Supervisi Klinis (Pengertian, Konsep Dasar dan Prosedur)

by Shara Nurrahmi
0 comment 86 views
Supervisi Klinis

Bagi Anda yang bekerja di dunia Pendidikan, apakah Anda pernah mendengar istilah supervisi klinis? Supervisi klinis adalah kegiatan pembinaan secara profesional yang dilaksanakan dengan sistematis dan sistemik serta terukur. Sasaran dari kegiatan ini adalah guru di lembaga pendidikan dengan tujuan membina keterampilan guru dalam mengajar. Lebih lanjut mengenai kegiatan pembinaan profesional ini, simak pembahasannya berikut.

Konsep Dasar Supervisi Klinis dalam Dunia Pendidikan

Pembelajaran adalah unsur terpenting dalam mencapai kesuksesan pendidikan. Dalam hal ini guru mempunyai peran yang amat strategis, baik dari sisi perencana, pelaksana, dan penilai pembelajaran. Agar dapat mencapai target pembelajaran dengan efektif dan efisien, salah satu upaya yang perlu dilakukan adalah pembinaan kompetensi profesional.

Supervisi klinis memiliki pemahaman yang luas. Purwanto (2004) mengemukakan bahwa kegiatan pembinaan profesional ini merupakan segala bantuan yang berasal dari pemimpin sekolah.

Kegiatan ini tertuju pada perkembangan kepemimpinan para guru dan personel lembaga pendidikan lainnya dalam mencapai tujuan pendidikan. Bentuk dari kegiatan pembinaan profesional ini dapat berupa bimbingan, dorongan, serta kesempatan pertumbuhan keahlian dan kecakapan guru.

Selain itu juga dapat berupa bimbingan usaha pelaksanaan pembaharuan pendidikan dan pengajaran, pemilihan alat dan metode pembelajaran yang lebih baik, dan sebagainya. Sementara Franseth Jane memiliki keyakinan bahwa kegiatan ini mampu memberikan bantuan terhadap program pendidikan sehingga dapat memperbaiki kualitas kehidupan.

Keith Anderson dan Meredith D. Gall menjelaskan kegiatan pembinaan profesional merupakan tahap membantu guru memperkecil kesenjangan/ketidaksesuaian tingkah laku mengajar yang nyata dan yang ideal. Secara teknik, pembinaan profesional terdiri dari tiga fase, yakni perencanaan, observasi kelas, serta pertemuan balik. Kegiatan ini berfokus pada performa guru secara nyata ketika di dalam kelas. Termasuk guru ketika sebagai partisipan aktif dalam kegiatan pembinaan profesional tersebut.

John J Bolla mengemukakan, kegiatan ini difokuskan pada perbaikan teknik pembelajaran melalui siklus sistematis dimulai dari beberapa tahap. Tahap-tahap tersebut adalah perencanaan, pengamatan, dan analisis intensif. R. Weller menjelaskan kegiatan ini berfokus pada peningkatan pembelajaran melalui siklus sistematik dalam perencanaan, pengamatan, dan analisis intensif dan cermat.

Baca :   Contoh Soal & Pembahasan USBN SD IPA

Berdasarkan beberapa definisi di atas, dapat disimpulkan supervisi klinis digunakan untuk membantu pengembangan guru ketika mengajar di kelas. Hal ini berdasarkan observasi dan analisis data dengan objektif sebagai pedoman perubahan tingkah laku dalam mengajar.

Tujuan dan Fungsi Supervisi Klinis dalam Dunia Pendidikan

Secara umum, supervisi klinis memiliki tujuan memperbaiki dan meningkatkan keterampilan guru dalam mengajar. Kegiatan ini adalah kunci agar guru dapat profesional dalam memperbaiki dirinya ketika menjalankan proses pembelajaran. Oleh sebab itu, perlu diadakan penyelesaian untuk mengembalikan semangat dan situasi pembelajaran yang lebih baik.

Acheson dan Gall mengemukakan tujuan kegiatan pembinaan profesional adalah pengajaran efektif yang menyediakan feedback, dapat memecahkan permasalahan, mengevaluasi guru, mengembangkan kemampuan guru, serta membantu guru berperilaku baik. sementara itu, tujuan khusus kegiatan pembinaan profesional adalah:

1. Feedback Objektif

Diharapkan pembinaan profesional dapat memberikan umpan balik yang objektif dalam aktivitas mengajar dengan berfokus pada: (a) kesadaran dan kepercayaan diri guru dalam mengajar, dan (b) keterampilan dasar guru dalam mengajar.

2. Mengembangkan Keterampilan Guru

Dengan adanya pembinaan profesional, keterampilan guru dalam menggunakan strategi belajar dapat lebih berkembang.

3. Dasar Menilai Guru

Kegiatan pembinaan profesional dapat dijadikan dasar dalam menilai guru terhadap kemajuan pendidikan, promosi pekerjaan mahupun jabatan mereka.

