang dimiliki oleh siswa. Advance organizers ternyata juga di kembangkan oleh Ausubel, dimana penerapan konsepsi mengenai struktur kognitif dalam merancang suatu pembelajaran.

Sedangkan ada pemikiran ke arah penataan isi bidang studi atau bisa juga disebut dengan materi pelajaran sebagai strategi pengorganisasian isi pembelajaran yang terpusat pada teori kognitif, bisa dikemukakan secara singkat seperti yang berikut ini:

  1. Hirarhki Belajar: Merupakan keterkaitan antara bagian-bagian suatu bidang studi yang kemudian dituangkan dalam bentuk syarat-syarat belajar. Ini memiliki arti ilmu pengetahuan tertentu harus dikuasai terlebih dahulu sebelum mempelajari pengetahuan yang lain.
  2. Analisis tugas: Adalah suatu cara lain digunakan untuk menunjukkan keterkaitan antar bidang studi. Langkah terakhir bisa saja dipelajari dari adanya suatu prosedur, tetapi sayangnya dalam unjuk kerja, hal tersebut tidak berlaku.
  3. Subsumptive sequence: Subsumptive sequence akan membuat proses belajar menjadi lebih bermakna untuk para siswa. Tapi apakah yang dimaksud dari subsumptive sequence ini? Adalah suatu gagasan tentang cara penyatuan materi pelajaran dari yang keseluruhan menjadi lebih rinci dan dari yang umum ke khusus.
  4. Kurikulum Spiral: Untuk melakukannya yaitu dengan cara mengurutkan pengajaran. Dimulai dengan cara mengajarkan pelajaran secara umum, lalu secara berkala dan kembali mengajarkan isi yang sama dengan cara yang lebih mendetail atau rinci.
  5. Teori Skema: Teori pengurutan dari yang umum ke rinci. Teori skema memandang proses belajar sebagai suatu perolehan pengetahuan yang baru dari dalam diri seseorang dengan mengkaitkannya dengan struktur kognitif yang sebelumnya sudah ada.
  6. Webteaching: Webteaching adalah prosedur untuk menata urutan isi suatu bidang studi yang bisa dikembangkan dengan menampilkan pentingnya peranan struktur pengetahuan yang seseorang telah miliki.
  7. Teori Elaborasi: Teori ini mengintegrasikan sejumlah pengetahuan mengenai strategi penataan isi pelajaran yang telah ada, agar bisa menciptakan model yang komperhensif mengenai cara pengorganisasian tingkat makro.
Baca :   Mengenal Pangkat dan Jabatan Guru PNS

You may also like

Leave a Comment