4. Mengembangkan Sikap Positif

Dari pembinaan profesional, guru dapat mengembangkan sikap-sikap positif secara mandiri dalam karir dan profesi mereka.

Karakteristik dan Fungsi Supervisi Klinis dalam Dunia Pendidikan

Karakteristik dalam supervisi klinis dinilai sangat penting. Khususnya bagi para supervisor maupun guru. Hal ini bertujuan agar arah yang ditempuh dapat sejalan dengan planning yang ditetapkan sebelumnya. Beberapa karakteristik dari kegiatan pembinaan profesional adalah:

1. Terdapat Tiga Kegiatan Pokok

Pada prinsipnya, kegiatan ini dilakukan bersamaan dengan pembelajaran mikro. Terdapat tiga kegiatan pokok di dalamnya, yakni pertemuan pendahuluan, observasi ketika mengajar, serta pertemuan balikan.

2. Keperluan Mutlak dalam Profesi

Kegiatan pembinaan profesional adalah keperluan yang mutlak baik bagi guru maupun supervisor. Karena melalui kegiatan ini dapat diperoleh pengetahuan, kesadaran, serta kemampuan menilai tingkah laku dalam pekerjaannya sendiri.

3. Mengajarkan Keterampilan Pengajaran

Salah satu fungsi utama kegiatan pembinaan profesional adalah untuk mengajarkan guru mengenai keterampilan pengajaran.

4. Instrumen Berdasarkan Kesepakatan Bersama

Instrumen yang digunakan dalam kegiatan pembinaan profesional telah melalui tahap kesepakatan antara guru dan supervisor.

5. Keterampilan Intelektual dan Berperilaku

Perbaikan dalam pembelajaran dari kegiatan pembinaan profesional ini mengharuskan para guru untuk mempelajari keterampilan intelektual dan berperilaku.

Kebebasan Mengemukakan Pokok Persoalan

Setiap guru memiliki kebebasan atau tanggung jawab untuk mengemukakan pokok persoalan, menganalisis teknik mengajar yang dilakukan serta mengembangkan gaya mengajar di kelas.

Baca :   Cara Meresensi Buku dengan Baik dan Benar

Bimbingan Bersifat Bantuan

Bimbingan yang dilakukan oleh supervisor bersifat bantuan, bukan berupa perintah maupun instruksi.

6. Jenis Keterampilan Disepakati Bersama

Sebelum melakukan pembinaan profesional, jenis keterampilan diusulkan oleh guru. Kemudian dilakukan pengkajian bersama supervisor.

7. Supervisor Banyak Mengajukan Pertanyaan

Dibandingkan memerintah atau mengarahkan, supervisor lebih banyak mengajukan pertanyaan pada guru.

8. Terdapat Kesepakatan Aspek Perilaku

Setelah kegiatan pembinaan profesional terdapat kesepakatan mengenai aspek perilaku yang perlu diperbaiki.

9. Aspek Perilaku Spesifik

Aspek perilaku guru yang perlu diperbaiki adalah perilaku yang spesifik. Contoh perilakunya adalah cara menertibkan kelas yang gaduh, teknik bertanya, teknik dalam mengendalikan kelas, dan sebagainya.

10. Terdapat Prinsip Kerja Sama

Prinsip kerja sama antara supervisor dan guru yakni melalui dasar mempercayai satu sama lain dan bertanggung jawab.

11. Kegiatan Pembinaan Dilakukan Secara Berkelanjutan

Hal ini berarti aspek perilaku diperbaiki satu persatu hingga guru dapat bekerja dengan baik.

12. Suasana Pembinaan Profesional

Ketika melakukan kegiatan pembinaan profesional suasana dibangun penuh kehangatan, keterbukaan, serta kedekatan.

Prosedur Pelaksanaan Supervisi Klinis

Tiga tahapan yang terdapat dalam supervisi klinis adalah:

Tahap Pendahuluan

Tahap ini guru dan supervisor bersama-sama membahas rencana mengenai materi observasi yang nantinya dilakukan. Pada tahap ini guru dan supervisor diberikan kesempatan untuk mengidentifikasi hal yang menjadi perhatian utama guru. Kemudian menerjemahkannya dalam wujud tingkah laku yang bisa diamati. Pada tahap ini juga membicarakan dan menentukan jenis data mengajar yang akan diamati dan dicatat selama berlangsungnya pelajaran. Sebuah komunikasi yang efektif dan terbuka sangat dibutuhkan dalam tahap ini untuk mengikat guru dan supervisor sebagai mitra kerja yang harmonis.

Secara teknis, dibutuhkan 5 langkah utama untuk melaksanakan pertemuan pendahuluan yang baik. Pertama, menciptakan suasana yang intim antara guru dan supervisor sebelum memasuki langkah selanjutnya. Kedua, mengkaji ulang rencana dan tujuan pelajaran. Ketiga, mengkaji ulang komponen keterampilan yang akan diamati dan dilatihkan. Keempat, memilih instrumen observasi yang akan digunakan untuk merekam perilaku guru. Kelima, instrumen yang telah disepakati untuk digunakan dibicarakan bersama antara supervisor dan guru.

Tahap Observasi Mengajar

Di tahap ini guru melatih tingkah laku dalam mengajar berdasarkan kesepakatan komponen keterampilan di tahap sebelumnya. Pihak supervisor berperan dalam mengamati dan mencatat tingkah laku guru berdasarkan komponen keterampilan. Selain itu, supervisor juga dapat mengandalkan observasi dan mencatat perilaku siswa di kelas, serta bagaimana interaksi guru dan siswa.

Terdapat beberapa hal yang diperhatikan dalam tahap observasi. Pertama, menciptakan situasi yang wajar, tidak mencampuri guru ketika mengajar, dan tidak menjadi pusat perhatian siswa di kelas. Kedua, harus bisa membedakan hal-hal yang penting untuk dicatat dan hal yang kurang penting. Ketiga, tidak berfokus pada kelemahan, tapi melihat bagaimana memperbaiki kelemahan tersebut. Keempat, harus memperhatikan kegiatan atau reaksi siswa mengenai proses pembelajaran.

Baca :   Metode Pembelajaran Tanya Jawab

Tahap Pertemuan Lanjutan atau Pertemuan Balik

Sebelum melakukan tahap ini, supervisor melaksanakan analisis pendahuluan mengenai rekaman observasi yang dijadikan sebagai bahan pembicaraan pada tahap lanjutan. Supervisor harus mengusahakan data yang bersifat objektif, menganalisis dan menginterpretasikan dengan kooperatif bersama guru mengenai proses mengajar.

Setelah kunjungan dan observasi di dalam kelas, supervisor harusnya mampu menganalisis data yang diperoleh untuk diolah dan dikaji. Hasil observasi ini kemudian dijadikan rujukan dan pedoman pembinaan serta peningkatan untuk guru-guru berikutnya. Permasalahan profesional yang sukses diidentifikasi selanjutnya butuh dikaji lebih lanjut agar dapat memahami esensi masalah sebenarnya beserta faktor penyebabnya. Kemudian masalah tersebut diklasifikasikan guna menemukan masalah mana yang banyak dihadapi guru di sekolah. Ketepatan dan kehati-hatian pihak supervisor ketika menimbang permasalahan dapat berpengaruh terhadap kesuksesan pembinaan profesional guru selanjutnya.

Kesimpulan

Dalam tahap pengkajian terhadap bermacam teknik pemecahan yang mungkin dilaksanakan, setiap alternatif pemecahan masalah dikaji kemungkinan keterlaksanaannya. Proses pengkajian dengan cara mempertimbangkan faktor peluang yang ada. Alternatif pemecahan masalah terbaik merupakan alternatif yang memiliki kemungkinan besar untuk diterapkan. Dalam arti, lebih banyak faktor pendukung daripada kendala yang dihadapi. Selain itu, alternatif pemecahan yang terbaik mempunyai nilai tambah paling besar bagi peningkatan mutu proses serta hasil belajar murid.

Setelah melewati ketiga tahap pembinaan profesional, perlu dilakukan pelaporan. Laporan hasil pembinaan profesional ditujukan pada pimpinan serta pada guru yang disupervisi. Pada pimpinan atau atasan, laporan diserahkan guna memberikan laporan temuan yang didapatkan. Selanjutnya, hasil observasi ini dijadikan sebagai bahan melaksanakan pembinaan kompetensi profesional untuk guru yang disupervisi.

Laporan untuk guru yang disupervisi ditujukan sebagai balikan untuk menyadarkan posisi kinerja serta meningkatkan kompetensinya. Oleh sebab itu, bahasa yang dipakai dalam laporan supervisi untuk pihak guru perlu memperhatikan beberapa aspek. Beberapa aspek tersebut adalah latar belakang, fisiologis, psikologis, masa kerja, dan aspek lainnya yang berkaitan dengan nilai guru.

Pembinaan kompetensi profesional akan terjadi apabila hubungan kolegial pengawas dan guru terjalin baik. Tanpa adanya prasyarat tersebut, guru akan merasa segan ketika meminta pengawas melakukan observasi terhadap permasalahan yang dihadapi. Selain itu, kesuksesan pembinaan kompetensi profesional bergantung pada sejauh mana pengawas memberikan bimbingan sesuai kemampuan yang dimiliki. Sejauh mana guru dapat terbuka dalam melaksanakan bimbingan juga turut berperan penting.

Demikian pembahasan mengenai pembinaan kompetensi profesional. Semoga dapat memberikan gambaran dan informasi baru bagi Anda.

You may also like

Leave a Comment